Delon benar-benar menekan egonya kuat-kuat untuk tidak saling bertegur sapa dengan Argon. meskipun dia dan Ayahnya itu berpapasan, dan bahkan jika Ayahnya itu bertanya, dia tidak akan membuka mulutnya untuk menjawab. seperti saat ini, dia yang baru keluar dari dalam kamar tersentak begitu melihat kehadiran Ayahnya yang berdiri dengan menyandar di tembok samping pintu. meskipun bingung karena melihat Ayahnya itu tersenyum menawan. dengusan jengkelnya terdengar, meskipun begitu, dia tidak akan bosan untuk mengatakan jika Ayahnya itu sengaja mengumbar ketampanan di depannya. tentu saja dia selalu iri dengan ketampanan yang Ayahnya itu miliki.
Argon yang melihat Delon berjalan ikut melangkah untuk menyusul tanpa mengatakan sepatah katapun. matanya yang menyipit karena masih tersenyum, kini kembali seperti semula. putranya itu memakai piyama tidur yang sama dengan yang dia pakai sekarang.
"Kau masih tidak mau berbicara dengan Ayah, Delon?" ucap Argon bertanya. tangannya yang akan merangkul tubuh Delon dari samping langsung ditepis kasar oleh putranya itu. "Delon sayang.. ini demi kebaikanmu sendiri! Ayah tidak lupa, selain keras kepala, kau juga ceroboh!"
Delon mendengus kasar dengan kaki yang sontak berhenti melangkah. posisinya kini berputar untuk berhadapan langsung dengan Argon. dia tatap Ayahnya itu dengan tatapan kesal yang amat kentara. ego yang dia pertahankan sejak sore tadi, kini runtuh seketika hanya untuk membalas perkataan Ayahnya itu. "Cih! selain pelit, Ayah juga hobi bikin aku kesal, ya?!" dengusnya seraya berkacak pinggang. tatapan kesalnya semakin terlihat. meskipun, Ayahnya itu membalas menatapnya dengan tersenyum hangat.
Kepala Argon menggeleng untuk menepis pernyataan yang Delon layangkan. lantas, kedua sudut bibirnya semakin tertarik untuk membentuk senyuman saat melihat raut kesal yang putranya itu perlihatkan. dan, dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk memuji, serta mengingat raut putranya yang terlihat menggemaskan ini. selain senang melihat putranya tertawa lepas, dia juga menyukai raut kesal putranya. lebih dari apapun. "Kau tidak menyukai cokelat, Delon. kau juga tidak menyukai makanan manis. entah kenapa raut kesal yang kau perlihatkan begitu cocok dengan wajahmu yang manis?"
"Sialan! awas aja kalau aku denger Ayah ngomong gitu lagi! udah aku bilang, ya, kalau aku itu keren dan penuh wibawa!"
Kelakar tawa Argon langsung terdengar begitu mendengar protes-an Delon. putranya itu sangat percaya diri mengatakan jika dirinya penuh wibawa. padahal, putranya itu terlihat sangat manis. terlebih, cekungan pada pipi putranya yang menambah kesan manis nan menggemaskan. sedetik kemudian, kelakar tawanya berganti dengan ringisan saat putranya itu menginjak kakinya dengan kuat. "Shhh.. Delon!" rintihnya dari belakang saat putranya itu kembali melangkah.
"Delon, kau masih menginginkan motor?!"
Delon yang baru berjalan lima langkah langsung menoleh ke belakang. dia tatap Argon dengan tatapan memicing saat Ayahnya itu melangkah mendekat. "Motor mainan, 'kan?" tanyanya penuh selidik.
Argon menggeleng setelah berdiri di depan Delon. putranya itu masih menatapnya dengan raut kesal yang membuat kedua sudut bibirnya kembali tertarik. "Tidak, Delon. tapi, jika kau menginginkan motor mainan, itu jauh lebih baik!"
"Ck! Ayaaah.. janji nggak nakal, deh! kalau dibeliin motor!"
"Janjimu tidak bisa dipercaya, Delon. Ayah tidak lupa, sebelum kau berumur 17 tahun, kau pernah berjanji untuk tidak kabur-kaburan lagi, tapi buktinya?"
"Ayaaah.. sekarang janjinya beneran, deh. ya, Ayah, ya?" Rayu Delon dengan tatapan memelas. "Janji aku emang nggak bisa dipegang, Ayah. tapi, bisa di screenshot readers, loh!"
Argon menggeleng dengan tersenyum geli melihat Delon. putranya itu mendongak menatapnya dengan pipi mengembung lucu, serta tatapan memelas. lantas, tubuhnya menunduk untuk mencuri satu kecupan singkat di kening putranya itu. "Kau mendapatkannya, Delon!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Different, D.A || Selesai ||
General FictionIni kelanjutan story Different Soul★DERA☆ ya. kalau berkenan, mampir ke sana dulu~ ________ Bukan hanya menceritakan perbedaan sikap antara Delon dan Kara. Tapi, ini juga akan menceritakan kisah Argon dan Delon yang statusnya sudah berubah, yakni me...
