#SESE#STORY.
"Jangan meminta hal yang tak dapat ku berikan, terutama cinta" -Anna-
"Bagaimana hanya dengan suaramu,aku bisa sejatuh ini mencintaimu?
Aku rasa cinta memang buta" -Regan-
"Takdir memang suka bercanda, aku yang berjuang setengah mati.
...
buat temenin kalian yang mungkin nggak ada acara atau baru pulang malem mingguan.
tapi follow dulu buat yang belum follow ya..
happy reading.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(maps by maroon-5 berputar)
Anna memelankan volume musik yang dia putar untuk pendengar lalu mendekatkan bibirnya pada microphone didepannya.
"maroon-five, maps akademia,
lagu yang kalo kita dengerin tuh awalnya wah...
enak banget ni lagunya, asyik banget juga beats musiknya .
Tapi ,lama kelamaan kalo kalian perhatiin lagi liriknya nih, yang ternyata lha kok sedih gitu ya..?" anna tergelak dengan gurauannya sendiri sambil perlahan menaikkan volume musik sebentar dan menurunkan kembali untuk berbicara lagi.
"gue ada lho buat elo pas lo lagi terpuruk, pas malam gelap gue juga ada buat elo.
Tapi gue bingung, lo kemana pas gue butuh lo banget?
Soalnya lo pernah bilang, kalo lo bakal selalu dukung gue.
Makanya gue bertanya-tanya nih, elo dimana..?hmmm..?" kata anna dengan nada menyindir lalu menyanyikan bait terakhir lagu yang dia putar.
"so I'm following the maps that leads to you"
Anna kembali menaikkan volume musik, dan menggerakkan kepalanya mengikuti beats dari lagu yang dia putar.
Tanpa anna sadari seorang pemuda memperhatikan kegiatannya bersiaran dari kaca kecil yang terdapat di pintu masuk ruang siaran sambil tersenyum samar.
Pemuda itu mengacungkan jempol saat anna mendongak dan menyadari keberadaannya dan hanya direspon anna dengan sebelah alis yang terangkat.
Pemuda itu akhirnya melangkah pergi menuju ruang kerjanya karena tidak ingin mengusik ketenangan anna dalam bekerja yang sudah sangat dia pahami bahwa gadis itu benar-benar tidak suka jika ada orang lain yang melihatnya bekerja. Bahkan gadis itu menolak mentah-mentah saat akan diberikan partner siaran dalam program yang dia bawakan.
Pemuda itu adalah DIEGO ALEXANDER, atau biasa disapa dengan panggilan kak digo oleh rekan-rekan kerjanya di radio.
Diego adalah seorang penyiar senior yang sejak beberapa tahun terakhir diberi tanggung jawab sebagai kepala redaksi di Hugo.Fm tempatnya bekerja.
Selain menjabat sebagai kepala redaksi, diego sendiri yang menangani perekrutan karyawan dan penyiar baru di radio itu.
Jika mengingat mundur beberapa waktu sebelumnya, saat pertama kali anna datang melamar sebagai penyiar tepatnya. Diego akan tertawa sendiri jika mengingat bagaimana gadis itu melakukan wawancara yang saat itu dia sendiri yang bertugas sebagai pewawancara kala anna melamar.