Bagian 41 (21+)

36.2K 1.1K 15
                                        

Basmal mengeram tertahan saat ia merasa tubuhnya bergairah, dan sialnya lagi, ia juga melihat hal yang sama pada istrinya. Brengsek, siapa yang berani-beraninya meletakkan obat perangsang dalam minuman dirinya dan istrinya.

Dengan perasaan kesal, ia menghentikan mobilnya didepan hotel. Sungguh, ia tidak sanggup jika harus menyetir sampai kerumahnya dengan keadaan seperti ini.

"Kenapa kesini??" Tanya Cece heran.

"Aku butuh air dingin sayang, ayo turun."

Cece nemilih menurut mengekori langkah Basmal yang begitu tergesa-gesa menuju reseptionis. Setelah Basmal memesan kamar, Basmal segera menarik pergelangan tangan istrinya yang sudah gelisah dengan wajah memerah.

"Basmal, saya.. shhh... saya gerah". Cece mulai berusaha melicuti pakaiannya membuat Basmal semakin pening bukan main.

Basmal terlihat mondar mandir kesana kemari berusaha meredakan gejolak birahi dalam dirinya. "Aku ke kamar mandi dulu sayang". Ujar Basmal meninggalkan Cece....

Basmal mengeram marah saat ia belum juga bisa meredakan gairahnya padahal ia sudah begitu kedinginan.

"Sial,, brengsek, berapa banyak dosis obat yang dimasukin ke minuman gue, arghhh". Dengan perasaan kesal, Basmal keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya dengan gairah yang masih mengebu-ngebu.

Basmal tidak mampu menahannya lagi ketika ia melihat istrinya hanya menggunakan pakaian dalam duduk dilantai dengan kondisi bersimpuh meraba tubuhnya sendiri. Cece menatapnya sayu, membuat Basmal menghampiri Cece mengangkat tubuh indahnya keatas ranjang.

"Panas Bas.... emmmmm".

Basmal melumat bibir Cece penuh nafsu, ia mengigit pelan bibir bawah Cece membuat Cece membuka mulutnya, Basmal mempermaikan lidahnya dengan lidah Cece sementara tangannya sibuk membuka pengait Bra milik istrinya.

Ciuman Basmal beralih menuju leher Cece mengecupnya dan memberikan tanda kemerahan disana.

"Arghhh,,,".

Cece melenguh saat Basmal meremas bagian dadany asesekali memilin puncaknya. Sungguh Cece benar-benar tidak waras. Ia ingin mengatakan berhenti, tapi tubuh dan bibirnya justru mendesah.

Basmal kembali mencium bibir Cece, mengecupnya mesra. Basmal menatap wajah Cece yang terpejam dengan deru nafas memburu sama seperti dirinya. Tangan Basmal beralih meraba bagian sensitif milik istrinya dengan lembut dari luar celana membuat Cece bergelinjang kegelian.

Dengan perlahan, Basmal bangkit dari atas tubuh Cece, ia memandangi sekali lagi tubuh istrinya yang begitu sexy menggoda berbaring pasrah. Basmal mengelus paha istrinya sesekali mengecupnya lalu perlahan ia membuka celana dalam istrinya dan membuangnya ke sembarang arah, begitu pula handuk yang terlilit dipinggangnya yang ikut ia lepaskan.

Basmal kembali berada diatas tubuh Cece melumat bibir Cece yang sudah membengkak dengan jari-jari yang bermain-main diarea sensitif milik istrinya, menusuknya dengan lembut dan tempo lambat membuat istrinya meliuk-liuk dibawah tubuhnya.

"Mhhh sttt Basmal..."

"Iya sayang.."

"Emhhh mau pipiss..."

"Keluarin sayang..." ujar Basmal semakin mempercepat kocokan jarinya sesekali mengecup dahi istrinya penuh sayang.

"Arghhhh...". Cece melenguh saat pelepasannya datang. Basmal mengeluarkan jari-jarinya, lalu ia bangun melebarkan paha istrinya dan dia berada diantara paha istrinya.

"Aku mau kamu, aku ngak tahan, maaf sayang". Ujarnya mesra menatap wajah istrinya yang menatapnya sayu. "Aku cinta banget sama kamu, sayang banget".

Basmal mengarahkan miliknya menuju area sensitif istrinya.

"Mhhhh....". Cece meringis

"Rileks sayang,". Ujar Basmal kembali mendorong miliknya yang sudah mulai masuk setengahnya. Ia menariknya perlahan, lalu mendorongnya kembali hanya sebatas setengahnya. "Arghhh... enak banget". Desah Basmal.

"Ahhhhhhh......."

Basmal melumat bibir Cece saat ia mendorong miliknya dengan keras hingga terbenam seluruhnya. Demi apapun, miliknya terasa dicengkram begitu kuat dan diremas-remas dengan nikmat.

Setelah Cece merasa tenang, ia kembali menarik miliknya perlahan, lalu mendorongnya dengan pelan.

"Bas... mmmhh ".

"Ya... sayanghh".

"Terus,,,,, ahhh,,, lebih cepat".

Basmal tersenyum menuruti permintaan istrinya dengan mengeluar masukkan miliknya dengan cepat, "Bilang kamu mau apa sayang...hahh ahhh".

"Faster....".

"Yes Princesss..."

Basmal semakin menghila menghujam istrinya yang terlihat semakin cantik dengan wajah sexynya. Tubuh keduanya sudah basah dengan keringat, ohh tuhan, sungguh, ini adalah malam terindah dalam hidup Basmal. Betapa ia sangat mencintai wanita yang mendesah didalam kukungannya saat ini.

"Arghhh aku keluar sayang...." Basmal menekan miliknya dalam-dalam mengeluarkan spermanya memenuhi rahim wanita yang ia cintai.

"Aku sayang banget sama kamu". Ujar Basmal lirih dengan nafas tersenggal. Ia mengecup kening istrinya penuh sayang.

"Makasih yaa...".

Cece diam tidak menjawab, ia memejamkan matanya karena lelah dan bingung dengan dirinya sendiri.

"Aku mau lagi,,," Ujar Basmal membuat Cece mendelik.

Dan kembali terjadi penyatuan tanpa henti yang membuat Basmal begitu kesetanan menggagahi istrinya. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membuat istrinya hamil. Ia akan memanfaatkan ini sebaik mungkin.

_____________________
Jangan lupa vote dan komennya ya.. Makasi❤

'PRINCƏSS (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang