"Rio bukan anak Dana".
Basmal tersentak kaget saat mendengar suara istrinya yang berada dalam pelukannya.
"Dulu, apakah kalian pernah.. me..."
"Demi Allah, sumpah, aku nggak pernah melakukan itu dengan Melisa dan wanita manapun, aku cuma ngelakuin itu sama kamu".
"Percaya sama aku sayang, aku berani bersumpah, aku tidak pernah melakukan apapun dengan Melisa, jadi anak itu bukan anakku". Lanjut Basmal.
"Aku percaya karena anak itu tidak ada mirip-miripnya dengan kamu ataupun Melisa itu sendiri. Tapi bagaimana jika Melisa datang dan mengaku jika anak itu anak kamu??"
"Itu tidak mungkin, dia sudah menikah kan? Dan, semua orang pun tidak akan percaya jika itu anakku, ada banyak perbedaan yang terlampau jauh. Anak aku cuma ada di dalam perut kamu sayang,"
"Apa kamu yakin dia bukan anak Dompet Digital???" Tanya Basmal memastikan
"Aku ngak tau, karena Dana belum cerita dengan jelas".
Basmal menghela nafas, "Jangan di pikirkan sayang, hal yang harus kamu ketahui adalah, anak itu bukan anakku, aku berani tes DNA dan bersumpah".
"Aku percaya,"
"Makasih sayang,"
"Kamu ngak merasa sempit???" Tanya Basmal karena mereka berdua tidur di sofa tepatnya di kantor, di ruangan Basmal.
Cece menggeleng, "Ngak,"
"Tidur yuk, jangan mikirin lainnya sayang, kamu lagi hamil, harus tenang,"
Cece mengangguk, memejamkan matanya, Basmal benar, ia harus tenang. Karena dia pun sangat percaya kalau anak Melisa bukan anak Basmal. Tidak ada satu pun kemiripan antara Rio dan Basmal.
______________
"Astaghgfurullah,,,"
Safir menutup pintu dengan keras membuat Dion dan Arnold mengeplak lengan Safir.
"Lo nutup pintu pelan-pelan kek, astaga, ada apaan sih di dalem, kayak kaget gitu?" Dion misuh-misuh
"Jangn bilang Basmal lagi sama cewek???" Arnold menebak.
Basmal berdecak kesal saat Safir menutup pintu ruang kerjanya dengan keras. Astaga, dia baru tidur jam 3 dini hari karena istri cantiknya merengek mengeluh sakit pinggang membuat ia terjaga semalaman memijat pinggang istrinya.
Dengan muka bantal, ia memperbaiki selimut menutup tubuh istrinya dan dengan langkah gontai membuka pintu ruangannya.
"Apaan???"
Dion dan Arnold saling tatap, pikiran mereka bertiga sudah di penuhi dengan bayangan Basmal yang baru selesai tindih-tindihan dengan Cece.
"Emang rumah lo yang segede itu udah gak layak pakai ya sampe tindih-tindihan di kantor, di ruangan?" Ujar Arnold
"Ngomongnya pelan-pelan, istri gue lagi tidur, semalem Cece lagi ngidam pengen tidur di kantor".
Basmal mengajak temannya berbincang di depan ruangannya.
"Gue curiga, kayaknya lo pernah bikin bayi disini". Dion menebak-nebak
Basmal mesem-mesem, ia jadi mengingat momen percintaannya di kantor. "Rahasia perusahaan".
"Kampret, dari muka lo udah keliatan kalik." Kata Arnold.
"Tu muka kayaknya masih ngantuk, semalem ngelakuin berapa ronde sih??" Goda Safir
"Gue mijetin pinggang istri gue, baru tidur jam 3".
Arnold, Dion dan Safir saling pandang dengan pandangan heran. Sebucin itukah sahabatnya ini?
"Gausah heran gitu, suatu saat lo akan ngalamin hal yang sama. Gue nggak tega liat dia ngeluh sakit pinggang, muntah setiap hari, sedih banget rasanya".
"Cinta banget lo sama Princess?" Tanya Dion salut dengan Basmal yang benar-benar sangat memperhatikan dan memperlakukan Princess dengan baik.
"Yaelah yang kaya gitu gausah ditanya, dua tahun kepergiaan Cece dia kayak orang nggak waras" Cibir Safir membuat Arnold dan Dion tertawa namun membenarkan.
"Gue dan Princess ketemu sama Melisa". Ujar Basmal memberi tahu.
"Terus-terus gimana??" Tanya Dion penasaran sekaligus kaget.
"Udah nikah dia, dan punya anak".
"Apa???" Ujar Arnold, Dion dan Safir serempak.. kaget sekaligus merasa aneh.
"Tu anak bukan anak lo kan??" Tanya Dion memicingkan matanya, ia benar-benar akan menghancurkan Basmal jika itu benar.
"Sembarangan, gue nggak pernah ngelakuin itu".
"Ya pasti anaknya suaminya kalik". Arnold positif thinking.
"Bukan," Sahut Basmal.
"Yang bener aja ogeb, terus anak siapa?? Kucing?" Dion makin heran.
"Suaminya Melisa mantan Cece, dan dia cerita kalau anak Melisa bukan anaknya".
Dion semakin tidak paham, "Ya terus?? Kalau bukan anaknya dia anaknya siapa dong?? Jangan ngadi-ngadi ah.."
Safir mengernyitkan kening, "Wait, suami Melisa mantannya Cece??? Hahaha bisa gitu ya?? Udah kayak pasangan tertukar aja".
Basmal mendengus, "Ogah ya, Cece punya gue,"
"Jadi?? Gimana tuh?? Cece percaya nggak kalau tu anak bukan anak lo??" Tanya Dion
Basmal mengangguk, "Iya, gue yakin kalian juga akan percaya kalau itu anak bukan anak gue."
"Alhamdulillah... tapi menurut gue, lo harus mencari tahu ayah dari anak Melisa. Antisipasi aja sih, kita juga bakalan bantuin cari tau. Siapa tau Melisa dateng-dateng ngaku itu anak, anak lo". Safir mengusulkan.
Dion dan Arnold membenarkan.
"Gue juga mikir begitu, gue minta bantuan kalian,"
"Tenang aja, kita bisa mengatasi masalah tanpa masalah".
Udah kayak pegadaian yakan???
______________
Jangan lupa vote dan komennya❤
KAMU SEDANG MEMBACA
'PRINCƏSS (END)
RomanceBasmal menikahi Cece (Princess) atas perintah kakaknya Xabiru, sementara itu ia tetap bermain gila dengan Melisa (wanita yang dicintainya). Perasaan enggan menyentuh istrinya lantaran ia sudah bukan lagi gadis membuat Basmal membuat jarak. Kemudian...
