"Kau tahu apa yang kami alami selama ini? cih! tentu saja tidak! hidupmu bahkan baik-baik saja ketika kami di luar sana menderita karena kejamnya dunia!"
Menghela napas berat, remaja itu kembali berujar. "Kau bahkan tidak perduli! dan sekarang, ketika kau tahu jika kesalahanmu membuahkan hasil, kau bersikap acuh tak acuh? cih! kau pikir darah dagingmu ini akan diam saja?!"
"Kau kira dua tahun terakhir ini aku benar-benar menerima kalian?! ck! bodoh!"
"Kalian kira aku sudi hidup serumah dengan kalian? dengan bajingan seperti kau, pak tua? oh.. Daddy? hahaha! konyol sekali!"
Remaja itu melangkah memutari kursi yang diduduki pria paruh baya yang menyandang status sebagai Ayah kandungnya itu. pria itu hanya diam mendengarkan, seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak. karena, sejak dua jam yang lalu, dia diikat, mulutnya juga dibungkam menggunakan sapu tangan. luka yang ada di bagian pelipis kirinya terus saja mengeluarkan darah. napasnya terengah, karena sejak sadar satu jam yang lalu, bagian dadanya terus dipukuli layaknya samsak.
"Dan kau tahu apa yang paling aku benci? tentu saja kau tidak tahu, bodoh! karena itu adalah cucumu yang selalu kau banggakan, hahaha, sial! Archy, Archy cucuku, kau yang terbaik!"
Langkah remaja itu terhenti seusai melontarkan kalimat yang paling membuatnya muak. remaja dengan nama lengkap Argon Archy Flourine itu selalu dibanggakan dilingkup keluarga besar Flourine, remaja yang memiliki selisih usia dua tahun dengannya. dia benci, bahkan sangat, hingga semua yang remaja itu miliki ingin dia hancurkan. termasuk seluruh keluarganya.
Kedua lututnya bertumpu, tatapan matanya yang penuh akan kebencian seakan berkobar mendamba kematian. "Kau sangat membanggakan cucumu itu, bukan? oh, tentu saja. sayangnya.. kau tidak akan melihat cucu kebanggaanmu itu lagi!"
Racauan tidak jelas yang terdengar dari pria paruh baya itu seakan menjadi alunan pengantar kegiatannya kali ini. bahkan, jerit kesakitan yang dia dengar membuat semangatnya semakin membara untuk mengukir setiap inci kulit wajah pria itu dengan pisau kecil kesayangannya. "Tenang saja, kau tidak sendiri di Neraka. tentu saja darah dagingmu ini dengan senang hati mengirimkan cucu kesayanganmu itu untuk ikut bersamamu, pak tua!"
"Bukankah aku sangat baik? hm... tentu saja, iya! kalau begitu, aku berikan pilihan yang bagus untukmu! kau, atau cucu kesayanganmu yang harus aku habisi lebih dulu?"
Zelo Archy Flourine, pria paruh baya yang tersemat nama Flourine di belakang namanya itu adalah kepala pemimpin keluarga besar Flourine. yang juga menyandang jabatan menteri luar negeri di Amerika serikat. kesalahan dua puluh tahun yang lalu kini menjadi boomerang untuknya, terlebih untuk keluarganya.
Dua tahun yang lalu, remaja yang memiliki nama lengkap Ethanolio Sargas itu datang dan mengaku sebagai anak dari wanita yang dia ingat-----pernah menjadi bagian dari kesalahan satu malam yang dia lakukan. dia tidak menolak kehadiran remaja tujuh belas tahun itu, dia bahkan menyambut dengan hangat dan menyematkan nama Flourine di belakang nama Ethan.
Dia tidak pernah membedakan Ethan dengan anaknya yang lain. Ethan adalah anak bungsunya, karena dari pernikahan sebelumnya, dia memiliki dua anak, yaitu Zinc dan Zirco. keduanya menikah diusia yang sangat muda, yakni 18 tahun.
Zinc, anak pertamanya itu memilik dua anak kembar, yakni Sharlock Germanium Flourine dan Sharing Germanium Flourine. sedangkan Zirco, anak keduanya itu sudah memiliki lima anak diusia 29 tahun. ada Argon, Arsen, Neo, Gala, dan Kara.
Dan Ethan, anak bungsunya itu hadir di keluarga Flourine saat usianya 17 tahun. seusia dengan kedua cucu sulungnya, Sharlock dan Sharing. sementara dengan Argon hanya berselisih dua tahun. meskipun begitu, mereka tidak keberatan memanggil Ethan dengan sebutan Uncle.
KAMU SEDANG MEMBACA
Different, D.A || Selesai ||
Ficción GeneralIni kelanjutan story Different Soul★DERA☆ ya. kalau berkenan, mampir ke sana dulu~ ________ Bukan hanya menceritakan perbedaan sikap antara Delon dan Kara. Tapi, ini juga akan menceritakan kisah Argon dan Delon yang statusnya sudah berubah, yakni me...
