"Liburan?" Delon memekik kecil begitu mendengar permintaan Zinc yang memintanya untuk pergi berlibur. Izin yang didapat dari sekolah akan terbuang sia-sia jika mereka hanya berdiam diri di Mansion, itu yang dikatakan oleh Kakeknya. Padahal, mereka di sini baru terhitung tiga hari. "Tapi Kek, nanti bang Minor di sini sendiri---"
Delon terdiam begitu tubuhnya diangkat, kemudian didudukkan di atas meja yang ada di balkon. Posisi mereka saat ini memang berada di dalam kamar yang ada di lantai empat, tepatnya di balkon kamar Zinc.
"Jadi, selama ini kau anggap Kakek tidak terlihat, Delon?"
Delon tergelak. Kepalanya menggeleng heboh dengan suara tawa yang terdengar mengudara. Lantas, begitu pria yang dipanggil Papi oleh Ayahnya itu menunduk, kedua telapak tangannya sontak menepuk-nepuk pelan kedua pipi Zinc. "Kakeeek!" serunya dengan sisa tawa yang masih terdengar. "Kakek baik-baik aja, 'kan?" lanjutnya bertanya saat melihat air mata yang tertampung di pelupuk. Berkedip sekali saja, maka air mata itu akan berlomba-lomba untuk turun.
Zinc mendongak. Menolak memperlihatkan betapa rapuhnya dia sekarang. Namun, begitu Delon melingkarkan kedua tangan di sekeliling leher sebelum mendekap kepalanya erat, isakan kecilnya lolos begitu saja.
"Kakek boleh nangis, kok, nggak ada yang larang!" Delon memaksakan suaranya terdengar normal. Padahal, dia juga sekuat tenaga menahan suara isak tangis yang seolah protes agar segera dibebaskan. Tangannya juga tidak tinggal diam, terus menepuk-nepuk pelan punggung Zinc, seperti yang selalu dilakukan oleh Ayahnya ketika dia menangis. Ternyata, melihat orang lain menangis, se-menyakitkan ini, ya?
Untuk ukuran seseorang yang ditinggalkan seumur hidup. Zinc terlihat kuat. Namun, Delon sadar jika itu hanya topeng yang menutup segala akses kesedihan, sekaligus beban yang dipikul. Terlebih sekarang, bukan hanya Sharlock saja yang melawan karena tidak setuju akan keputusan yang diambil oleh Zinc. Melainkan Sharing juga. Keduanya bahkan melakukan perlawanan secara terang-terangan. Memaki, ataupun mengatakan kata-kata kebencian, serta kalimat menyakitkan untuk Minor.
Itu juga menjadi alasan selama di sini, Delon tidak pernah melihat Minor keluar dari kamar. Remaja yang seumuran dengan Kara itu selalu mengurung diri, untuk sekedar turun ke lantai bawah di saat jam makan saja, tidak berani dilakukan. Kalau boleh jujur, dia sendiri menyayangkan sikap kedua sepupunya itu. Shareen yang bernotabene wanita yang melahirkan keduanya baru pergi empat hari. Namun, sikap keduanya yang dulu sudah hilang tak berbekas.
"Delon---"
Delon menggeleng se-usai melepas dekapan hingga secara otomatis membuat kalimat yang akan terlontar, kembali tertelan begitu saja. "Kakek tampan banget kalau lagi nangis," ujarnya yang kemudian mengusap sisa air mata yang masih terus turun dikedua pipi Zinc. "Tapi Kakek lebih tampan kalau nggak nangis, lho!" lanjutnya dengan suara yang terdengar menggebu-gebu. "Hebat 'kan, Kek?"
Zinc mengangguk kecil. Baru kemudian telapak tangannya menyapu habis sisa air mata. Tawa kecilnya lantas terdengar saat menyadari perbuatan Delon yang seolah-olah berusaha membuatnya tenang. "Cucu Kakek semakin pintar!" pujinya seraya menepuk puncak kepala Delon dua kali.
Delon memasang senyum pongah. Telapak tangannya sontak menyugar rambutnya yang semi ikal sebelum menggerak-gerakan kepalanya dengan heboh. "Iya dong, Kek!" balasnya dengan nada bangga. "Tapi Kek, lain kali kalau mau puji aku lagi, bilangnya gini, ya!" Delon berdahem agar suaranya bisa terdengar berat, lebih tepatnya sengaja diberat-beratkan. "Cucu Kakek semakin keren dan berwibawa, ya!"
Detik itu juga kelakar tawa Zinc mengudara bebas se-usai mendengar kalimat terakhir Delon. Apalagi dengan suara yang sengaja dibuat berat. Namun, jatuhnya justru terdengar seperti suara kicauan burung, nyaring.
KAMU SEDANG MEMBACA
Different, D.A || Selesai ||
Ficción GeneralIni kelanjutan story Different Soul★DERA☆ ya. kalau berkenan, mampir ke sana dulu~ ________ Bukan hanya menceritakan perbedaan sikap antara Delon dan Kara. Tapi, ini juga akan menceritakan kisah Argon dan Delon yang statusnya sudah berubah, yakni me...
