Basmal terbangun dari tidurnya dengan badan pegal-pegal karena dia tidur disofa ruang kerjanya. Ia mengucek matanya melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
Sial... ia tidak solat subuh. Basmal berjalan gontai menuju kamarnya, menatap aneh disekeliling kamarnya yang sudah bersih, rapi dan wangi parfum wanita ahh tentu saja ini parfum istrinya. Tapi, ngomong-ngomong dimana wanita itu sekarang???
Basmal mengecek kamar mandi kosong, di ruang tamu kosong, halaman depan juga kosong dan terakhir Basmal mengecek dapur lalu menemukan secarik kertas dimeja makan.
[Saya berangkat kerja, saya sudah memasak makanan,
Princess]
Basmal mengecek makanan masakan Cece yang mengeluarkan aroma lezat membuat perutnya keroncongan. Ia pun mengambil piring, menarik kursi dan segera menyantap makanan dengan lahap.
Jujur, ia tidak menyangka wanita seperti Cece pandai memasak masakan seenak ini. Jadi lumayan, ia bisa makan makanan lezat tanpa harus menyuruh pegawai direstorannya untuk mengantarkan makanan seperti biasa.
_______________
Cece tengah sibuk memeriksa jadwal atasannya, sebagai sekretaris ia selalu berusaha menjadi yang terbaik. Jika kalian bertanya apakah atasan Cece sudah tua renta?? No, kalian salah, atasan Cece masih muda umur 33 tahun dengan status duda tanpa anak. Ya, atasan Cece yang bernama Nando sudah bercerai tiga tahun yang lalu, sebelum Cece diangkat menjadi sekretaris Nando.
"Halo Princesku, wow... seriusly,??? Kamu baru nikah kemarin sekarang sudah kerja??" Agatha menatap aneh temannya yang tengah khusuk dengan tablet ditangannya.
"Jangan keras-keras Tha. Dan nggak ada hubungannya masuk kerja dengan menikah Tha". Sahut Cece karena jujur, hanya Agatga yang tahu soal pernikahannya karena ia memang memilih menikah sederhana dengan kehadiran keluarga dan teman terdekat. Tapi bukan berarti, ia merahasiakan pernikahannya, hanya saja dia memang malas mengumbar sesuatu.
"What???" Tata mendekati temannya dengan tatapan heran "Gile ya lo??? Emang lo kaga capek?? Kaga sikidipapap lo semalem??"
Cece memutar bola mata malas, "Nggak, gue nggak capek"
"Ya ampun,,, kalian...."
Belum sempat Agatha melanjutkan ucapannya, Nando memberi instruksi pada Cece untuk masuk keruangannya. Cece meninggalkan Agatha yang misuh-misuh kesal akan sikap jutex Cece yang tidak pernah berubah.
Cece menghampiri atasannya yang tengah duduk dikursi kebesarannya. "Berkas yang saya minta semalam sudah selesai?"
"Sudah pak."
"Oke, nanti serahkan filenya pada saya kirim via email, ahhh iya... saya minta tolong kosongkan jadwal hari ini, saya sedang kurang enak badan, kalau kamu mau pulang silahkan, saya lihat kamu kelihatan pucat, sudah sarapan??"
Cece mengerjapkan matanya mendengarkan bosnya yang berbicara panjang lebar, suatu momen langka karena biasanya bosnya selalu irit bicara dan menyebalkan.
"Enghh... sudah pak."
Nando mengangguk singkat.
"Jadi saya boleh pulang???" Tanya Cece kembali memastikan, pasalnya bosnya suka sekali berubah-ubah.
Pernah sekali saat itu bosnya ada acara keluarga, Nando mengatakan bahwa ia boleh libur. Tapi sayangnya, keesokan harinya pagi-pagi sekali Nando menelfonnya meminta ia masuk ke kantor. Kejadian itu menjadikan pelajaran bagi Cece bahwa bosnya memang plin plan.
"Boleh."
Cece terseyum manis menampilkan lesung pipinya, dan hal itu tidak luput dari pandangan Nando. "Terimakasih pak". Cece membalikkan badannya namun sebelumnya, ia pamit undur diri. Baru saja tangannya menyentuh pegangan pintu suara Nando kembali terdengar ditelinganya.
"Princess".
Cece menoleh "Iya pak?"
"Hati-hati".
Cece tersenyum kikuk mengangguk mengucapkan terimakasih lalu segera pergi dari ruangan bosnya sebelum bosnya berubah pikiran.
___________
"Hai,,, apa kabar Dana..." Cece duduk kamar apartemen miliknya, menatap foto laki-laki tampan dibagian dinding.
Cece tersenyum meletakkan bunga mawar putih diatas nakas. Ia menatap jemari sebelah kirinya yang sudah bertengger cincin pernikahannya kemarin, "Aku sudah menikah". Ujarnya lirih dengan air mata berjatuhan
"Harusnya aku menikah dengan kamu kan?".
Cece tersenyum meraba foto itu dengan tangan gemetar, "kamu lagi ngapain?" Ujarnya lirih dengan air mata mengalir dipipi mulusnya.
Bagi Cece, Dana adalah laki-laki yang mampu membuatnya jatuh cinta dan tak mampu berpaling, karena tiap kali Cece dekat dengan orang lain bayangan Dana tak bisa ia lupakan barang sedikitpun.
"Dana, i still love you... rasanya sangat sakit saat aku menikah justru bukan dengan kamu"
Cece menghapus air matanya, "Dana, aku pulang dulu, jangan lupa datang kemimpi aku, kamu udah lama banget nggak datang bikin aku kangen. I miss you, i love you Dana".
Cece berdiri meninggalkan apartemennya dan masuk kedalam mobilnya. Tangannya masih bergetar, tidak mampu menahan rasa sakit dihatinya. Jujur, ia belum bisa menerima kenyataan bahwa ia telah menikah. Banyak ketakutan yang ada dihatinya, salah satunya ia takut jika Basmal tidak bisa menerimanya.
____________
Jangan lupa vote dan komennya yaa. Salam.
KAMU SEDANG MEMBACA
'PRINCƏSS (END)
RomanceBasmal menikahi Cece (Princess) atas perintah kakaknya Xabiru, sementara itu ia tetap bermain gila dengan Melisa (wanita yang dicintainya). Perasaan enggan menyentuh istrinya lantaran ia sudah bukan lagi gadis membuat Basmal membuat jarak. Kemudian...
