★ D.A - 28 ☆

13.3K 1.7K 195
                                        

Hihihihi.. Daaar!

Ayaaah.. selamat ulang tahun!

Maunya sih tulis gitu aja. tapi, bukan Delon namanya kalau nggak bikin Ayah jantungan dulu, hehe.. biasalah, anak baik (emot tertekan) okey, yang ini bercanda ya, Ayah. jangan dimasukin ke jantung!

Pertama-tama dan yang paling utama, semoga umur Ayah panjang. dan yang terakhir, Ayah udah tua, jangan makin nyebelin!

Hufft Ayah.. maaf kalau dari sekian banyak anak baik, justru Ayah dapat yang paling baik, yaitu aku, hihi. kata yang nggak bisa aku ucapkan secara langsung, dengan berat hati aku tulis di sini.

Tidak banyak yang ingin aku ucapkan. karena, beribu-ribu ucapan terima kasih tidak bisa membayar kasih sayang yang Ayah berikan. aku cukup tahu diri, aku hanya anak angkat. meski awalnya berjalan tidak baik, bahkan sangat tidak baik. tapi percayalah, bahkan untuk kehidupan selanjutnya aku menginginkan Ayah menjadi Ayah kandungku. meski itu tidak akan mungkin.

Meskipun begitu, aku tetap ucapkan terimakasih, dan maaf. maaf, karena kehadiran aku mengacaukan segalanya. kehadiran aku juga menjadi beban bagi Ayah. untuk itu aku mohon maaf, tolong dimaafkan, Ayah, karena ini bukan permintaan, melainkan paksaan >

Untuk terakhir kalinya.. aku ucapkan terimakasih, Ayah, terimakasih banyak!

Aku sayang Ayah..

Tertanda, si anak angkat,
      Delona.

Argon memaksakan bibirnya tertarik untuk mengulas senyum seusai membaca isi dari kertas yang ditemukan Arsen di belakang pintu walk in closet. kakinya lantas bergerak turun dari Jet setelah mendarat di halaman depan mansion utama yang ada di Swiss.

Benar, negara yang memiliki ibu kota bernama Bern ini merupakan tempat tinggal Ethan, sejak 10 tahun terakhir. dan dugaan Argon tidak meleset sedikitpun, terlebih setelah memberitahu perihal Delon yang dibawa kabur kepada Zinc. Kakak kandung Ayahnya itu bersikap tenang dan melacak keberadaan putranya, dengan itu dugaannya benar-benar diperkuat setelah Zinc menemukan titik lokasi keberadaan Delon yang berada di negara Switzerland.

Dan kini, setelah melakukan penerbangan dari Indonesia menuju Swiss yang memakan waktu 18 jam 5 menit, Jet pribadi yang mereka tumpangi sudah mendarat dengan sempurna di halaman depan mansion utama. 

Argon yang melangkah turun menghela napas berat. ketidakhadiran Delon di dekatnya ternyata memberikan dampak yang cukup besar. bahkan, dia yang setiap harinya memakai setelan jas rapi. kini, hanya memakai celana pendek hitam sebatas lutut dengan kaos oblong putih yang dibalut menggunakan jaket kulit hitam. bahkan, rambutnya yang biasa tertata rapi dengan menutup jidat. kini, jidat mulusnya dibiarkan terekspos bebas dengan rambut yang dibiarkan tertata berantakan. gaya berpakaiannya kali ini ternyata cukup berpengaruh, bukannya terlihat aneh karena berpakaian layaknya anak remaja, dia justru terlihat sangat boyfriendable, terlebih kakinya yang hanya memakai sendal selop hitam.

"Archy!"

Langkah Argon terhenti begitu tubuhnya dipeluk oleh Shareen, ibu kandung dari kedua sepupunya itu berlari menghampiri dan langsung memeluk tubuhnya dengan erat.

Tidak hanya Argon saja yang berhenti melangkah. namun, Sharlock dan Sharing juga ikut menghentikan langkah mereka. di sana juga ada Zinc yang berdiri dengan bersedekap dada. 

"Mami.."

"Your son, Archy.."

Different, D.A || Selesai ||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang