35. Misi Terjauh

72 13 0
                                        

"Misi kali ini adalah misi terbesar kita. Kami sudah menemukan tempat penyekapan manusia yang Perusahaan Fabel culik dan dijadikan sebagai kelinci percobaan. Aku harap kalian bisa mengatasinya dan membawa semua orang yang selamat dari dalam sana. Apa kalian semua mengerti?" Tanya Pimpinan Lee.

"Ya!"

"Kalau begitu berhati-hatilah kalian semua. Misi kali ini akan menentukan rencana apa yang kita susun untuk membongkar kebusukan Perusahaan Fabel."

Aku mengangguk setuju, jika kami berhasil mendapatkan semua manusia yang di ujicobakan. Kami bisa melawan Perusahaan Fabel dalam hukum. Aku melihat wajah semua orang yang sangat tegang. Lawan kami bukanlah lawan yang akan mudah.

☠️☠️☠️

Kenapa tempat itu harus berada di Busan lagi? Aku jadi teringat peristiwa peledakan monster air dan membuat semua orang takut padaku. Aku memijat kepalaku saat semua orang berdiskusi mengenai rencana untuk masuk ke wilayah musuh. Aku melihat Tim Satu dan Dua yang saling bersitegang. Tim Tiga dan Tim Inti yang saling berjabat tangan. Tim Khusus yang telah pergi lebih dulu. Aku memilih duduk diam memperhatikan mereka. Sejujurnya, aku hanya ingin melihat lebih jauh hubungan ku dulu dengan Perusahaan Fabel. Siapa yang telah membuatku berada disana? Siapa yang mengurung sejak kecil di ruangan itu dan membuatku terjebak dengan pikiranku sendiri selama bertahun-tahun. Tidak mungkin aku disana dengan sukarela.

"Kau baik-baik saja?" Yuki mendekatiku.

"Tentu saja."

"Ada apa Soora? Katakan padaku jika sesuatu mengganggumu!"

"Aku hanya merasa misi kali ini sangat menakutkan. Kita bukan melawan monster, kita melawan manusia. Manusia lebih menyeramkan dari monster itu sendiri."

Perasaanku sangat gelisah saat kami semua menerima misi ini. Seperti sesuatu yang besar telah menunggu kami. Kemarin aku masih bersenang-senang melihat festival lampion. Tapi hari ini kami melakukan misi berbahaya. Aku meringkuk memegang kedua kakiku, aku tidak pernah takut untuk mati. Tapi aku takut pada orang-orang disekelilingku, semakin aku menyayangi mereka. Aku semakin takut kehilangan. Yuki menggenggam kedua tanganku dan menariknya untuk menyentuh pipinya.

"Tidak akan terjadi apa-apa! Semuanya akan baik-baik saja!"

Iya, semuanya akan baik-baik saja. Itu hanya perasaan takutku saja.

"Berjanjilah padaku! Kau harus kembali padaku, Yuki. Ada banyak hal yang ingin kukatakan padamu! Kau harus selamat!"

"Iya, tentu saja."

"Aku ingin menemui ibumu juga, pergi ke Jepang bersamamu, memakan memakan favoritmu, dan berjalan-jalan disana. Kau mau kan?"

"Aku akan pergi bersamamu! Apa kau ingin melamarku?" Tanya Yuki dengan senyuman aneh.

Aku memeluk tubuh Yuki, aku akan melamar laki-laki ini di depan ibunya. Aku harus menyiapkan cincin sepertinya. Apa aku harus membeli sesuatu untuk ibunya? Mungkin makanan Korea atau pakaian? Aku harus menyiapkannya sebelum pergi ke Jepang.

"Memangnya kau mau hidup denganku?" Aku mendongak melihatnya.

"Siapa yang akan menolaknya? Hanya orang bodoh yang tidak ingin hidup denganmu."

"Kalau begitu tetaplah hidup Yuki. Dengan begitu kau akan selalu hidup dengan Soora."

"Aku akan selalu hidup untuk bersamamu. Jangan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi! Ayo, aku harus tahu rencananya!" Yuki menggenggam tanganku untuk berdiri.

Bisakah kami tidak pergi saja?

☠️☠️☠️

"Soora! Kita akan bersama Tim Tiga akan menyelusuri jalanan di bawah. Kita akan menemukan jalan untuk menyelamat orang-orang yang telah di sekap."

