"Untung gue nggak mati sekarang!" lirih Delon pelan saat Minor berhasil menendang revolver yang mengarah ke bagian dada kirinya sebelum Dein berhasil menarik pelatuk.
"DADDY!!" Tea kian meraung marah. ancaman Ayah kandungnya itu ternyata bukan hanya gertakan semata. terbukti dari jari Ayahnya yang siap menarik pelatuk setelah mengarahkan revolver tepat di dada kiri Delon. dan, ini kali pertama dia melihat sisi lain dari Ayahnya itu. "APA YANG DADDY LAKUKAN?!"
Dein yang tadinya hampir jatuh tersungkur saat mendapat tendangan dari Minor. kini kembali berdiri dengan tegak. rautnya begitu nyalang menatap kedua putranya yang bekerjasama ingin membantu Delon. "Harusnya kalian berdua diam, tidak perlu ikut campur!" hardiknya dengan menunjuk bergantian antara Tea dan Minor. "Jangankan kalian, Sireine saja berhasil Daddy masukkan ke Rumah sakit jiwa!"
"DADDY!!" jerit Tea kian marah. wajahnya menunjukkan kemarahan luar biasa saat ini. Sireine, nama yang disebut oleh Ayahnya itu adalah sosok wanita hebat yang bertaruh nyawa untuk melahirkannya ke dunia, yang sekarang berada di Rumah sakit jiwa. dia tidak tahu apa yang terjadi saat itu, ketika pulang dari Italia. dia justru melihat Minor yang duduk di teras Mansion seraya menangis histeris. penyebabnya tentu saja karena melihat Ibu mereka yang dibawa secara paksa.
Tea menggeleng begitu melihat Minor yang kini duduk sambil menangis dengan pandangan kosong. adiknya itu memang sangat dekat, sekaligus manja kepada Ibu mereka. tidak heran jika reaksi yang diberikan oleh adiknya itu akan se-kecewa ini begitu tahu wanita yang melahirkan mereka dibuat gila oleh Ayah mereka sendiri. "SADAR, MINOR! JANGAN HILANG KENDALI SEKARANG!" erangnya seraya menarik kerah piyama Minor agar kembali berdiri.
"MOM ... MOM!!" jerit Minor lantang. air mata yang sudah merebak keluar membasahi pipinya, kini kian deras, kepalanya bahkan terus menggeleng karena tidak bisa menerima fakta yang baru dia ketahui itu.
Delon mengigit bibir. perasaannya ikut sedih begitu melihat keadaan Minor, dia juga ingin menangis. tapi kelenjar air matanya sedang tersumbat. jadi sekarang, wajahnya berkerut-kerut aneh. "Emang biadab, si anjir!" komentarnya yang merujuk kepada Dein yang saat ini berdiri santai, seolah-olah pernyataan yang pria itu ungkap adalah sebuah kemenangan.
"ROTASIO MINOR!" bentak Tea dengan kembali mengguncang tubuh Minor agar segera sadar, jika saat ini bukan waktu yang tepat untuk menangisi masalah yang sudah terjadi bertahun-tahun lalu.
Minor langsung berhambur memeluk tubuh Tea begitu mendengar bentakan Kakaknya itu. "Kak, Mo---Mom, ti---tidak---tidak.. gila---"
"Sure," balas Tea seraya mengelus punggung Minor sebelum mendaratkan kecupan singkat di pelipis adiknya itu. "Tenang, ya? sekarang kita selamatkan Delon dulu," bisiknya pelan seraya melirik ke arah Delon yang berusaha menjauh dengan cara bergerak-gerak seperti ulat bulu.
Minor langsung melepas diri dari pelukan Tea sembari mengusap air matanya dengan gerakan kasar. ada emosi aneh yang menyelinap, kedua telapak tangannya juga terkepal dengan begitu sempurna.
Dein menyeringai lebar begitu memergoki Delon yang bergerak-gerak menjauh. semangat remaja itu patut diacungi jempol, dengan tubuh yang terikat di kursi, remaja itu masih berusaha untuk kabur. "Wow," decakkan kagumnya terdengar sebelum kembali memungut revolver yang tadi terjatuh. dan kini, bunyi tembakan terdengar begitu jarinya menarik pelatuk.
"Argggh----jancok!" erang Delon spontan. tidak, kakinya tidak terkena tembakan. karena peluru itu meleset saat kali kedua Minor menendang tangan Dein hingga revolver itu terlempar menjauh. akan tetapi, rasa sakit tetap dia terima karena kaki Minor menginjak punggung tangannya tanpa sengaja.
"Aduuuh, Sorry," ucap Minor setelah menjauhkan kakinya yang menginjak punggung tangan Delon begitu Ayahnya ditarik mundur oleh Tea.
"T!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Different, D.A || Selesai ||
General FictionIni kelanjutan story Different Soul★DERA☆ ya. kalau berkenan, mampir ke sana dulu~ ________ Bukan hanya menceritakan perbedaan sikap antara Delon dan Kara. Tapi, ini juga akan menceritakan kisah Argon dan Delon yang statusnya sudah berubah, yakni me...
