4. Kehidupan Dijalankan

132 17 0
                                        

"Hah..."

Aku menatap Ketua Vrans yang menyiapkan makanan untuk kami semua. Saat dia memotong sayur dan memasaknya begitu sangat indah. Bagaimana wajah tampannya begitu bersinar di bawah sinar matahari pagi. Aku merasa seperti seorang istri yang menunggu suaminya. Aku menggigit bajuku, untuk apa melihat pria lain jika Ketua Vrans saja sudah menjadi pria sempurna.

"Unnie! Aku ingin membeli hadiah untuk temanku. Hadiah apa yang bagus?"

"Apa seorang laki-laki?" Tanyaku pada Jea.

"Perempuan, sekolahku adalah SMP khusus perempuan sama seperti Unnie! Aku tidak memiliki teman laki-laki!"

Aku baru ingat Jea mengikuti jejakku, anak ini pasti sangat termotivasi akan kehebatanku. Aku memang sosok yang siapa saja pasti merasa kagum.

"Apa yang dia suka? Kau bisa membeli sesuatu yang dia sukai."

"Dia menyukai riasan, apa Unnie bisa menemaniku membelinya?"

Hah? Riasan? Anak kecil memakai riasan?

"Bagaimana dengan satu set pisau!" Usul Rami yang mengerikan.

Apa tidak ada pilihan lain selain pisau atau alat berbahaya lainnya? Usulan anak ini pasti akan sangat mengerikan. Apa dia juga akan mengusulkan Jea untuk membeli ular atau hewan menakutkan lainnya? Ulang tahunku dia memberikan katak beracun yang aku buang sebelum Ketua Vrans dalam bahaya. Aku tidak bisa membiarkannya terkena racun katak yang mematikan. Hatiku belum siap melihatnya jatuh sakit.

"Belikan saja uang, anak zaman sekarang lebih menyukai uang daripada hadiah." Zack ikut mengusulkan hadiah apa yang diberikan Jea untuk temannya.

Memang uang adalah hadiah paling terbaik diberikan kepada seseorang. Aku bisa menggunakannya dengan baik untuk membeli pakaian dan barang-barang yang kusukai.

"Benar, berikan saja dia uang. 500 won cukup untuk anak-anak seperti mu!" Aku menepuk baju Jea.

Jea tidak perlu membeli riasan untuk temannya, aku tidak akan membiarkan anak polos sepertinya mengenal sesuatu yang akan merusak wajah kecilnya. Anak ini harus tumbuh dengan sendirinya di usia yang sesuai. Jea sudah kuanggap sebagai adik kecilku yang harus dijaga sedemikian rupa. Aku mengenalnya saat melakukan misi di sebuah desa terpencil. Dia adalah target kami yang membunuh hewan ternak warga desa. Anak ini tumbuh sendiri dan hidup tanpa bantuan orang dewasa. Pada akhirnya kami memutuskan untuk menutup kasus itu dengan binatang liar sebagai kambing hitamnya dan membawa Jea pergi dari sana. Dia hidup dengan baik bersama kami. Berbeda dengan Rami, dia datang sendiri dan meminta pekerjaan.

Dia anak yang mandiri melebihi siapapun. Bahkan akupun tidak seperti Rami yang bisa berdiri di kakinya sendiri. Aku hidup bersama Ketua Vrans dan Zack sebelum mereka datang, mereka menemukanku dan membawaku ke rumah ini. Merawatku sejak usiaku 13 tahun sampai usiaku 22 tahun saat ini. Aku sangat berterima kasih pada mereka. Maka dari itu aku sangat membenci jika seseorang mengejek tim ini. Tim Inti bukanlah tim yang bisa mereka ejek atau hina. Aku akan menjadi orang pertama yang memukul wajah mereka. Aku akan memastikan mereka tidak bisa lagi mengeluarkan kalimat kotor dari mulut mereka.

"500 won terlalu sedikit! Berikan dia 1.000 won!" Zack melihat Jea yang kebingungan.

1.000 won? Untuk apa uang sebanyak itu?

"500 won saja, kau pasti tidak dekat dengan anak itu. Jangan percaya pada Zacky! Dia tidak bisa dipercaya!" Rami menghentikan Jea untuk mendengarkan Zack.

