#SESE#STORY.
"Jangan meminta hal yang tak dapat ku berikan, terutama cinta" -Anna-
"Bagaimana hanya dengan suaramu,aku bisa sejatuh ini mencintaimu?
Aku rasa cinta memang buta" -Regan-
"Takdir memang suka bercanda, aku yang berjuang setengah mati.
...
jangan sungkan juga buatu tinggalin jejak votes dan komen kalian ya.
thanks
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Flashback<<<
Diego tengah membaca resume pelamar yang akan dia wawancara selanjutnya setelah peserta terakhir keluar.
Tok,,tok,,tok,,
"ya silahkan" sahut diego,
Dan masuklah seorang gadis cantik dengan ekspresi wajah datar dan dingin kedalam ruangan, menyapanya dengan menunduk sekilas.
"silahkan" perintah diego, sambil membuat gestur perintah untuk duduk.
Gadis itupun duduk diseberang meja yang diego duduki.
"oke, jadi nama kamu zaira farhanna lefranz..
Bisa saya panggil apa maaf ?"tanya diego
"anna" jawab gadis itu singkat
"baiklah anna, tell me about your self" perintah diego sambil menatap anna dengan tatapan antusias sebagaimana seorang pewawancara.
"did I sent you my CV?" tanya anna dengan sebalah alis yang terangkat naik.
"yess, you did" jawab diego
"apa anda membacanya?" tanya anna datar
"iya, sudah.."jawab diego sedikit bingung
"are you sure you read this?" tanya anna lagi
"sure.." jawab diego semakin bingung
"so, you already know about my self right?" jawab anna santai
Diego membeku, bingung dan cukup terkejut dengan jawaban dan sikap pelamar didepannya ini, yang anehnya sikap dingin dan arogannya justru membuatnya tertarik dan penasaran dengan kepribadian gadis didepannya itu.
Pemuda itu menegakkan punggungnya sambil melonggarkan ikatan dasinya yang tiba-tiba terasa mencekik saat menerima tatapan datar dari gadis dihadapannya, yang entah mengapa terasa begitu mengintimidasi.
"eekhhem,,
oke. I already read your resume.
Boleh saya tau alasan kenapa kamu melamar? Melihat sedikit kepribadian dan cara bicara kamu barusan, sepertinya pekerjaan ini tidak begitu cocok untuk mu anna?" tanya diego
anna menghela nafas kasar lalu bersedekap dada, sebuah gesture yang lagi-lagi membuat diego terkejut. Dia sudah sering melakukkan wawancara karyawan tapi baru kali ini bertemu dengan sosok sedingin dan se arogan ini.