"Baiklah!"

"Jea, Rami. Kalian akan bertugas melindungi Zack dan mobil untuk kita melarikan diri. Kalian paham?"

Mereka berdua mengangguk bersamaan. Jadi hanya aku dan ketua bersama Tim Tiga yang akan pergi. Itu lebih baik daripada membuat semua orang ikut dalam tim ini. Aku menyiapkan bom dan amunisi. Aku lebih menyukai melemparkan sesuatu untuk dibakar. Bagaimana dengan Tim Satu dan Tim Dua? Apa mereka akan baik-baik saja?

Aku keluar dari dalam mobil dan melihat Yuki yang pergi. Dia pasti akan baik-baik saja. Aku mengikuti arah langkah Ketua Vrans. Ada 10 orang dari Tim Tiga yang akan bersama kami. Aku berjalan di tempat terakhir untuk berjaga-jaga. Kenapa aku sangat ketakutan?

Kami melewati sungai dan masuk ke dalam gua gelap. Menurut informasi dari Tim Khusus kami bisa melalui tempat ini dan menggali lubang yang telah mereka tandai. Mereka sangat hebat kecuali Senior Myeongbin.

"Ini tempatnya! Kita mulai menggali sekarang."

Ketua Vrans mengomando semua orang. Aku masih berjaga-jaga dan mengamati tempat ini yang begitu gelap.

Duarrr... Duarrr...

Sebuah ledakan terdengar dari arah luar. Aku merasakan gua ini bergetar dengan hebat sampai bebatuan kecil berjatuhan dari atas.

Apa yang terjadi di atas sana?

"Zack! Laporkan!"

"Terjadi ledakan! Kami kehilangan semua kontak!"

Apa? Apa yang terjadi?

Apa yang harus aku lakukan? Aku sangat ingin melihat keluar dan memastikan keadaan semua orang.

"Soora! Fokus!" Teriak Ketua Vrans.

Aku menggigit bibirku dan menyingkirkan semua orang dari tempat penggalian. Aku akan menggalinya! Aku mengambil alat penggali mereka dan menggali secara brutal. Aku harus menyelesaikan misi dan membiarkan semuanya. Misiku adalah menyelamatkan orang-orang yang telah disekap hanya itu.

Dinding gua mulai runtuh perlahan. Aku melihat cahaya yang keluar dan suara keributan orang-orang. Tanganku meraih tanah dan menggalinya untuk melihat apa yang terjadi di dalam.

"Tolong! Tolong! Kebakaran!"

Apa ini?

Aku melihat ruangan ini yang dipenuhi orang-orang yang tengah menangis dan saling memeluk satu sama lain. Mereka hanya berteriak meminta bantuan pada orang-orang di luar sel mereka. Tidak ada yang akan mendengarkan mereka. Hanya ada api disana!

"Hey! Kami akan menolong kalian! Cepat lewat sini!" Aku berteriak dengan kencang.

Mereka menatapku dengan wajah begitu pasrah.

"Cepatlah keluar!" Teriakku lagi.

Semua orang berbondong-bondong keluar dari dalam tempat ini. Aku menarik salah satu orang.

"Dimana lagi?"

"Di atas! Ada banyak orang yang disekap disana."

"Terima kasih."

Di atas? Aku melihat Ketua Vrans yang membantu orang-orang. Aku tidak bisa membawa bom-bom dan senjata api ini. Aku hanya akan meledakkan tempat ini lebih lagi. Aku menarik tubuh Ketua Vrans. Hanya aku yang bisa lakukan.

"Ketua, bawa semua ini dan pergilah." Aku menyerahkan semua senjataku.

"Apa? Apa yang akan kau lakukan?"

"Ada banyak orang di atas sana. Aku harus menolong mereka untuk keluar. Aku pasti akan kembali!" Aku berlari dengan kencang dan mendobrak sel tahanan yang mulai terbakar.

Jika hanya seperti ini aku bisa lakukan. Suara Ketua Vrans berteriak dengan kencang memanggil namaku. Aku tidak bisa melihat ke belakang lagi. Tubuhku tidak akan mati. Aku mendorong pintu yang terbakar dan masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan api yang berkobar.

Dimana mereka menyekap orang-orang?

"To-long!!!"

☠️☠️☠️

Salam ThunderCalp!🤗

Jangan lupa like, komen, dan share!

See you...

M I N O R ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang