#SESE#STORY.
"Jangan meminta hal yang tak dapat ku berikan, terutama cinta" -Anna-
"Bagaimana hanya dengan suaramu,aku bisa sejatuh ini mencintaimu?
Aku rasa cinta memang buta" -Regan-
"Takdir memang suka bercanda, aku yang berjuang setengah mati.
...
Disepanjang perjalanannya pulang kerumah regan terus memasang wajah ditekuk sambil menatap keluar jendela, rio yang menyadari kekesalan putranya hanya geleng-geleng kepala melihat betapa konyolnya regan setelah mengenal anna. Benar-benar kontras dengan perilaku keseharian regan selama ini.
"astaga re, segitunya banget sih kamu?
Mereka kan udah sahabatan sejak kecil, apalagi mereka pernah tinggal diluar negeri.
Wajarlah hal seperti itu, lagipula kamu kayak nggak tau aja anna kayak gimana?
Emang kamu pikir mereka mau ngapain meskipun tinggal seatap?" nasihat rio dengan mata yang terus fokus pada jalanan didepannya.
"ck, papa gimana sih? Mau sahabat atau sodara sekalipun mereka itu perempuan dan laki-laki dewasa pah.
Kalo ada yang khilaf gimana?" kesal regan sambil melipat tangan didepan dadanya, membuat rio tertawa sambil geleng-geleng kepala.
"ya kalo sampai ada yang khilaf berarti kamu udah kalah " rio tergelak karena kini regan melotot kearahnya.
"ya ampun re, papa yakin nggak akan terjadi apa-apa.
Udah deh nggak usah lebay, bukan pacar anna juga kan kamu" cibiran rio benar-benar sukses membuatnya kembali mendapat lirikan maut dari regan.
Pria itu lagi-lagi tergelak, kali ini bahkan sampai membuatnya reflek memukul-mukul pahanya sendiri.
"aduh,,papa sampai sakit perut gara-gara kamu re.
Udah kamu tenang aja , mereka nggak akan ngapa-ngapain, Percaya sama papa.
Nggak usah heboh gitu, nanti lama-lama kamu beli unit disitu lagi saking bucinnya" kata rio dengan sisa-sisa tawa dibibirnya.
Kalimat gurauan itu justru seolah menjadi nasihat bagi regan yang seakan baru saja mendapatkan pencerahan dan ide.
"beli unit pah?" mata regan berbinar.
"ah iya pah, beli unit.
Astaga papa pinter banget.."pekik regan penuh semangat.
"astaga re, papa Cuma bercanda" sahut rio sambil memukul pelan kepala regan.
"hahahaha,, papa yang kasih ide jadi papa harus tanggung jawab beliin apartemen dideket unitnya anna ya"
"big no, udah ah.
Makin stress papa ngeliat kamu bucin, papa jadi ngerti kenapa anna risih dan males sama kamu" cibir rio sambil geleg-geleng kepala.
"yeee,,papa.
Meskipun papa nggak beliin, aku bakal tetep beli.
nasehat papa harus selalu didengar dan dihargai.hahahaha.." ledek regan yang kembali membuatnya mendapat geplakan dikepala.
Sepanjang sisa jarak perjalanan mereka, regan tak henti-hentinya tersenyum sambil membayangkan hari-harinya jika tinggal dekat dengan anna.
.
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.