#SESE#STORY.
"Jangan meminta hal yang tak dapat ku berikan, terutama cinta" -Anna-
"Bagaimana hanya dengan suaramu,aku bisa sejatuh ini mencintaimu?
Aku rasa cinta memang buta" -Regan-
"Takdir memang suka bercanda, aku yang berjuang setengah mati.
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Regan dan rio berlari panik menyusuri koridor rumah sakit menuju halaman luar rumah sakit, keduanya berpencar untuk mencari keberadaan anna yang mereka yakini belum jauh pergi dari sana.
Rio Bahkan memerintahkan seluruh petugas rumah sakit yang sedang senggang untuk turut membantu pencarian, namun belum juga menemukan keberadaan anna.
Regan yang berinisiatif mencari keluar gedung rumah sakit langsung berjalan dengan panik menyusuri trotoar jalan sekitaran rumah sakit dengan perasaan tidak karuan.
Pemuda itu mengurangi kecepatan langkahnya saat menemukan sosok anna tengah berpegangan pada tiang listrik sambil membungkuk sedikit, sepertinya gadis itu mulai kembali kehilangan kesadarannya.
Regan berjalan cepat menghampiri anna dan dengan cekatan merangkul bahu gadis itu dari samping.
"anna, kamu mau kemana? Ayo kita balik lagi, kamu belum sembuh lho ann" kata regan lembut, namun anna menepis tangan regan dipundaknya dan mendorong pemuda itu menjauh.
"bukan urusan elo, pergi..!" sentak anna dengan sorot mata dingin, namun wajahnya yang pucat pasi menunjukkan kondisinya sedang sangat tidak baik.
"ini urusan ku juga ann, aku yang dari awal bawa kamu kesini. Jadi aku harus mastiin kamu bener-bener sembuh " jawab regan, berusaha meraih bahu anna lagi.
Namun gadis itu menyentaknya kembali dan berjalan dengan langkah yang sedikit sempoyongan menyusuri trotoar, entah mau kemana gadis itu pergi.
Regan menghela nafas kasar lalu berjalan mengikuti anna dari belakang, tidak membiarkan anna sendirian dalam kondisi seperti itu.
Karena tidak tahan dengan langkah anna yang lambat sekaligus tidak tega melihat anna yang terlihat sempoyongan dan terengah-engah membuat regan berjalan cepat untuk mensejajarkan langkah dengan gadis itu dan dengan se enaknya menggendong tubuh lemah anna ala bridal setelah sebelumnya melambaikan tangan untuk memanggil taxi.
"ngapain lo, turunin gue" sentak anna bahkan terdengar tidak bertenaga sama sekali.
Regan mendudukkan anna dikursi penumpang dan memutari taxi untuk turut masuk kedalamnya.
"oke kalo kamu nggak mau balik kerumah sakit, tapi ijinin aku buat anterin kamu pulang.
aku nggak peduli berapa kali kamu nolak, aku bakal tetep lakuin yang aku mau" tegas regan kemudian meminta supir taxi melaju.
Diperjalanan anna tidak bicara, gadis itu hanya bersandar sambil menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.