Dorrr...
Kakek tua ini, kenapa dia lari dariku? Aku hanya perlu membawa tubuhnya ke atas pemakaman orang yang telah dia bunuh. Tapi, dia justru mati sekarang. Bagaimana aku membawanya pergi dari tempat ini? Aku harus membalutnya dengan kain putih dan menyeretnya keluar dari rumahnya.
"Unnie! Kau butuh bantuan?" Jea muncul dari jendela.
"Alihkan perhatian penjaga, aku akan pergi melewati pintu belakang."
"Baiklah!" Jea melompat turun dan akan membuat sebuah keributan memancing penjaga mengejarnya.
Pakaian asisten rumah tangga ini sangatlah menyusahkan, kenapa mereka membuatnya seperti ini? Kenapa tidak memakai celana untuk mempermudah pekerjaan? Aku menggendong tubuh kakek ini menuju pintu belakang. Tidak ada keluarga yang berada di dekatnya, hanya tinggal sendirian di rumah mewah ini dan menikmati semua harta milik korban kejahatannya. Pantas saja tidak ada yang mau tinggal bersamanya di rumah penuh bau busuk ini.
"Kau sedang apa?" Seorang penjaga menghentikanku.
"Aku ingin membuang sampah. Ini sprei tua tidak terpakai."
"Cepatlah kembali, ada penyusup di rumah ini!" Penjaga membukakan pintu untukku.
Aku mengangguk dan keluar segera. Aku harus lari dan menemukan mobilku berada. Dimana mereka?
"Soora!" Ketua Vrans melambaikan tangannya.
Disana rupanya!
Kenapa sangat jauh memarkirkan mobilnya? Aku perlu berjalan dan membawa mayat kakek ini menuju kesana. Apa mereka pikir aku seorang laki-laki perkasa? Jangan bilang mereka menganggapku seperti itu!
"Kau membunuhnya?" Tanya Zack membuka sprei.
"Tidak, aku hanya menembak bahunya dan memukul tengkuknya. Dia pasti hanya pingsan, lagipula misi kita hanya menemukan kakek ini dalam keadaan apapun. Dimana Jea dan Rami?"
"Mereka pergi menggunakan motormu. Sepertinya mereka dikejar."
Apa? Motorku? Siapa yang memakainya? Apa Rami? Kuharap bukan Jea, dia tidak bisa mengendarai sepeda motor besar milikku!
"Kita akan pergi!" Mobil berjalan cepat keluar dari kawasan elit ini. Aku menatap keluar jendela malam, apa motorku akan baik-baik saja? Jika mereka merusaknya aku akan meminta ganti rugi dalam jumlah besar.
Itu hadiah dari hasil kerja kerasku selama lima tahun. Aku harus menabung di samping untuk memenuhi kebutuhan pribadiku. Motor kesayanganku kuharap dia kembali dengan selamat tanpa lecet sedikitpun.
"Rami mengatakan dia berada di jalan pulang bersama Jea. Mereka selamat."
Apa motorku aman?
"Syukurlah, kita juga harus segera pulang. Soora, besok kita akan pergi ke Busan." Ketua Vrans melirikku dari kaca depan.
Busan? Untuk apa? Apa merencanakan liburan menyenangkan atau pergi menangkap ikan? Aku tidak menikmati liburanku di Pulau Jeju karena Inho. Tapi tidak dengan Busan! Aku akan pergi bersama tim ku dan menikmati wisata disana!
"Apa ini misi?" Tanyaku.
"Monster muncul disana, karakteristik sangat buruk, dia seperti kura-kura raksasa yang aneh. Dia seperti Godzilla, aku menemukan salah satu fotonya. Apa kau ingin melihat?" Zack memperlihatkan sebuah foto aneh.
Godzilla? Tapi kura-kura? Ini memang binatang super aneh dengan tempurung di belakang tubuhnya. Apa kami akan menangani monster ini? Sepertinya dia lebih buruk daripada kepiting laba-laba. Aku merasakan perasaan tidak enak. Apa kami harus pergi kesana?
"Kita akan pergi bertiga, Jea dan Rami memiliki ujian minggu ini. Kita akan bekerja sama dengan Tim Dua. Apa kau siap Soora?"
Jadi hanya kami bertiga? Hmm, aku akan membuang Zack di tengah jalan dan meninggalkannya sendirian. Aku bisa bersama Ketua Vrans tanpa ada yang mengganggu kami. Aku harus menyusun rencana sedemikan rupa untuk mengelabui Zack. Bagaimana caranya?
"Baiklah, ketua. Aku selalu siap bekerja, jadi kapan kita akan berangkat?"
☠️☠️☠️
"Hey! Soora, apa kau ingin mabuk lagi?"
Aku melihat Zack di depanku. Kenapa kami naik kereta? Aku sudah memikirkan rencana semalaman, kukira aku bisa meninggalkan Zack di pom bensin. Tapi nyatanya kami menggunakan kereta ini pergi ke Busan. Aku melirik Ketua Vrans yang tengah tertidur dengan sangat elegan. Bagaimana dia bisa mempertahankan posisinya dan terlihat begitu tampan? Aku menutup mataku sejenak, tidak masalah jika aku tidak bisa membuang Zack. Masih ada banyak kesempatan menanti.
"Soora? Kau disini juga?"
Apa? Aku mendongak dan menatap Ketua Kang yang membawa barangnya.
Jangan katakan bahwa dia akan pergi ke Busan? Aku melihat orang-orang di belakangnya dan benar saja. Semua Tim Satu berada di kereta yang sama dengan kami.
Sialan!
Aku harusnya sadar bahwa Tim Inti memiliki ikatan kuat dengan Tim Satu.
"Kami memiliki misi, kau sendiri?" Aku mencoba tersenyum.
"Kami juga, kami memiliki misi di Busan untuk menangkap monster air."
Apa? Benarkan! Arghttt...
"Kami juga, ternyata lebih banyak tim yang disertakan. Apa anda ingin duduk? Silahkan Ketua Kang!" Zack mempersilahkan Ketua Kang untuk duduk di dekat jendela.
Apa dia juga memiliki tempat duduk di samping kami? Ketua Kang tersenyum dan menaruh barang-barang di atas. Kenapa kami berada dalam situasi selalu bersama? Tidak apa-apa, masih banyak waktu untuk pergi bersama Ketua Vrans. Aku akan melarikan diri bersamanya jika situasi tidak memungkinkan. Aku melirik None yang duduk di sebrang tempat dudukku. Yuki dan Jinan juga berada di depannya bersama. Sungguh situasi ini sangat aneh, apa perusahaan tahu aku sedang bermasalah dengan mereka bertiga?
Kenapa menempatkan mereka semua disekelilingku? Aku merasa dunia ini tidak adil untukku. Lebih baik aku tidur dan bersandar pada Ketua Vrans. Bahunya sangat nyaman untuk membuatku terlelap dalam mimpi.
☠️☠️☠️
Salam ThunderCalp!🤗
Jangan lupa like, komen, dan share!
See you...
KAMU SEDANG MEMBACA
M I N O R ( END )
ActionPerusahaan Minor, perusahaan yang menangani semua kasus kejahatan. Mafia, penculik, pembunuhan, mata-mata negara, dan berbagai pekerjaan berbahaya lainnya. Tim Inti salah satu tim di Perusahaan Minor, tim yang berisi lima orang anggota paling ditak...
