20. Bantuan Datang

85 19 0
                                        

"Kau ingin terus minum?" Tanya Beno memberikan gelas ke sepuluh.

"Aku ingin mengetes tubuhku saja, ternyata sulit membuatku mabuk."

Apa aku tidak memiliki batas minum? Bahkan aku tidak terpengaruh oleh racun atau obat tidur. Apa itu juga salah satu kemampuan regenerasi? Sepertinya organ dalamku tidak memiliki masalah berarti. Aku meminum minuman yang terakhir. Aku siapa bekerja!

"Soora, mereka sudah datang!"

"Katakan pada Rami untuk bersiap membidik. Aku akan mengarahkan keluar."

"Baiklah!"

Tubuhku bangkit dan berjalan sempoyongan ke salah satu kerumunan. Aku harus membuat mereka membawa ku pergi dari club ini.

"Hah..." Tubuhku menabrak salah satu dari mereka.

"Kau baik-baik saja?"

"Si-apa?" Aku terjatuh ke arah orang yang menolongku.

Sayup-sayup aku mendengar mereka berbisik-bisik dan membawaku pergi. Apa mereka semua pergi? Aku mengintip dan melihat orang-orang yang membawa tubuhku ke sebuah mobil.

Dorrr... Dorrr....

"Sial! Ayo, cepat pergi!"

Tubuhku terlempar ke dalam mobil begitu saja. Apa mereka tidak bisa lembut pada seorang wanita? Mobil bergerak cepat dengan suara tembakan dimana-mana. Seseorang memeriksa kepalaku dan menutup tubuhku dengan kain. Apa mereka ingin aku diperlakukan sebagai sebuah mayat?

"Kami mengikutimu!"

Baguslah! Aku menunggu beberapa saat di dalam mobil. Hanya suara mesin mobil yang terdengar. Aku tidak tahu apa yang mereka semua bicarakan tapi sepertinya mereka ingin segera membawaku ke tempat mereka.

Mobil berhenti dan tubuhku terangkat keluar. Aku bisa merasakan hembusan angin malam yang masuk dalam kulitku. Begitu dingin sampai buku kudukku meremang. Tempat apa ini?

Bau amis dan anyir darah menguar dari tempat ini. Tidak ada tanda-tanda orang lain selain kami. Tak ada teriakan atau hal lain selain bau busuk.

"Siapkan alatnya sekarang! Kita tidak punya waktu lagi. Kita harus mengambil organnya sekarang."

"Sekarang?"

"Hey! Bodoh! Kau tidak lihat tangkapan kita hari ini? Dia seorang wanita!"

"Lalu? Kita hampir saja terbunuh! Mereka akan tahu keberadaan kita, kita harus cepat mengurusnya dan pergi dari kota ini!"

"Sial! Kita baru saja mendapatkan wanita cantik!"

"Pikiran kalian sangat bodoh."

Kain terbuka bersamaan dengan tubuhku bangkit dan memukul salah satu dari mereka. Astaga, tempat ini lebih menyeramkan dengan banyak darah di lantai dan tubuh manusia di pajang di dinding. Organisasi gelap ini membuatku mual.

"Bunuh dia!" Teriak salah satu dari mereka.

Dorrr...

Darah? Aku melihat perutku yang mengeluarkan darah segar. Aku ingin tertawa saat mereka menembaki dengan seenaknya. Aku mengambil satu persatu peluru.

"Sialan! Dia bukan manusia!" Mereka mencoba berlari dariku.

Padahal aku masih ingin bermain-main tapi aku tidak boleh membunuh mereka.

"Jea datang!"

Bagus!

Aku berlari dan menarik dua orang langsung. Jea turun dari atas dan membawa tongkat yang siap memukul mereka semua.

M I N O R ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang