Bagian 62

14.1K 874 13
                                        

Dana mendesah lelah memijat kepalanya yang begitu pening. Selama beberapa hari ini, ia di sibukkan dengan urusan perceraiannya.

"Kita resmi bercerai Dana, aku berterima kasih dan minta maaf". Melisa melihat laki-laki di depannya yang selama dua tahun ini menjadi suaminya.

Laki-laki yang selama ini menyayangi anaknya dengan baik, tapi tidak dengan dirinya. Namun, meski begitu, laki-laki di depannya benar-benar menghormatinya sebagai wanita.

"Maaf, sebenarnya Rio anak siapa???"

Sungguh, sebenarnya, ia tidak ingin bertanya ini, karena itu pasti akan menyakiti Melisa. Tapi, dia ingin tahu,.

Melisa tersenyum miris, "Kamu ngak perlu tau,  dan ngak ada yang boleh tau, karena itu percuma".

"Basmal?? Rio anak Basmal??"

Melisa tertawa, tentunya membuat Dana mengernyit heran.

"Aku pengennya begitu, tapi sayangnya, Basmal tidak pernah mau menyentuh aku terlalu jauh ke tahap itu."

Dana menghela nafas, "Tapi laki-laki itu harus bertanggung jawab,"

"Gak penting, yang penting sekarang kita sudah berakhir, kamu bebas, bebas kembali mengejar Princess dan aku berusaha mendapatkan Basmal kembali".

Dana menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan wanita di depannya, "Basmal itu cinta sama Princess,"

Melisa menatap tajam ke arah Dana, "Tau apa kamu soal aku sama Basmal dan perasaan Basmal?,"

"Terserah, tapi kalau kamu berani menyakiti Princess, hidup kamu tidak akan tenang". Ujar Dana mengancam Melisa lalu pergi meninggalkan wanita itu.

______________

Sementa di lain tempat, Basmal tengah kelimpungan menuruti Cece yang sedang ngidam menyaksikan dirinya mukbang rujak pedas yang level pedasnya mematikan.

"Ayo semangat, kamu pasti bisa".

"Kalian gemmes banget mukanya sampe merah ihihihi". Ujar Cece sembari memvidio Basmal dengan binar antusias.

Basmal hanya terseyum, ampun, kenapa ngidam istrinya benar-benar aneh.

"Kamu makin ganteng kalau lagi keringetan gini".

Uhukkk, uhuk,
Sialan, Basmal tersedak, kerongkongannya terasa panas. Ia buru-buru meneguk air minum di depannya dengan rakus lalu mengusap peluhnya.

"Tuh kan ganteng banget".

Astaga, istrinyaa... Basmal mengusap tengkuknya salah tingkah. Ia yakin sekarang telinganya ikut memerah, astaga, ia sudah macam anak ABG yang suka salting di puji-puji. Ia jadi semakin bersemangat menyantap rujak.

"Sayang, ayo semangat".

Mata Basmal membola lalu mengerjap lucu,

"Bilang apa tadi??" Tanya Basmal ingin istrinya mengulaginya lagi.

"Semangat sayang,". Cece mengulangi.

Oh God.
Basmal mendekati istrinya lalu membopong tubuh istrinya menuju kamar mereka, ia menghiraukan istrinya yang merengek minta diturunkan.

"Kayaknya aku mau rujak bareng kamu deh, rujak ini lebih enak dan lebih hot,"

"Kan mangganya ngak dibawa kesini".

"Aku mau rujak bibir". Basmal melumat bibir istrinya penuh gairah dan terssnyum di sela ciumannya. "Aku seneng banget kamu manggil aku sayang". Bisiknya di telinga Cece.

____________

Basmal terbangun karena suara handfhonenya yang bergetar, ia melirik jam yang menunjukkan pukul sepuluh malam. Basmal berjalan perlahan keluar dari kamar karena takut membangunkan istrinya.

Ia menghampiri Safir yang duduk di ruang tamu.

"Ada apa??" Tanya Basmal karena Safir malam-malam datang ke rumahnya.

"Sory ganggu tidur lo, ini soal Melisa".

"Gimana??"

Safir menghela nafas, "Gue, gue curiga, curiga kalau..."

"Jangan bikin gue penasaran". Basmal tidak sabar.

"Tapi kita harus mastiin ini dulu, kita butuh bukti yang kuat".

"Caranya???"

"Tes DNA, kita harus dapet sampel rambut anaknya Melisa".

Basmal mendesah, "Gimana caranya aelah,"

"Lo deketin anaknya Melisa".

Basmal membelalakkan matanya, "Ngak, ogah, nanti istri gue mikir aneh-aneh, sumpah ya, gue itu ngak mau bikin istri gue stress, kepercayaannya sama gue jadi hilang dan berujung ninggalin gue. Istri gue lagi hamil,".

Safir berdecak, "Gue curiga sama satu orang, tapi gue ngak akan bilang dulu orang itu siapa, karena gue masih butuh bukti yang kuat dengan tes DNA itu".

Basmal mengelus dagu terlihat berpikir, "Yang jelas bapaknya bukan gue".

"Yakin?? Perasaan dulu lo tindih-tindihan di aprtemen".

"Heh, enak aja, gue belum pernah masukin Basmal junior gue ke dia ya, sumpah demi Allah".

Safir terkikik, "Bercanda, yang gue curigai bukan lo kok, karena di masa-masa itu, lo lagi kayak orang gak waras mendekam di kamar ditemani gue, ngak mungkin kalau lo buntingin Melisa karena otak lo isinya Princess".

"Nah, itu lo tau, jadi gimana nih cara dapetin rambut anaknya Melisa??".

"Gue coba cari cara dulu," Ujar Safir.

"Ternyata Cece ganas juga ya??" Safir melirik leher Basmal yang penuh bercak merah.

"Maksud lo?" Basmal kebingungan.

"Leher lo merah-merah gitu hahaha".

Basmal tersenyum, "Ini tanda cinta Bro, nikmat banget, surga dunia, mau liat di bagian dada gue ngak??"

Safir mendengus, "Ogah, pamer banget lo".

Basmal tertawa.

__________
Jangan lupa vote dan komennya ya❤

'PRINCƏSS (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang