"Wait Princess,,,". Pradana meraih pergelangan Princess namun langsung ditepis begitu saja oleh pemiliknya.
"Aku bisa jelasin".
Cece tertawa sumbang, "Jelasin?? Jelasin apa?? Kamu yang pamit pergi dan nggak ngabarin aku sama sekali setelah sebulan kamu pergi, atau kamu yang sudah menikah??"
"Kamu ngak perlu minta maaf, semuanya sudah berlalu". Lanjut Cece.
"Ngak, semuanya belum selesai."
"Bagi saya semuanya sudah selesai,". Cece tersenyum pedih menertawakam dirinya.
"Saya sudah mirip orang bodoh menunggu kamu bertahun-tahun, menunggu kamu kembali sesuai janji kamu yang akan kembali setelah perekonomian kamu membaik dan pantas bersama saya. Padahal, saya lebih suka hidup sederhana tapi selalu bersama kamu. Tapi, itu dulu, dulu sekali. Sekarang saya sudah benar-benar menganggap kamu nggak ada".
"No no no Princess, maaf, maafin aku, aku nggak bermaksud..."
Cece mengangkat tangannya seolah ia meminta Pradana berhenti berbicara, "Saya pusing dengerin kamu ngomong, tuh istri kamu dan anak kamu sudah menunggu disana. Saya juga akan menemui suami tercinta saya".
Cece segera pergi meninggalkan Pradana yang menegang kaku saat Cece menyebutkan suami tercinta.
Sementara Cece bergidik saat ia mengingat dirinya baru saja mengucapkan suami tercinta. What?? Suami Tercinta?? Ia mendadak mual, arghhh cinta dari mananya??
"Astaga Basmal apa yang kamu lakukan". Cece terpekik kaget saat melihat Basmal membawa paper bag yang begitu banyak ditangannya.
"Bantuin kamu belanja sayang".
Cece menepuk jidat.
"Kenapa?? Udah selesai belanjanya?? Capek nggak?? Mau makan dulu??"
Cece mendesah lelah, "Udah, kita pulang, tapi mampir dulu di warung mie ayam kemaren, saya laper pengen makan mie ayam".
"Oke sayang".
________________
"Kamu belanja apaan sih". Tanya Cece sembari meminum jus kacang hijau ditangannya, sembari melirik Basmal yang terlihat fokus mengemudi.
"Baju dinas sayang".
"Baju dinas?? Kamu tau sendiri kan, saya pengangguran".
Basmal tertawa gemas dengan istrinya, "Aku beliin kamu lingrie, celana dalam sama bra dan pakaian juga sih, aku jamin kamu pasti suka".
Cece tersedak. Apa?? Membelikan ia lingrie, celana dalam dan bra katanya?
Basmal menyodorkan tisu yang langsung diterima oleh Cece.
"Pelan-pelan minumnya sayang".
"Kamu kenapa malah beliin saya begituan, kamu ngak malu sama pegawai perempuan disana?"
"Nggak lah, kenapa harus malu? Paling tadi cuma ditanya buat siapa, ya aku jawab aja buat istri aku berdinas".
Sumpah, rasa-rasanya Princess ingin menjedotkan kepala suaminya ke setir kemudi, mencekik suaminya dan memukul bibir suaminya.
"Aku beli warna merah, cream, hitam, yaa pokoknya warna yang kamu suka, aku yakin kamu pasti cantik banget dan seksi banget sayang. Jadi nggak sabar liat kamu cantik pakai baju dinas bareng aku".
Allahuakbar, "Mesum banget kamu".
"Sama kamu aja sayang".
Cece berdecih tidak percaya, "Saya barusan bertemu Melisa dan anaknya".
Basmal mendadak memelankan laju mobilnya sesekali melirik istrinya. "Kamu baik-baik aja?".
Cece menatap Basmal aneh, "Emang saya kenapa?? Ketemu dia ngak akan bikin saya mati. Tapi hebat sih, perempuan itu sudah memiliki anak, tapi saya yakin itu bukan anak kamu karena dia sudah menikah ".
"Ya BUKAN lah sayang, anak itu bukan anak aku". Ujar Basmal menekan kata Bukan. Ia bernafas lega.
"Kamu ngak cemburu???Tapi bagaimana jika ia benar-benar anak kamu??"
"Astaghfirullah, Allahuakbar, demi Allah sayang aku belum pernah begituan dengan melisa, gimana caranya aku bisa punya anak sama dia. Dan aku sama sekali ngak cemburu sama dia".
"Kamu yakin??".
"Yakin, kamu boleh lakuin apa aja sama aku kalau aku berani nyakitin kamu lagi".
"Oh jelas, kamu akan saya depak dari rumah saya. Cepetan Basmal, saya laper, kamu kenapa ngendarain mobil kayak siput sih".
_____________
Basmal menelan ludah menyaksikan istrinya yang sudah menghabiskan dua mangkok mie ayam, dan ini sudah mangkok ketiga. Astaga, kenapa istrinya bisa sebrutal ini, apakah memang terlalu lapar ya??
"Basmal...".
"Iya sayang??"
"Rambut saya tolong iketin, saya gerah".
Mendengar titah sang istri, Basmal segera berdiri mengambil ikat rambut yang istrinta berikan dan mengikat rambut istrinya dengan telaten. Sementara Cece tetap asik menikmati mie ayamnya dengan lahap.
"Basmal".
"Iya sayang??"
"Nanti mie ayamnya dibungkus juga ya, saya pengen di makan di rumah".
"Iya sayangku".
"Basmal".
"Iya cintaku, kenapa?? hem??" Basmal mengelap keringat diwajah istrinya dan duduk disamping istrinya menatap istrinya yang masih melahap mie ayam yang sudah tersisa separuh.
"Mie ayamnya lima bungkus yaa".
"Iya sayangku".
Cece meminum jus jeruk hingga tandas lalu mengusap perutnya yang benar-benar kenyang, "Basmal".
"Kenapa sayang??"
"Saya ga kuat jalan, kekenyangan".
"Nanti aku gendong,".
________________
Jangan lup vote dan komenny gengs.. makasiw... ❤ makasi udah membaca cerita aku.
KAMU SEDANG MEMBACA
'PRINCƏSS (END)
RomanceBasmal menikahi Cece (Princess) atas perintah kakaknya Xabiru, sementara itu ia tetap bermain gila dengan Melisa (wanita yang dicintainya). Perasaan enggan menyentuh istrinya lantaran ia sudah bukan lagi gadis membuat Basmal membuat jarak. Kemudian...
