Tidak terasa, sudah tiga bulan berlalu pernikahan Basmal dan Cece. Tidak ada pertengkaran, semua nampak baik-baik saja. Namun tidak ada perkembangan dari pernikahan keduanya, semua masih sama seperti dulu.
Baik Basmal dan Cece sama-sama menjalani perannya sebagai suami istri dengan baik selain dengan berhubungan intim tentu saja. Ohh tidak, bahkan Basmal belum pernah berkonfak fisik sangat intim seperti berpelukan, berciuman apalagi.
Saat ini keduanya menghadiri resepsi pernikahan sepupu Basmal. Cece nampak cantik dengan kebaya berwarna crem yang membuat dirinya semakin angun. Tak lupa polesan make up diwajahnya terlihat semakin cantik. Sementara Basmal menggunakan tuxedo hitam menggandeng tangan Cece menemui keluarganya.
Semua keluarga nampak bahagia saat keduanya datang, Xabiru mengucap syukur saat melihat kebersamaan Basmal dan Cece.
"Woilaaahh,,, penganten baru dateng, wah..." Arnold menepuk pundak Basmal yang dibalas senyuman singkat oleh Basmal.
Cece melepas genggaman tangan Basmal, ia ditarik oleh Sarah istri Xabiru untuk menemui kerabatnya yang lain. Sementara Basmal diseret oleh Arnold bergabung bersama dengan sahabatnya yang lain.
"Hei, lihat siapa yang dateng gengs??" Teriak Arnold heboh
"Woww,,, penganten baru, wuiii..." Dion dan Safir berteriak tak kalah heboh. Basmal hanya menggeleng karena sikap mereka.
Sementara dilain tempat yang tak jauh dari posisi Basmal. Cece menghampiri para ibu-ibu sosialita yang ia yakini masih kerabat Basmal. "Kenalin, ini istrinya Basmal". Sandra memperkenalkan Cece dihadapan kerabatnya.
"Wah Cece cantik banget," Irish saudara orang tua Basmal mengelus tangan Cece. Memang benar, Irish tidak bohong mengatakan Cece cantik.
Cece tersenyum "Terimakasih tente".
"Kamu sudah menikah berapa lama dengan Basmal??" Tanya Tesa sarkasitis sembari menyesap minuman ditangannya
"3 bulan tante".
"Sudah isi belum???" Tanya Tesa kembali membuat wajah Cece menjadi pias. Cece tidak suka dengan pertanyaan ini, pertanyaan ini seakan menamparnya. Menampar situasi rumah tangganya yang benar-benar jauh dari kata harmonis dan tidak ada hubungan intim. Sarah yang paham akan pertanyaan sensitif yang ditanyakan oleh Tesa mengelus pundak Cece.
"Cece sama Basmal baru nikah 3 bulan, masih baru, mau pacaran dulu, aku dulu sama mas Xabiru juga sampe 6 bulan baru hamil". Sahut Sarah.
Cece terdiam, menulikan telinganya mendengar ocehan ibu-ibu yang membahas kehamilan dan anak. Cece hanya tersenyum tipis sebagai tanggapan, selebihnya Sarah dan Irish yang memberi jawaban. Ia enggan memberi jawaban, karena takut salah, jadi jalan amannya hanyalah diam.
"Saya pamit ambil minum dulu". Kata Cece beralasan
"Hah?? Ya ampun... iyaa sayang, gihh ambil minum dulu". Sahut tante Iris membuat Cece perlahan menjauh dari situasi kurang nyaman itu.
Cece meneguk kasar air putih didepannya hingga tandas.
"Gimana rasanya malam pertama bro???" Arnold mengedipkan sebelah matanya menggoda Basmal.
"Yaa gitu". Sahut Basmal ogal-ogahan.
Cece terdiam mendengar suara Basmal dibelakangnya, bersama dengan sahabatnya. Basmal dan para sahabatnya tidak akan melihatnya karena posisi mereka yang membelakanginya.
"Kok gak semangat jawabnya??? Ohh karena udah lebar ya lubangnya???" Suara lain kembali terdengar ditelinga Cece membuat wajahnya pucat pasi.
"Hahaha,,,, sialan lo yon, tapi kasian juga lo bro dapet barang bekas, tapi masih ngejepit ngak tuh??"
Tangan Cece bergetar, lehernya tercekat, rasanya lututnya lemas, ia tidak sanggup mendengar lebih lanjut pembicaraan Basmal dan sahabatnya, ia memilih berjalan tertatih-tatih meninggalkan tempat itu secara perlahan.
Rasanya nafasnya sesak, terhimpit, hatinya sakit teramat sangat, Cece mengedipkan matanya berusaha menghalau air mata yang berlomba-lomba ingin keluar.
Dengan seluruh tubuh gemetar, Cece berjalan keluar dari gedung menyetop taksi dengan cepat lalu masuk kedalamnya. Ia tidak mampu lagi berada disana.
Cece menangis dalam diam di atas taksi melihat keluar jendela dengan tatapan kosong namun fikirannya sangat ramai berisi kata-kata menyakitkan yang dilontarkan oleh sahabat Basmal. Dan Basmal sama sekali tidak bersuara apapun saat sahabatnya menghinanya.
"Omongannya dijaga" Kata Safir kesal melihat Doni dan Arnold yang sudah kelewatan.
Dion berdecak "Ck, orang Basmal nggak komplain, tapi, serius uda longgar nga Bas??"
"Hubungan intim nga harus diceritakan sama kalian kan?" Sahut Basmal cuex. Ada perasaan marah saat kedua temannya berkata tidak senonoh soal Cece.
"Wooo... iya sihh... tapi lo udah begituan belum?" Tanya Arnold penasaran
"Heh.. budek, lo kaga denger tadi Basmal bilang hubungan intim nga harus diceritakan". Safir bersuara karena sudah amat kessal dengan Arnold dan Dion.
Arnold dan Dion tertawa sementara Safir sangat gondok melihat keduanya. Basmal masih terlihat santai, membuat Safir gemas ingin menonjok wajah Basmal kembali. Suami mana yang tidak marah jika istrinya dikatakan seperti tadi? Sepertinya Basmal sudah sinting.
Sarah menghampiri Basmal "Bas, kamu lihat Cece?"
Basmal refleks berdiri, melihat keseliling "Bukannya sama mbak??"
Sarah menggeleng "Tadi pamit ambil minum,"
Basmal segera mengambil telfhone di saku celananya, menghubungi Cece namun belum diangkat. Hingga panggilan keempat, Cece mengangkatnya "Kamu dimana??" Tanya Basmal sarkas
"Dirumah, saya sakit perut". Sahut Cece diseberang sana membuat Basmal bernafas lega. Namun, belum sempat Basmal kembali bertanya, Cece langsung memutuskan sambungan sepihak.
"Gimana??? Cece dimana Bas??" Tanya Sarah khawatir, pasalnya dari tadi menanyakan hal-hal sensitif pada Cece, ia takut Cece menjadi kepikiran dan sakit hati.
"Dirumah, Cece pulang lebih dahulu karena sakit perut" Jawab Basmal.
"Oh, yaampun yasudah, mbak hanya khawatir, kalau gitu mbak kesana dulu, kamu segera pulang ya Bas, belikan obat buat istrimu"
Basmal mengangguk singkat melihat kakak iparnya sudah menjauh mengampiri kakaknya. Basmal sedikit heran, pasalnya tadi Cece baik-baik saja. Ahh tapi, jika dipikir-pikir sakit itu bisa datang tiba-tiba. Basmal kembali duduk mengobrol dengan ketiga sahabatnya.
______________
Jangan lupa vote dan komennya☺❤
KAMU SEDANG MEMBACA
'PRINCƏSS (END)
RomanceBasmal menikahi Cece (Princess) atas perintah kakaknya Xabiru, sementara itu ia tetap bermain gila dengan Melisa (wanita yang dicintainya). Perasaan enggan menyentuh istrinya lantaran ia sudah bukan lagi gadis membuat Basmal membuat jarak. Kemudian...
