1. Sekumpul Orang Aneh

379 25 1
                                        

"Apa yang bisa kalian jelaskan?"

Aku menatap layar komputer dan melirik dua anak disampingku. Apa yang kami lakukan sebelumnya? Aku hanya menyuruh mereka untuk tetap pada posisi mereka tanpa menyerang. Aku hampir saja terbunuh dan mengorbankan Inho sebagai tameng hidup. Jika perusahaan tahu, aku pasti sudah mendapatkan banyak hukuman dan ganti rugi dalam jumlah besar.

"Rami yang menembaki mereka!" Tunjuk Jea pada anak lebih besar darinya.

"Tapi Jea yang memukul semua orang." Rami menatap tajam pada Jea.

Apa mereka akan berkelahi di depan Ketua Vrans? Aku tidak sanggup melihat mereka berdua bertarung satu sama lain. Aku harus menghentikan keributan ini sebelum wajah Ketua Vrans menjadi begitu suram. Aku tidak mau membuat kerutan di wajah tampan ketua. Hatiku tidak bisa menerimanya menderita mendengar ocehan dua anak ini.

"Itu salahku! Harusnya aku menghentikan mereka lebih awal, maafkan aku." Aku menunduk dalam.

Beginilah jika menjadi perempuan yang memiliki jiwa yang amat besar.

"Itu salah mereka bertiga, hukum saja mereka. Beruntung perusahaan tidak tahu akan masalah ini. Uang kita pasti tidak akan turun! Kalian tahu keuangan kita sangat menipis. Apa kalian mau hidup seperti ini?" Tunjuk Zack pada kami bertiga.

Harusnya aku menyumpal mulutnya itu, memangnya siapa yang salah disini jika bukan dirinya? Alat komunikasi payah ini tidak bekerja! Aku tidak bisa mendengar arahannya dengan benar bahkan aku mendengar suara gemuruh seperti kawanan lebah. Jika saja posisiku lebih hebat darinya, kupastikan dia akan mendapatkan hukuman dariku. Sialnya kenapa dia yang ditunjuk sebagai wakil ketua bukan aku? Aku lebih kuat dan lebih hebat dari Zack. Menyebalkan, awas saja jika dia memotong gajiku bulan ini. Aku harus membayar uang kuliah semester ini.

"Kalian bertiga kembali ke kamar dan renungkan kesalahan kalian. Besok kita akan pergi ke perusahaan."

Perusahaan? Kita semua akan pergi ke tempat penuh sampah masyarakat itu? Apa ini akal-akalan ketua untuk membuat kami merasakan tekanan batin disana. Masalahnya bukan para petinggi melainkan pada para tim lain. Arghttt... Aku tidak mau melihat wajah angkuh mereka. Siapa yang mau berusaha dengan orang-orang itu? Mereka sering merendahkan kami karena tim kami adalah tim terbawah. Kuakui memang iya, tapi kami juga tim yang dibutuhkan perusahaan!

Memangnya mereka mau menerima misi untuk pergi menangkap anjing hilang, ular masuk rumah, pencuri, roh gentayangan, atau sebagainya? Semuanya kami yang kerjakan! Kami juga mengerjakan misi yang mereka tidak sukai, apa kami tempat sampah mereka? Perusahaan sialan!

"Rami, Jea. Pergilah tidur, besok kalian tidak perlu ikut kami, kalian harus pergi ke sekolah."

Jea dan Rami menatapku dengan pandangan mengejek. Apa mereka pikir aku akan takut?

"Aku tidak bisa, aku memiliki jadwal kelas besok." Aku tersenyum begitu manis pada ketua.

Kumohon, aku tidak ingin pergi ke perusahaan! Siapapun jangan biarkan aku pergi dan menemui kawanan monyet disana! Apa ini akan bekerja? Kuharap Zack tidak ikut campur masalah ini. Aku akan menghancurkan video gamenya nanti.

"Aku tidak membutuhkan alasan. Bukankah kau sedang mempersiapkan tugas akhir? Kau tidak perlu mengunjungi kelas lagi."

Tubuhku membeku seketika, bagaimana ketua bisa tahu? Apa dia melihat kamarku? Apa dia melihat semua data yang telah kusiapkan sedemikian rupa untuk tugas akhir? Aku menjambak rambutku, aku memang tidak memiliki kelas besok. Arghttt... Aku tidak punya alasan lainnya. Ketua Vrans menatapku dengan mata setajam elangnya itu. Harusnya aku tidak membuatnya marah, baiklah aku menyerah. Lagipula siapa peduli dengan perubahan?

"Tenanglah, Unnie! Kau pasti bisa mengalahkan mereka semua!" Jea tersenyum manis padaku.

"Tembak saja mereka!" Rami menunjukkan senjatanya yang mengkilap.

Aku khawatir jika mereka dewasa nanti, sepertinya dunia akan runtuh lebih cepat. Mereka justru membuat ku dalam masalah serius jika mengikuti saran dua anak remaja ini. Kapan mereka bisa membantuku untuk tidak pergi ke perusahaan? Aku akan membuat alasan masuk akal mengenai mereka. Mungkin menjaga Rami yang sakit atau mengantar Jea ke sekolah.

Aku sama sekali tidak ingin pergi ke perusahaan!

☠️☠️☠️

"Apa-apaan kalian ini!"

Pimpinan Lee melemparkan berkas kasus pada kami. Semua kertas berserakan di lantai seperti tidak ada gunanya. Sia-sia Zack bergadang semalaman untuk menyelesaikan laporan yang dibuang begitu saja pada kami. Memangnya Pimpinan Lee pikir, itu semua salah kami jika Inho mengalami patah tulang? Dia saja dengan percaya dirinya mencoba melindungiku dari musuh yang akan memukulku dengan besi. Aku tidak memiliki kesalahan disini. Aku sudah mencoba melindungi pria itu, tapi pria itu justru ingin melindungiku.

"Pimpinan Lee, saya rasa kita memiliki sebuah kesalahpahaman. Tuan Inho mencoba melindungi saya dari musuh dan membuatnya mengalami patah tulang. Saya sudah mencoba mencegahnya, tapi dia tetap pada pendiriannya. Anda bisa tanyakan pada Tuan Inho."

Kenapa kami yang harus mendapatkan bentakan dari Pimpinan Lee? Apa dia tidak paham dengan situasinya? Aku tidak salah, kami tidak salah.

"Sayangnya klien bukanlah Inho, aku menyuruh kalian membawa dokumen yang dibawanya. Untuk apa kalian terlibat langsung dengan Inho?"

"Kami sudah mendapatkannya, anda bisa melihatnya sendiri. Hanya saja di luar dugaan, beberapa orang mengancam nyawa kami semua. Kami tidak ada pilihan lain selain membawa Inho pergi bersama dokumennya." Ketua Vrans menatap sengit Pimpinan Lee.

Perusahaan juga tidak memberitahu bahwa Inho memiliki reputasi buruk di kalangan pengusaha lainnya. Bahkan orang-orang sangat tidak menyukainya. Untuk apa membesarkan masalah ini? Aku ingin pergi makan bersama Ketua Vrans. Kami jarang bisa bersama berdua, aku akan menghabiskan waktu bersamanya. Aku sudah muak di dalam kotak besar ini.

"Aku akan memblokir misi kalian dalam seminggu ini. Tidak akan ada misi untuk kalian, pergilah!"

Apa? Pemblokiran misi dalam seminggu? Apa-apaan itu? Bahkan kami juga mendapatkan dokumennya! Apa salahnya kami menyelamatkan target? Aku bersiap dengan kepalan tanganku, apa hasil kerja keras kami kemarin hanya dianggap seperti ini?

"Pimpinan Lee!"

"Ingat satu hal, kerjakan misi dan biarkan semuanya. Misi kalian hanya mengambil dokumen Inho, hanya itu!" Pimpinan Lee menatap tajam padaku.


Dasar kakek-kakek kolot!

☠️☠️☠️

Salam ThunderCalp! 🤗

Lantar cerita ini berada di Korea Selatan! Saya mengambil beberapa panggilan dan tempat, semoga kalian menikmati cerita ini!

Jangan lupa like, komen, dan share!

See you...

M I N O R ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang