"Hati-hati di jalan, bang.."
Minor mengangguk setelah melepas pelukannya bersama Delon. dan kini, kakinya melangkah mendekati Helikopter yang beberapa saat lalu mendarat di halaman depan Mansion Galagher. dengan ditemani beberapa pengawal, beserta Rainer. remaja itu kembali ke tanah kelahirannya yang berteritori di Eropa Barat, lebih tepatnya di Negara Prancis. Negara yang memiliki ibu kota bernama Paris itu tempat Dia dilahirkan. dan juga, akan menjadi tempatnya kembali. kisah yang belum sempat Dia rajut di Indonesia. musnah, hingga menyisakan kenangan buruk, dari yang terburuk.
Begitu tiba di samping Helikopter. Minor kembali menoleh ke belakang. meskipun ekspresinya terlihat biasa saja. namun, jauh di lubuk hati. perasaannya amat kacau, serta hancur. letupan dahsyat di dalam dadanya ini seakan mencabik-cabik, hingga meremas ulu hatinya yang terasa kian nyeri. "A---aku.. a-aku pamit---" ujarnya yang kemudian membungkuk sebagai tanda hormat. begitu kembali berdiri tegak. bibirnya berusaha mengulas senyum. alih-alih tersenyum manis sebagai bentuk salam perpisahan, isak tangis justru mengambil alih.
Delon mengigit bibir. matanya kembali memanas. sosok Minor yang Dia lihat sekarang. sangat rapuh. remaja itu butuh penopang. butuh tempat untuk membagi segala emosi, sekaligus beban yang membelenggu. untuk itu, Dia tidak bisa. Dia tidak bisa diposisikan untuk menjadi penghibur. ya, karena Dia ditakdirkan menjadi pengacau.
"Hei, Minor!" seru Zinc yang kini sudah mendekap tubuh Minor sebelum remaja itu berbalik untuk naik ke Helikopter. "Okey, Minor? kalau kau merasa tidak kuat pulang sekarang, tinggal di sini untuk beberapa hari."
Minor justru menggeleng. Dia balas pelukan Zinc untuk beberapa detik, sebelum pelukan mereka terlepas. "Nggak, Om." balasnya lalu kembali menatap satu persatu anggota keluarga Flourine. ada Zirco, Sharlock, Sharing, Arsen, Neo, juga Gala yang selalu memberinya anggukan kecil ketika Dia menatap mereka. lalu Kara yang terus menatapnya tanpa ekspresi apapun. dan terakhir Delon yang berdiri bersebelahan dengan Argon. remaja yang berstatus sebagai sepupu karena anak dari saudara kembar Ayahnya itu, selalu menatapnya dengan raut sedih.
"Take care, Minor!"
Minor mengangguk kecil. dengan langkah pasti, kakinya bergerak untuk masuk, setelah dua peti jenazah dimasukkan lebih dulu oleh beberapa pengawal ke dalam Helikopter. "Se--selamat tinggal."
Deru baling-baling Helikopter terdengar cukup berisik. bersamaan dengan itu, semua yang ada di sana kompak menundukkan kepala untuk beberapa saat. termasuk para pengawal. sementara pengawal yang sebelumnya menjaga Mansion Galagher, sudah beralih menjadi pengawal di bawah naungan Rainer.
Kara yang tadinya berdiri di samping Sharlock. kini, melangkah mendekati Delon yang mendongak menatap Helikopter. "Delon---"
Kalimat Kara yang belum usai terucap. dihentikan oleh Delon yang langsung memeluk tubuh adik bungsu Ayahnya itu dengan erat. "Kar.. gu--gue---gue-"
"Sttt.. udah. Aku Om kamu, Aku di sini, Delon.."
Argon yang masih berjongkok di samping Delon. mengerutkan kening bingung begitu kembali mendengar isak tangis putranya. terlebih, ketika tatapan Sharlock amat tajam menatap ke arahnya. menghela napas pelan, tangannya lantas menarik tubuh putranya yang masih memeluk erat tubuh Kara. "Kenapa, Delon? Ayah di sini!"
Amino yang berdiri bersedekap dada. menyenggol masing-masing lengan Raksa dan Xenon. bibirnya juga mengulas senyum usil yang disambut raut bingung kedua sahabatnya itu.
Sharing, Arsen, Neo, beserta Gala. kompak tertawa pelan. alih-alih terdiam karena kini Delon berada di pelukan Kakak sulung mereka. remaja itu justru terisak semakin keras.
"Masih tidak percaya Argon bisa melunak seperti sekarang---" Sharing langsung terdiam begitu Arsen, Neo, juga Gala kompak menoleh ke arahnya seraya mendengus sinis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Different, D.A || Selesai ||
BeletrieIni kelanjutan story Different Soul★DERA☆ ya. kalau berkenan, mampir ke sana dulu~ ________ Bukan hanya menceritakan perbedaan sikap antara Delon dan Kara. Tapi, ini juga akan menceritakan kisah Argon dan Delon yang statusnya sudah berubah, yakni me...
