6. Diantara Monster

123 19 0
                                        

"Kita berjumpa lagi Ketua Kang!" Aku menyapa Tim Satu yang tengah bersembunyi di semak-semak.

Apa mereka tidak masuk ke dalam? Apa kami perlu masuk lebih dulu dan mengorbankan nyawa kami? Aku melihat mereka yang terkejut menatapku. Apa mereka tidak pernah melihat wanita cantik sebelumnya? Aku menatap gedung kosong yang dikatakan. Bangunannya sangat tinggi dan terbengkalai. Menurut informasi dari Zack, bangunan ini adalah bangunan penelitian yang ditinggalkan. Jadi kupikir mungkin saja ada sebuah gagal yang hidup di tempat suram ini. Apa rencana yang akan kami lakukan?

"Soora, kenapa kau yang datang?" Tunjuk Ketua Kang padaku.

"Kalian meminta bantuan tim kami. Katakan apa yang terjadi?" Tanyaku sudah tidak sabar bergerak.

"Apa kau baru saja dari club?"

"Tahu saja." Aku melepaskan rambut palsu dan merapikan rambut hitamku.

Aku tidak perlu penyamaran dengan rambut ini lagi. Identitasku bisa terbongkar jika memakainya untuk kedua kalinya. Aku memiliki banyak stok rambut palsu dengan berbagai bentuk dan warna. Tapi ini paling berkesan, aku seperti seorang artis terkenal jika memakainya. Aku akan membeli model lain dengan warna yang sama. Aku membuang rambut palsuku sembarangan. Apa mereka semua akan diam memperhatikanku?

"Jadi jelaskan! Aku datang untuk membantu kalian, Ketua Vrans dan Rami akan segera datang. Aku harus tahu apa yang terjadi pada bangunan ini dan kalian yang meminta bantuan."

"Kami menemukan makhluk aneh, mungkin dia sejenis monster. Tubuhnya berlendir dan membuat salah satu tim kami mengalami luka."

Aku menatap salah satu anggota Tim Satu yang terkapar tidak berdaya. Ada luka aneh di tangannya, bahkan sangat aneh jika dengan itu dia bisa jatuh pingsan. Aku memeriksa tubuhnya dan mendapati bahwa perempuan ini mengalami keracunan. Siapa namanya? Jiha? Jinan? Cha Jinan! Dia pegawai baru yang disukai Zack.

"Bawa dia ke dalam mobil timku. Seseorang bisa mengobatinya untuk mendapatkan pertolongan pertama.  Bagaimana dia mendapatkannya?"

"Dia tidak sengaja terkena lendir dari monster itu." Jawab seseorang dengan rambut pirang. Dia orang yang tidak bisa minum itu.

Apa boleh buat? Aku tidak bisa membiarkan orang-orang terluka. Secara jika terkena lendir akan bernasib sama dengan Jinan. Itu sangatlah berbahaya untuk kami semua disini. Tanpa perencanaan, kami akan kewalahan. Aku melihat Ketua Vrans dan Rami, mereka harus tahu apa yang kami hadapi bersama.

"Ketua, kita dalam masalah serius. Ada monster aneh berlendir di dalam sana, dia bisa mengeluarkan lendir beracun yang bisa melumpuhkan kita. Bagaimana Zack? Apa dia sudah memeriksa gedung ini?"

"Kata Zacky, ada banyak lendir di dalam. Ada satu lendir besar di atas sana. Katanya kita harus membunuhnya lebih dulu." Rami bersiap dengan banyak senjatanya. Apa dia akan memakai semuanya hari ini? Apa dia ingin menghancurkan bangunan ini?

"Ketua Kang, apa ada lagi informasi yang bisa kami dapatkan?"

"Satu lagi, mereka tidak bisa kami bunuh dengan senjata api. Hanya dengan menghancurkan jantung utamanya mereka bisa mati."

Jika bukan dengan senjata api lalu apa? Tidak mungkin kami melakukannya dengan jarak dekat, keselamatan kami dalam bahaya. Tidak ada cara lain selain menghancurkan jantung mereka, aku butuh sesuatu yang tajam.

"Aku akan masuk lebih dulu, Ketua Vrans tunggu aku untuk memeriksanya. Karena kami tidak memiliki alat komunikasi, aku butuh seseorang dari Tim Satu. Siapa yang akan ikut bersamaku?"

Jika saja Zack memiliki alat canggih milik tim lainnya. Aku pasti akan pergi sendiri. Seseorang berdiri dan berjalan ke arahku. Laki-laki pirang ini, dia tidak kenal takut rupanya.

M I N O R ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang