Ini semau salah Inho.
Aku meminum alkohol sampai menghabiskan beberapa botol. Apa mereka tidak memiliki alkohol dengan kadar lebih tinggi? Aku melirik Inho yang sudah tidak berdaya di sampingku. Karena pria ini aku harus menghapus semua rencanaku untuk bersenang-senang. Mereka pasti mengabiskan waktu bersama tanpaku. Sejak peledakan monster, Inho menarikku kemana saja dan tanpa henti menyombongkan semua aset kekayaannya.
Dia memang seorang pengusaha hebat. Kuakui bahwa dia pria kaya raya dengan harta melimpah. Aku membawa tubuh Inho yang tidak sadarkan diri. Memapahnya ke kamar miliknya, beberapa orang berjaga dan menjaga kami dari belakang. Aku harap mereka tidak berpikiran macam-macam padaku.
"Hah..."
Kenapa tidak ada laki-laki yang tahan minum? Aku membuka jendela dan melihat Inho yang tertidur pulas. Apa aku melarikan diri saja? Sepertinya jika aku keluar dari pintu para penjaga Inho akan bertanya-tanya kenapa aku keluar lebih dulu. Pasti pikiran mereka akan mengarah ke sana.
Semua pria pasti memikirkan hal sama. Aku melepaskan sepatu hak tinggiku dan menutup jendela lagi. Sampai jumpa lagi, aku tidak akan pergi dengan Inho lagi! Aku melompat ke balkon lain dan terus melakukannya. Berapa banyak yang harus kulewati untuk sampai ke bawah?
Tubuhku melompat bersamaan dengan seseorang yang keluar dari dalam kamar. Ini pasti akan menyakitkan.
Brukkk...
"Arkk..."
Lututku sangat sakit, kenapa orang ini harus muncul di saat aku melompat?
"Yuki?"
Yuki menatapku dan memalingkan wajahnya. Kenapa dia bisa berada di tempat ini? Aku berdiri dan melihat kamarnya, apa Tim Satu menginap di tempat Inho? Penginapan ini memang luar biasa hebat.
"Kenapa kau bisa disini?" Tanyanya tanpa mau melihatku.
Apa aku menakutinya?
"Aku melarikan diri." Aku menengok ke bahwa. Kurang beberapa balkon lagi dan aku bisa pergi ke kamarku. Ini sangat melelahkan, besok kami harus kembali pada kenyataan hidup.
"Hey! Apa kau melihat handphoneku?"
Yuki menutup tubuhku dengan tubuhnya, siapa yang datang? Aku mengintip dan melihat pria berambut biru panjang sedang berjalan ke arah kami. Kenapa harus dia? Aku tidak menyukai apapun padanya. Jujur saja wajah sombongnya membuatku muak.
"Aku tidak tahu!" Jawab Yuki cepat.
"Hah... Siapa itu? Apa kau membawa wanita ke kamar?"
"Bukan urusanmu!"
"Baiklah, sepertinya aku mengganggu kalian. Jika kau melihat handphoneku berikan padaku." Dia berbalik dan keluar dari kamar Yuki.
Hampir saja aku mendapatkan masalah jika bersama pria ini! Aku mendorong tubuh Yuki untuk menjauhiku. Kali ini aku tidak bisa berlama-lama bersamanya, sayang sekali aku tidak menjahilinya. Aku sangat lelah dan ingin cepat tidur saja. Besok aku harus melewati sebuah neraka.
"Sampai jumpa, Yuki!" Aku melambaikan tangan dan turun ke bawah.
Dimana arah resort kami?
☠️☠️☠️
"Hoekkk..."
Aku menutup mulutku melihat kapal yang akan kami naiki. Belum apa-apa rasanya semua isi perutku bergejolak lagi. Apa aku akan selamat sampai tujuan? Aku tidak bisa membayangkan berada di dalam kapal dengan keadaan penuh dengan aroma laut.
"Hoekkk..."
"Anak ini! Minum obatmu!" Zack melemparkan botol anti mabuk.
Obat ini hanya membuatku tidur di kapal. Tidak masalah jika hanya tidur, itu lebih baik daripada mabuk dan mengeluarkan isi makananku. Aku tidak tahan lagi! Aku meminum dengan cepat dan masuk ke dalam kapal. Aku akan tidur sampai ke seberang!
"Unnie! Tidurlah disini!" Jea menepuk tempat duduk yang dia sulap menjadi tempat tidur dadakan.
"Kami akan menjagamu!" Rami mengangkat senjatanya.
Apa yang akan mereka lakukan? Kepalaku sangat pusing dan berat. Aku tidak akan menerima misi dalam bentuk apapun untuk beberapa hari ke depan. Sama sekali tidak akan!
Brengsek! Brengsek!
"Hoekkk..."
Dorrr... Dorrr...
Aku akan mengutuk perusahaan! Aku baru saja sampai ke daratan dan tiba-tiba sebuah misi menanti kami untuk diselesaikan hari ini juga. Aku menahan gejolak dari dalam perutku. Kenapa harus menghadapi para orang-orang sampah ini?
"Rami... Kau... Melihat Jea?" Tanyaku sembari memuntahkan isi perutku.
"Dia pergi bersama Zack ke mobil, sepertinya mereka berhasil mendapatkan barangnya."
Kenapa kami harus mencuri dari pencuri? Apa hebatnya baru berwarna itu? Kenapa orang-orang suka selain menghamburkan uang untuk membeli sebuah batu yang bentuknya sangat aneh? Apa itu batu kerikil besar?
"Bagus! Ayo, pergi!"
"Unnie! Mereka mengejar mobil."
Apa? Dimana motorku? Aku menarik tubuh Rami untuk berlari ke arah motorku. Kami harus memotong jalan mereka. Dimana mobil itu? Aku mempercepat kecepatan motorku dan menyalip beberapa mobil. Rami menyiapkan senjatanya di belakang. Dia mengarahkan ke mobil yang berhasil kami salip.
Dorrr... Dorrr....
Brakkk...
Mobil mereka berhenti dengan dua ban pecah. Apa mereka masih mengejar kami? Aku mempercepat motor dan menyejajarkannya ke samping mobil.
"Bagaimana Zack?" Tanyaku setengah berteriak.
"Ada tiga mobil dari belakang."
"Soora, kami akan melewati jalan pintas. Arahkan mereka ke jalan lain."
Aku mengangguk pada Ketua Vrans, jika hanya mengarahkan mereka aku mudah melakukannya.
"Rami dimana mereka?"
"Di belakang kita."
"Lemparkan bom asap!"
Rami menggigit satu bom dan melemparkannya ke belakang. Bomnya meledak memberikan asap ungu yang sangat pekat. Itu cukup untuk mengaburkan pandangan mereka beberapa menit. Aku harus membawa mereka ke jalan lain, jika menembak di tempat ini kami akan membunuh orang-orang yang tidak bersalah.
Aku bisa mendapatkan banyak masalah dari perusahaan.
Dorrr... Dorrr...
Motorku meliuk-liuk menghindari tembakan dari mobil-mobil di belakang. Jalanan ini cukup sepi aku melajukan motor dengan sangat cepat sampai tidak ada lagi kendaraan lain.
"Mereka semua mengikuti kita!"
"Lempar bomnya!"
"Apa tidak apa-apa?"
"Lempar saja! Disini sangat sepi!"
Rami mengambil satu bom besar dan melemparkannya ke jalanan. Jika bom itu diinjak, semuanya akan berakhir.
Duarrr...
☠️☠️☠️
Salam ThunderCalp!🤗
Jangan lupa like, komen, dan share!
See you...
KAMU SEDANG MEMBACA
M I N O R ( END )
AçãoPerusahaan Minor, perusahaan yang menangani semua kasus kejahatan. Mafia, penculik, pembunuhan, mata-mata negara, dan berbagai pekerjaan berbahaya lainnya. Tim Inti salah satu tim di Perusahaan Minor, tim yang berisi lima orang anggota paling ditak...
