7. Monster Lendir

118 20 0
                                        

"Apa kau punya pisau kecil?"

Aku tidak menyangka akan sebesar ini. Apa dia bos monster yang dibicarakan Zack? Tubuhnya begitu berlendir dan berwana hijau terang seperti neon. Dia mengeluarkan monster kecil dari dalam tubuhnya, berkali-kali sampai aku sadar dia seperti seorang ibu yang melahirkan banyak monster dari dalam tubuhnya. Aku harus menghentikannya sebelum gedung ini dipenuhi monster.

"Apa yang akan kau lakukan?"

"Berikan saja! Tunggulah disini, jangan pergi! Aku akan mengurusnya." Aku menerima pisau Yuki.

Aku ingin tahu apa lendir itu bereaksi pada tubuhku atau tidak. Aku berlari dan melompat ke arah bos monster. Target utamaku adalah dia! Monster lain bergerak mengikutiku dan mengepungku. Aku berada diantara para monster yang marah. Dimana jantungnya? Tanganku masuk ke dalam salah satu anak monster mengobrak-abriknya dan menemukan sesuatu yang berdetak. Ini dia.

Monster hancur dan berubah seperti air. Hanya itu cara satu-satunya untuk membunuh monster ini. Aku menatap  monster besar yang tidak bergerak. Apa dia tidak bisa menyerangku? Tanganku mencoba masuk ke dalam tubuhnya. Dia terlalu besar, aku memasukan setengah tubuhku dan menyelam. Ini seperti lautan air yang sangat bau. Aku menemukan jantungnya dan menusuknya secara membabi buta.

Tubuh monster mulai terlihat aneh, dia bergejolak dan membesar dengan sempurna.

Duarrr...

Tubuhnya meledak seperti bom air. Aku mengusap wajahnya yang dipenuhi lendir. Sesuai yang kuharapkan, aku tidak mengalami efek apapun. Ini lebih mudah menghadapi monster lainnya. Aku menarik satu persatu mobster yang terlihat mataku dan menusuk jantung mereka satu persatu. Ini sangat mengasikan dengan aroma menyegarkan ini.

Begitu menyenangkan membunuh mereka yang terus berdatangan tanpa henti. Aku melihat ke bawah. Para monster berangsur-angsur berdatangan. Aku harus kabur!

"Yuki, kau tidak apa-apa?"

Yuki menatapku dengan wajah wajah terkejut, dia melepaskan jas hitamnya dan memakaikannya padaku.

"Apa kau gila?" Tanyanya.

"Aku cukup gila. Terima kasih, sepertinya racunnya berefek pada pakaian juga." Pakaianku cukup rusak.

Padahal aku baru membelinya, sialan. Aku akan membunuh semua monster-monster ini malam ini. Bisa-bisanya dia membuat pakaianku rusak! Aku baru membelinya! Arghttt...

"Katakan pada mereka untuk mengirim bom kemari. Sepertinya para monster-monster ini tidak menyukaiku."

Aku berlari dan menusuk monster yang berdatangan. Berapa banyak monster di gedung ini? Apa puluhan? Apa ratusan?

"Mereka memasang bom di bawah. Setelah kita pergi mereka akan menyalakannya."

"Nyalakan sekarang!"

Kakiku menginjak jantung satu monster. Sepatu itu cukup kuat untuk masuk dan menghancurkan jantungnya.

"Apa?"

"Nyalakan sekarang!"

"Soora! Tidak mungkin, apa kau tidak waras?" Yuki mencengkram tanganku.

"Lepaskan! Tubuhku penuh dengan lendir, kau akan pingsan!"

Jika aku keluar, monster-monster ini akan ikut keluar bersamaku. Tidak ada cara lain selain menunggu bom itu meledak dibawah. Aku menatap ke bawah dan melihat monster-monster yang berdatangan lagi. Tidak ada waktu.

"Ikut aku!" Aku berjalan ke jendela dan merusaknya untuk kami melarikan diri nanti. Ini sangatlah tinggi.

"Kita harus pergi sekarang!"

M I N O R ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang