"Ko aku ngak percaya banget ya sayang sama cowok yang katanya temen kuliah kamu itu, siapa sih namanya, ohh iya, si dompet digital itu".
Cece terkikik geli, Basmal semakin merengut kesal mengendus leher istrinya yang wangi. Saat ini mereka sedang tiduran dirangjang sembari menonton kartun kesukaan Princess.
"Sayang jangan ketawa,"
"Lucu banget kamu kayak anak bayi".
"Cowo kalau udah sama orang yang tepat emang kaya gini sayangku."
"Dana mantan pacar aku".
Basmal membelalak menatap Cece, "Serius???"
Cece mengangguk.
"Kok kamu mau sih, orangnya ga ganteng-ganteng banget loh, masih gantengan aku kemana-mana". Kata Basmal dengan PDnya. Yah, meski sedikit banyak ada benarnya.
Cece memutar bola mata, "Narsis sekali anda pak".
"Emang faktanya gitu loh sayang, pantesan itu si dompet digital sok akrab, sok tau, mana udah punya bini masih ada genit sama bini orang di depan suaminya. Minta di seleding itu orang".
"Dulu kamu punya istri tapi masih deketin cewe lain tuh".
Skak mat.
Astaga, langsung di ulti. Cece memang pendiam tapi kata-katanya agak-agak pedes kayak cabe rawit.
"Maaf sayang".
Cece mengelus tangan Basmal diperutnya menenangkan bahwa dirinya tidak apa-apa.
"Kamu masih cinta sama dia??" Tanya Basmal takut-takut.
Cinta? Cece menggeleng. Dulu, semasa awal pernikahannya dengan Basmal, ia memang masih belum bisa melupakan Dana. Tapi seiring berjalannya waktu, ia sudah melupakan Dana. Karena baginya, orang yang pantas ia cintai hanyalah suaminya. Oleh karenanya, dulu, ia membuka hatinya untuk Basmal.
"Jangan tinggalin aku sayang, aku bisa aja bersaing sama siapapun, tapi aku ga akan bisa bersaing dengan orang yang kamu cintai. Aku ngfak mau kehilangan kamu, aku takut banget kamu pergi ninggalin aku lagi".
"Aku di sini, ngak akan kemana-mana, selama kamu masih menginginkan aku."
"Selalu, aku selalu menginginkan kamu, cinta banget sama kamu istriku".
Cece tersenyum lalu menguap,lertanda bahwa ia mengantuk. "Tidur yuk, aku udah ngantuk".
"Yah, nggak mau ibadah dulu sayang?"
"Kan kita sudah solat isyak".
Basmal mengerucutkan bibirnya. "Ibadah memadu kasih, bercinta, meraih kenikmatan, me..."
Cece mengecup bibir Basmal gemas membuat Basmal terdiam kaku. Astaga, ia di cium. Cece tertawa geli melihat Basmal yang sekarang malu-malu bersembunyi di cekuk lehernya. Cece masih ingat gimana muka Basmal yang memerah.
"Kamu ngak cocok salting Basmal, kamu udah mau punya Basmal kecil".
_____________
Basmal terbangun saat ia mendengar istrinya muntah-muntah di kamar mandi. Basmal melihat jam masih menunjukkan pukul 03.35 belum masuk waktu subuh. Basmal menghampiri istrinya di kamar mandi, memijat lehernya pelan, hal yang selalu ia lakukan ketika istrinya muntah.
"Mual banget Basmal".
Basmal sedih saat melihat istrinya sudah lemas tapi masih terus saja muntah. Basmal memeluk tubuh istrinya dari belakang sesekali mencium kepalanya dan mengelus perut istrinya.
"Maaf sayang, sabar ya, aku ngak tega banget liat kamu muntah-muntah begini,"
"Gendong ke kamar Basmal, aku lemes".
Basmal dengan sigap membopong istrinya ke kamar, membaringkan istrinya dengan hati-hati di ranjang.
"Mau makan sesuatu nggak??" Tanya Basmal sembari mengelus rambut istrinya.
Cece menggeleng lemas, "Mau dipeluk aja".
Kalau ini sih Basmal dengan segera akan menurutinya, dengan semangat empat lima Basmal ikut berbaring di samping istrinya memeluk istrinya dan mengelus perut istrinya yang menjadi kesukaannya sekarang.
"Basmal kecil manja banget sama kamu".
Basmal tekikik, senang. "Aku kan ayahnya sayang, aku seneng kalau kamu manja".
Cece menatap Basmal, "Bukan aku yang manja, tapi Basmal kecil".
"Ah masak sih??? Tadi yang minta di peluk siapa? Perasaan mamanya deh".
Cece merengut, "Itu karena Basmal kecil yang mau".
"Oh jadi bundanya nggak mau??? Hmm oke deh". Basmal melepaskan pelukannya membuat Cece semakin kessal memukul dada dan lengan Basmal.
"Kamu jahat,"
"Hahaha, maaf sayang, ututututu sini sini aku peluk, iya iya Basmal kecil yang manja, Basmal kecil yang mau dipeluk." Ujarnya dan kembali memeluk istrinya gemas. Wanita dan segala gengsinya memang membuat Basmal geleng-geleng. Tapi, dia sangat bahagia.
"Basmal kecil mau apa lagi?? Mau di jenguk nggak sayang?"
"Sembarangan, mana bisa Basmal kecil di jenguk,". Ujar Cece sembari mengendus wangu tubuh Basmal yang sekarang Basmal kecil sukai dan juga ia sukai. Hahaa
Basmal terkikik, "Bisa dong, mau di jenguk ngagk???"
"Caranya???"
"Bercinta".
Cece mencubit perut Basmal gemas, "Pikiran kamu isinya itu terus".
"Mau nggak di jenguk? Basmal kecil pasti seneng banget loh sayang".
"Yang ada kamu yang seneng".
Basmal tertawa, astaga istrinya sangat menggemaskan. Ia langsung mengecup bibir istrinya, ia menginginkan istrinya setiap saat, selalu. Cece tersenyum saat Basmal berkali-kali mengucapkan kata cinta ketika mereka melakukannya.
_______________
Jangan lupa vote dan komennya yaaa yuhyyy makasii
KAMU SEDANG MEMBACA
'PRINCƏSS (END)
Storie d'AmoreBasmal menikahi Cece (Princess) atas perintah kakaknya Xabiru, sementara itu ia tetap bermain gila dengan Melisa (wanita yang dicintainya). Perasaan enggan menyentuh istrinya lantaran ia sudah bukan lagi gadis membuat Basmal membuat jarak. Kemudian...
