Kayaknya banyak typo
Benerin sendiri dulu yaaa
Happy readingKangen gak??
Jujur Saya ingin up cepet
Tapi waktunya sekarang beda huhuhu62. Nara bukan badgirl
Fardan melirik kearah Nara, gadis itu masih diselimuti rasa malu. Sekarang pandangan Fardan beralih kearah Kafka.
"Hsst!" kode dari Fardan supaya Kafka pergi.
Kafka yang masih mematung diambang pintu bukannya pergi, justru cowok itu berjalan mendekat kearah Fardan.
"Kalian hebat. Biasanya gue liat adegan tadi cuma di drakor, tapi kali ini gue bisa liat live- nya. Mana sahabat gue sendiri lagi." Ujar Kafka dengan ekspresi kagumnya.
Fardan dan Nara hanya diam dan saling mrlepar pandangannya.
Nara yang semula duduk diatas meja langsung bergegas turun. Sebelum dia beranjak pergi, Fardan sudah lebih dulu mencekal pergelangan tangannya."Mau kemana?"
"Bukan urusan kamu."
"Oke. Tapi ingat, adegan tadi belum selesai. Kita lanjutin dirumah." Ucap Fardan lalu tersenyum miring.
"Ekhem." Kafka berdehem sambil tersenyum.
Nara menebas tangan Fardan, lalu berjalan meninggalkan ruangan itu.
"Bisa - bisanya dia begitu vulgar, padahal disitu ada Kafka. Bikin malu gue aja!" Batin Nara sambil berjalan."Dek." Panggil Fardan kala Nara sampai diambang pintu.
Nara menghentikan langkahnya, meniup rambut yang menghalangi pandangannya. Barulah memutar balik badannya."IYA NANTI LANJUTIN DIRUMAH! SE-PU-AS-NYA." ucap Nara gamblang.
Fardan mendesah singkat, diakhiri tawa kecilnya."Kamu lupa ini?" Fardan menunjukan flashdisk di tangannya. Iya, Nara lupa membawa benda yang dari awal dia cari, ini gara - gara Nara sempat membuangnya karena kesal.
"Asem. Kenapa pakai lupa segala sih Na." Batin Nara berjalan menghampiri Fardan.
Fardan tidak langsung menyerahkan flashdisk itu dari tangannya. Dia mengangkat tinggi - tinggi, sampai Nara kesulitan untuk mengambilnya.
"Mas! Jangan bercanda,buruan lah."
Disini sifat jailnya Fardan mulai kumat, dan anehnya yang menjadi sasaran selalu Nara. Istrinya sendiri.
Sementara Kafka yang sedang duduk santai hanya menggelengkan kepalanya."AEGYO....udah lah Far kasih aja."
"Lo diem aja Kaf, gue lagi kangen jailin dia sama kaya waktu SMA dulu." Saut Fardan.
"Ngeselin banget sih." Gerutu Nara masih berusaha bahkan dia sampai lompat - lompat tapi tetap saja nihil.
"Ayo dong sayang. Masa segitu doang usahanya." Ledek Fardan masih mengangkat tangannya tinggi - tinggi.
KAMU SEDANG MEMBACA
FARDAN MARGANTARA | BADBOY
Teen Fiction* SEQUEL DEWANTARA Follow + vote + komen kalian = Penyemangatku. *Selow revisi. "Orang tua kita aja bisa damai ,masa kita nggak?" "Mimpi Lo ketinggian Far!" "Apa Gua harus nikahin Lo dulu baru mau damai?" #### "Nara, suatu saat gue pengin banget ng...