Anna's tears

198 31 14
                                        

tarik nafas dulu guys,,!!

minum-minum dulu juga nggak apa-apa.

udah belum? udah ya..?

yaudah yok lanjut..!!!

***


DUARR,,

Suara tembakan menggelegar di atas rooftop gedung perusahaan PATRA GROUP.

Perlahan regan membuka matanya satu persatu dan menyadari bahwa dirinya masih bernyawa, Begitupun pemuda dihadapannya.

Untuk sesaat keheningan menyelimuti tempat itu, brillan memandangi sebelah lengannya yang tiba-tiba berdarah. Sebelum akhirnya pandangannya beralih ke arah pintu rooftop, begitupun regan dan keluarganya yang juga melakukan hal yang sama.

Mereka terpaku melihat siapa yang baru saja datang dengan sebilah pistol ditangannya yang ditodongkan lurus ke arah brillan, entah dari mana sosok itu mendapatkan benda berbahaya seperti itu.

"anna..?" lirih regan

Dengan kepala berlumuran darah dan langkah terpincang, gadis itu menyeret kakinya berjalan mendekat.

Brillan kehabisan kata-kata saat matanya menatap sorot mata anna yang memicing begitu tajam menatapnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Brillan kehabisan kata-kata saat matanya menatap sorot mata anna yang memicing begitu tajam menatapnya.

"kk-kkenapa kamu disini anna?" suara brillan memecah keheningan.

"kenapa? Lo mau gue tetep di Rumah sakit?

Apa melihat gue gila salah satu harapan lo juga?" jawab anna datar.

Tidak ada jawaban dari brillan, pemuda itu menatap sendu wajah anna yang terus menatap datar ke arahnya.

Mata gadis itu sudah merah padam penuh kemarahan, tapi juga ada sorot kesedihan didalamnya.

"buat apa lo lakuin ini semua, hmmm..?

Apa semua kehilangan kita akan kembali setelah lo membalas dendam?" suara rendah anna mendominasi tempat itu, tidak ada yang berani bersuara. Terlebih saat gadis itu mencengkram pistol yang siap melesatkan peluru ditangannya.

Mata anna melirik ke arah melisa dan patra yang terlihat begitu menyedihkan dengan beberapa luka diwajah mereka.

Tangan gadis itu beralih menodongkan pistolnya ke arah pasangan ayah dan anak itu dengan sorot mata penuh kebencian.

Dan melesatkan satu peluru kearah dinding dibelakang sepasang ayah dan anak itu, hingga membuat semua orang terkejut dan semakin menegang.

"lo pikir hidup gue hancur hanya karena perbuatan mereka? hmm..?

Lo salah, karena kenyataannya elo yang udah ngebentuk diri gue menjadi seperti sekarang.

Andai waktu itu lo nggak ninggalin gue sendirian dibawah jembatan,

Other sides of meCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang