Bagian 52

19.1K 1.1K 29
                                        

Malam harinya, Basmal dibuat kalang kabut oleh keadaan Cece yang mengenaskan. Istrinya muntah-muntah sehabis makan mie ayam satu bungkus membuat Basmal mengeram marah. Ia akan menuntut penjual mie ayam itu kalau sampai terjadi apa-apa dengan istrinya.

Lebih kesal lagi, istrinya tidak mau dibawa ke dokter. Argh, ya Tuhan.

"Kita ke dokter yaa..." Ajak Basmal sekali lagi membujuk istrinya sedari tadi.

"Nggak Basmal,". Kata Cece lemas, pasalnya ia hanya muntah biasa dan Basmal memang terlalu heboh.

"Gara-gara makan mie ayam itu kamu jadi begini loh sayang, gimana kalau kamu keracunan makanan??"

"Kalau saya keracunan makanan, kamu juga akan begitu, kamu lupa tadi kamu juga minta mie ayam yang saya makan??"

Basmal menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Iya yaa." Ujarnya membenarkan

"Saya hanya masuk angin".

"Mau dikerokin???"

"Emang kamu bisa???"

"Bisa dong, apa sih yang nggak buat istri cantiknya aku".

"Oke, kerokin saya". Ujar Cece yang tanpa aba-aba langsung membuka baju tidur tipisnya menyisakan pakaian dalam warna merah yang kontras sekali dengan kulitnya.

Basmal menelan ludah susah payah, minimal dikasi aba-aba dulu gitu kalau mau buka baju, astaga.

"Kok malah diem, cepet kerokin". Kata Cece yang sudah berbaring tengkurap dengan bra  sudah ia lepas.

Basmal gelagapan dan segera mengambil koin dan minyak telon. Ia segera melakukan aksinya mengerok istrinya yang seksi. Mata Basmal sesekali mencuri pandang pada bokong istrinya yang padat berisi, sialnya tangannya ikut mencuri-curi meremas bokong istrinya.

"Merah ngak???"

"Hah apa sayang??" Sahut Basmal gelagapan.

"Merah ngak???"

"Merah, kayaknya kamu beneran masuk angin deh sayang. Perlu dihangatin ini mah."

Lima belas menit kemudian, bagian belakang tubuh Cece sudah selesai Basmal kerok. Karena sudah selesai, Cece membalikkan tubuhnya membuat Basmal kembali menelan ludah dan kepalanya berdenyut nyeri lalu pusing setelahnya.

"Bagian perut sama dada juga ya Basmal". Ujar Cece memejamkan mata menikmati kerokan Basmal yang kini sudah berada didadanya.

Namun, bukan Basmal namanya kalau tidak mencuri-curi meremas dada istrinya.

"Sayang..."

"Hmmm".

"Payudara kamu makin besar ya, aku suka".

Plak..
Cece memukul lengan suaminya. "Mesum banget".

"Gimana ngak mesum sayang, didepan aku ada wanita cantik dan seksi sedang telanjang. Astaga, bahkan Basmal junior udah bangun dari tadi".

"Cepet kerokin yang bener Basmal".

"Iya iya Ndoro Princess cantiknya aku".

Setelah selesai kerokan, rupanya istrinya tertidur pulas dengan deru nafas teratur dengan keadaan hanya menggunakan celana dalam. Sumpah mati, rasanya Basmal pusing tujuh keliling karena nafsunya tidak tersalurkan. Astaga, Basmal mengecup bibir istrinya singkat lalu belanjak dengan wajah lesu menuju kamar mandi.

Memuaskan diri sendiri. Memangnya apalagi?? Arghh..

____________

Saat pagi tiba, Basmal kembali dibuat panik karena istrinya semakin muntah-muntah parah hingga lemas dengan wajah pucat. Saking paniknya, ia sampai menelfon ibu  mertuanya.

"Bentar lagi mama kesini sayang, apanya yang sakit???"

Cece memijat pelipisnya, "kenapa malah nelfon Mama segala Basmal astaga, saya cuma masuk angin".

"Aku panik sayang, bingung, maaf yaa,".

Beberapa menit kemudian, terlihat mama Princess yang datang mendekati anak kesayangannya yang berbaring lemas dengan wajah pucat. Basmal menyingkir membiarkan mertuanya mendekati putrinya.

"Kamu kenapa sayang??" Tanyanya khawatir sembari mengecek suhu tubuh putrinya.

"Pusing Ma, mual juga".

"Kok bisa?? Kamu makan apa??"

"Cuma makan mie ayam,"

"Keracunan makanan kamu???"

"Nggak Ma, Basmal baik-baik aja kok, dia juga makan semalem".

"Kapan terakhir kamu menstruasi??"

"Udah lama, Cece lupa".

"Basmal kita ke dokter sekarang".

Cece membelalak kaget, "Astaga Mama, aku ngak suka ke rumah sakit, Mama tau sendiri kan".

"Gak boleh ngebantah, Basmal ayo, gendong istri kamu, bawa dia ke mobil".

Basmal yang diperintah demikian, ia menuruti perintah sang ibu mertua. Ia menggendong istrinya ke mobil, meski istrinya misuh-misuh dalam gendongannya membuat Basmal gemas  ingin menggigit bibir istrinya yang seksi menggoda. Sayang sekali ada mertuanya, jika tidak ada, habislah Cece digigit gemas oleh Basmal.

Saat di dalam mobil, Cece berkali kali muntah muntah membuat Basmal benar-benar tidak tega. Ia benar-benar kasihan saat melihat istrinya menangis dipelukan ibu mertuanya karena lelah muntah muntah.

Beberapa menit kemudian, mobil Basmal berhenti di depan rumah sakit, Basmal segera keluar dari mobil dan membopong istrinya menuju ruang pemeriksaan.

__________

Basmal ketar ketir sendiri melihat dokter yang belum juga keluar-keluar. Sementara ia melihat mertuanya tersenyum menatapnya membuat ia kebingungan sedari tadi.

"Dengan keluarga ibu Princess??"

Basmal berjengit kaget saat mendengar suara dokter yang ternyata sudah keluar dari ruangan.

"Saya suaminya dok".

Basmal semakin kebingungan saat menatap dokter di depannya menyodorkan tangan dan Basmal menerima uluran tangan sang dokter dengan wajah penuh tanda tanya.

"Selamat ya pak, istri anda sedang mengandung, sekarang usianya sudah dua minggu. Tolong jangan biarkan istri bapak stress, kecapekan dan pola makannya selalu diatur dan dijaga ya pak. Saya permisi, sekali lagi selamat yaa". Ujar sang dokter menarik uluran tangannya lalu pergi meninggalkan Basmal.

Basmal mematung, dadanya berdebar dan jujur ia sangat bahagia. Sungguh, ia bahagia. Istrinya sedang mengandung?? Astaga, ia akan menjadi seorang ayah.!

"Udah Mama duga, Princess lagi hamil, akhirnya Mama akan segera punya cucu".

Basmal yang mendengar ucapan ibu mertuanya tersenyum haru.

"Basmal akan menjadi orang tua Ma, astaga Basmal seneng banget".

____________
Yap, Cece hamil guyss...
Makin penasaran ngak sama kelanjutannya??
Jgn lupa vote dan komennya yaa.. sory kmren nga up aku lg sakit, skrng masih sakit sih tapi pengen up. Krn kangen sama Basmal dan Princess.

'PRINCƏSS (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang