Basmal mengeliat merenggangkan otot-ototnya, matanya membuka perlahan dan melihat Cece tertidur disampingnya tengah menghadap kearah Basmal. Semalam ia memergoki Cece tertidur disofa ruang tamu dan entah kenapa perasaannya tidak tega melihat Cece tidur disana.
Ia, membangunkan Cece supaya pindah ke kamar dan yaa... pada akhirnya Basmal tidur seranjang dengan Cece. Hanya tidur, tidak melakukan apapun.
Basmal segera bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk berwudhu. Sekembalinya dari kamar mandi, Cece sudah terbangun dengan muka bantalnya namun jujur Basmal akui bahwa Cece masih cantik.
"Saya tunggu, kita solat jemaah bersama".
Cece yang masih setengah sadar mendadak berbinar saat mendengar ajakan Basmal. Cece segera ngacir ke kamar mandi mengambil wudhu.
Basmal duduk diatas sajadah sembari berzikir menunggu Cece. Basmal juga merasa heran dengan dirinya yang spontan mengajak Cece berjemaah. Basmal rasa, ada yang tidak beres dengan dirinya.
Cece segera mengenakan mukenah lalu menghampar sajadah dibelakang Basmal. Keduanyapun menjalankan ibadah solat subuh bersama dengan khusyuk. Basmal adalah laki-laki pertama yang mengimaminya solat selain ayahnya.
Seusai solat, Cece mencium punggung tangan Basmal dengan canggung. Ada perasaan damai dihati Basmal saat melihat Cece mengenakan mukena.
______________
"Tolong catat nomor handfhone kamu di handfhone saya". Basmal menyodorkan handfhonenya pada Cece, saat ia melihat Cece sudah selesai dengan sarapannya.
Dengan cepat Cece mengetik nomer handfhonenya dihandfhone Basmal "Sudah". Ujarnya sembari menyerahkan handhone Basmal kembali.
"Buat kamu". Basmal menyodorkan kartu kredit pada Cece. "Nafkah dari saya". Lanjutnya
Cece menggigit pipi dalamnya, melihat Basmal yang juga tengah melihatnya. Mendengar kata nafkah yang diucapka Basmal, entah mengapa perasaan Cece menjadi berdebar aneh.
"Saya minta maaf karena dari kemarin lupa memberikannya, kamu bisa menggunakan uang itu untuk keperluan dapur dan keperluan kamu".
Cece meraih kartu kredit tersebut dengan canggung.
"Sejak kemarin, bahan masakan belinya dimana?? Pakai uang kamu kan??"
Cece mengangguk "Beli sama bapak sayur didepan rumah".
"Nanti kita beli bahan makanan sepulang dari kantor".
Cece membelalakkan matanya, beli bahan makanan bersama dengan Basmal??. Basmal yang melihat reaksi Cece menatatap heran "Kenapa??? Ada yang salah??"
Cece menggelengkan kepalanya "Oh.. tidak, iya nanti sepulang kantor belanja bahan makanan".
"Hari ini, kamu berangkat dengan saya, saya tunggu di mobil". Ujar Basmal meninggalkan meja makan.
Cece memandang kartu kredit ditangannya lalu memasukkannya kedalam tas miliknya. Ia meminum segelas air putih dan bergegas keluar takut Basmal menunggunya terlalu lama.
Cece membuka pintu mobil Basmal, masuk kedalam dan menutupnya kembali. Basmal hanya melirik singkat Cece yang tengah merapikan rambutnya. Tanpa berbicara lebih lanjut, Basmal menjalankan mobilnya. Jujur, perasaan Cece berdebar saat ia sesekali melirik Basmal yang tengah fokus mengemudi dengan tampang serius. Entah kenapa, Basmal terlihat sangat tampan.
"Nanti kita beli rok". Kata Basmal memecah keheningan.
"Rok?? Untuk apa??"
"Rok kamu terlalu pendek". Basmal melirik rok Cece yang panjangnya masih di atas lutut memperlihatkan paha mulusnya.
Cece melihat roknya yang menurutnya tidak terlalu pendek dibandingkan dengan teman kantornya yang sangat pendek. "Oke". Ujar Cece pada akhirnya karena mungkin dimata Basmal roknya terlihat pendek.
Bukankah memang seorang istri harus menuruti perintah suaminya?? Benar kan?? Jadi Cece memilih menuruti Basmal tanpa membantahnya.
Beberapa menit kemudian, mobil Basmal berhenti didepan kantor PT. International Estate.
"Terimakasih, saya masuk dulu". Ujar Cece yang dijawab anggukan oleh Basmal. Cece segera turun dari mobil Basmal dan masuk kedalam kantor. Basmal masih terdiam disana melihat Cece hingga tidak terlihat dan barulah ia meninggalkan tempat kerja Cece.
Agatha yang melihat Cece sudah datang segera menghampiri Cece yang sudah berada dimeja kerjanya. "Woy,,, bareng siapa lo tadi?? Kaca mobilnya gelap ga keliatan lo bareng siapa."
"Basmal". Ujar Cece singkat
"Waaaahhhh.... aduhh enak banget yaa berangkat kerja dianter paksu, aaaa aku juga pengen Ce". Ujar Agatha menghentakkan kaki menarik narik lengan Airana.
Cece hanya tersenyum tipis "Suruh Daren ngelamar kamu".
Agatha berhenti menghentakkan kakinya "Ckckck Daren masih kuliah S2 Ce, sisa satu semester lagi".
"Yaudah tunggu aja, kan tinggal sebentar lagi"
"Agatha, kenapa masih ada disini? Ruangan kamu dimana??"
Agatha menunduk takut saat melihat Nando tiba-tiba berada disana dengan aura mencekam seperti biasanya. "Maaf pak, kalau begitu saya permisi" Ujarnya langsung pergi dari sana.
Cece melihat Nando yang terlihat menyeramkan, apakah atasannya itu masih marah karena kejadian kemarin?? Yatuhan.. bagaimana ini???
____________
Jangan lupa vote dan komennya☺❤
KAMU SEDANG MEMBACA
'PRINCƏSS (END)
RomanceBasmal menikahi Cece (Princess) atas perintah kakaknya Xabiru, sementara itu ia tetap bermain gila dengan Melisa (wanita yang dicintainya). Perasaan enggan menyentuh istrinya lantaran ia sudah bukan lagi gadis membuat Basmal membuat jarak. Kemudian...