Anak SMP tidak mungkin membutuhkan banyak uang dirinya sendiri. Dia masih kaya dengan bantuan orang tuanya, berbeda dengan Jea yang mencari uang sendiri. Hidup itu penuh kerja keras. Beban hidup sangatlah banyak terutama anak-anak. Uang hanya akan membuat mereka terlena pada kehidupan yang singkat ini.

"Panggil aku dengan sopan! Aku lebih tua 10 tahun darimu!" Tunjuk Zack pada Rami.

"Zacky, aku tidak memiliki banyak uang. Bolehkan aku memintanya padamu?" Tanya Jea menjadi seorang kapitalis.

"Aku bukan kakakmu! Kenapa kalian tidak memanggilku dengan nama yang benar?" Zack berteriak marah.

Terserahlah, aku akan melihat wajah Ketua Vrans saja. Malam ini kami mendapatkan misi spesial. Aku harus berdandan secantik mungkin untuk pergi ke club. Mungkin saja Ketua Vrans akan melihatku sebagai seorang wanita. Aku menatapnya tanpa mengalihkan pandanganku. Bisakah dia melihatku sedikit saja?

"Unnie! Aku mendapatkan uang Zacky!!!" Jea melompat kegirangan.

"Tidak! Uangku!"

"Kau harus berbagi pada anak kecil!" Rami memukul kepala Zack dengan senjata apinya.

Semoga mereka diberikan tempat untuk saling menggigit di luar rumah ini. Mereka sangat mengganggu!

☠️☠️☠️

"Ben, tolong berikan minuman tanpa alkohol!"

"Kenapa? Kau tidak ingin minum-minum di bar ini?"

Aku menggeleng lemah, aku bisa saja menghabiskan waktu dengan minum sesuatu tapi bukan itu yang kuinginkan saat ini. Aku harus menyelesaikan tugas yang diberikan ketua. Aku sangat sedih saat dia tidak melihat penampilanku saat ini. Apa gaun ini tidak cantik baginya? Aku sudah berdandan dan memakai pakaian dewasa. Apa dia mengira aku masih anak kecil? Aku sudah dewasa! Umurku sudah mencapai 22 tahun!

Aku mengibaskan rambut merah muda palsuku. Hari ini aku ingin menyelesaikan tugas ini secepat mungkin dan minum alkohol sangat banyak!

Arghttt...

"Dimana Lauren?" Aku membawa minuman dari Beno dan memberikan obat tidur di minumannya. Targetku adalah pria tua. Berbeda dengan Inho yang masih sangat muda dan tampan. Aku harus berurusan dengan pria dari pejabat negara. Aku harap dia tidak menyentuhku, aku akan memukul ****.

"Dia sudah pergi lebih dulu, datanglah ke ruangan VVIP."

"Baiklah, terima kasih. Aku akan kembali nanti, tolong siapkan banyak alkohol untukku."

"Dengan senang hati." Beno tersenyum padaku.

Jadi, dimana mereka menempatkan seseorang yang harus aku tangkap. Kenapa para pejabat negara senang sekali kabur ke tempat ini? Semua orang menari-nari dengan sangat baik di bawah lampu-lampu yang temaram. Aroma alkohol dan aroma rokok saling memenuhi tempat terkutuk ini.

Tempat ini sangat cocok untuk menghibur diri. Aku membuka pintu ruangan VVIP. Lauren sudah menungguku di samping seseorang yang menjadi target utama malam ini.

"Siapa dia?"

"Dia adalah wanita paling diincar, apa anda menginginkannya Tuan Oh?" Tanya Lauren dengan senyuman mematikannya.

"Berikan dia, siapa namamu?" Tanya Tuan Oh melihatku dari atas ke bawah dengan tatapan menjijikkannya.

Beberapa detik lagi, aku akan menangkapmu dan membuat matamu itu tidak bisa lagi menatapku dengan cara seperti ini lagi. Aku tersenyum dan mendekatinya tanpa ragu.

"Nama saya, Sua."

☠️☠️☠️

Salam ThunderCalp!🤗

Jangan lupa like, komen, dan share!

See you...

M I N O R ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang