"LARI AL, LARI!"
"LARINYA JANGAN SAMPE TINGGALIN GUE DI BELAKANG JUGA, SETAN!"
"AL!!"
"AL WOOOY!" Delon kembali memekik dengan keras. Raut wajahnya sudah terlihat pucat begitu Alkuna yang tadinya berlari di belakang, kini berada jauh di depan. Selain raut wajahnya yang pucat, ekspresi ketakutannya juga amat kentara terlihat. Dia tidak akan terlihat menyedihkan seperti ini jika di belakangnya tidak ada anjing yang mengejar mereka.
Tadi, setelah mereka berdua berhasil melompati tembok pembatas sekolah untuk bolos karena jam pelajaran matematika. Mereka berdua tidak menyadari jika di balik tembok yang tingginya hampir mencapai dua meter itu ada anjing liar yang sedang menyusui empat anaknya. Awalnya, tidak terjadi apa-apa. Namun, Alkuna justru sengaja menggoda dengan menendang-nendang anak anjing yang tengah asik menyusu itu. Delon yang tahu bagaimana balasan dari induk hewan berbulu tersebut sontak berlari meninggalkan Alkuna lebih dulu sebelum benar-benar kejadian.
Sialnya, kejadian yang ditakutkan Delon itu benar-benar terjadi. Karena tidak lama setelahnya, Alkuna menyusul berlari sembari berteriak meminta tolong. Dan sekarang, keadaannya justru terbalik. Alkuna yang awalnya berada di belakang, kini sudah berada jauh di depan.
"A-AL.." Delon berteriak putus asa begitu kakinya tersandung hingga menyebabkan tubuhnya jatuh tersungkur dengan posisi telungkup. Karena saat ini, jalan yang mereka lewati dipenuhi bebatuan kerikil. Tidak ada aspal, jauh dari permukiman warga, juga jauh dari jalan raya.
"HUSH! PERGI LO!" teriak Delon lantang begitu kaki kirinya yang terbalut sepatu digigit oleh anjing. Posisi awalnya yang telungkup, kini sudah berbaring, dan sebelum berhasil berdiri, sepatu yang terpasang di kaki kirinya justru dijadikan sasaran gigitan oleh hewan berbulu tersebut. "JAUH-JAUH LO, SIALAN!" jeritnya histeris begitu hewan berbulu itu mengigit sepatunya semakin kuat. Kakinya yang bergerak-gerak agar hewan berbulu tersebut menjauh, juga tidak membuahkan hasil. Justru, hewan berbulu itu membalas dengan menggonggong semakin keras. "BU-BUKAN GUE YANG GANGGU ANAK LO! LO DENGER GUE, 'KAN?--HUAAA... AYAAAH!!" jeritnya yang semakin terdengar panik karena merasa sepatu yang dia pakai akan terlepas karena gigitan anjing liar itu semakin menggila.
Dalam posisi setengah berbaring dengan kaki kiri yang bergerak-gerak acak agar hewan berbulu tersebut melepas gigitan pada sepatunya, Delon terisak pelan. Meski sekuat tenaga menahan diri agar tidak menangis, dia justru kalah saat mengingat jika posisinya saat ini begitu jauh dari sang Ayah. Seandainya mereka tidak bolos. Maka sekarang, dia tidak akan berakhir menyedihkan seperti ini. Apalagi sekarang dia sendiri, Alkuna sialan itu entah berada di mana. "Huuu.. Ayaaah.. ng--nggak mau bo-bolos lagi!" racaunya frustasi sembari tetap menggerakkan kakinya agar anjing liar itu melepas gigitan dari sepatu yang dipakainya.
Delon bergerak mundur dengan terseok-seok begitu berhasil melepas sepatu yang digigit anjing tersebut. Karena sibuk dengan sepatunya yang sudah robek dan terlihat tak layak pakai, hewan berbulu tersebut seolah mengabaikan kehadirannya di sana.
Sembari mundur dengan pelan, tatapan Delon tidak pernah lepas dari anjing liar yang tengah asik mengigit sepatu miliknya itu. Dan kini, kaki kirinya hanya terbalut kaos kaki putih polos pendek. "Gue anak baik, nggak mungkin mati sia-sia di sini!" ujarnya seraya bergerak untuk berdiri. Setelah berhasil, sepasang kakinya lantas berlari menjauh secepat mungkin.
Tanpa menoleh lagi ke belakang, Delon terus berlari dengan menahan rasa sakit pada telapak kaki. Setidaknya sejauh ini, dia sudah merasa aman karena anjing liar itu tidak mengejarnya kembali. Namun sialnya, begitu sepasang kakinya berlari semakin cepat karena melihat jalan raya, tubuhnya justru terjatuh karena bertabrakan dengan seseorang yang juga berlari dari arah berlawanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Different, D.A || Selesai ||
Fiksi UmumIni kelanjutan story Different Soul★DERA☆ ya. kalau berkenan, mampir ke sana dulu~ ________ Bukan hanya menceritakan perbedaan sikap antara Delon dan Kara. Tapi, ini juga akan menceritakan kisah Argon dan Delon yang statusnya sudah berubah, yakni me...
