#SESE#STORY.
"Jangan meminta hal yang tak dapat ku berikan, terutama cinta" -Anna-
"Bagaimana hanya dengan suaramu,aku bisa sejatuh ini mencintaimu?
Aku rasa cinta memang buta" -Regan-
"Takdir memang suka bercanda, aku yang berjuang setengah mati.
...
jangan lupa follow, votes dan komen ya sebelum lanjut.
happy reading.!
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anna menatap datar kearah regan yang sudah duduk di atas kap mobilnya sambil tersenyum lebar saat melihatnya datang , gadis itu masih sangat kesal dan ingin sekali menghajar pemuda itu jika mengingat apa yang sudah dia lakukan padanya di danau kampus tadi siang.
Gadis itu menghela nafas kasar, lalu melangkahkan kaki menuju pintu pengemudi.
Dengan cepat regan melompat dari atas kap mobil dan setengah berlari menuju pintu penumpang untuk segera masuk kedalam mobil anna, pemuda itu tersenyum senang setelah berhasil masuk dan duduk didalam mobil dengan seatbealt yang melilit tubuhnya.
Anna membiarkan saja regan berbuat semaunya, baginya meskipun regan sudah berlaku kurang ajar kepadanya,dia masih merasa perlu untuk menyelesaikan urusan hutang budhinya pada pemuda itu. Karena anna sangat benci dengan ingkar janji dan sebisa mungkin tidak akan pernah melakukannya.
Beberapa meter dari mobil anna terparkir, seseorang mengamati interaksi mereka dengan wajah merah padam sambil mencengkram kuat handle stirr hingga telapak tangannya memutih.
Mobil anna pun melaju meninggalkan area parkir dan seseorang didalam mobil lain itupun turut melajukan mobilnya.
Dalam perjalanan mereka menuju stasiun radio anna tidak bicara sama sekali dan hanya fokus pada jalanan didepannya, dan seperti yang sudah-sudah regan akan terus mengoceh tentang kuliahnya hari ini meski tidak mendapat respon sama sekali dari anna.
Sesampainya di gedung stasiun radio anna berhenti sebelum menempel kartu pegawainya pada pintu akses dan berbalik menatap datar wajah regan yang sedari tadi mengikutinya dari belakang.
"lo pasti pernah denger rumor kalo gue bisa nglakuin apa aja sama orang yang berani ganggu gue kan?
Mumpung gue masih kasih kesempatan lo buat berhenti gangguin gue, sebaiknya lo berhenti. Sebelum kesabaran gue habis dan lo berakhir di pemakaman" ucap anna dengan nada dan ekspresi datar.
Bukannya takut regan justru mengulum bibir untuk menahan senyumannya karena adegan ciumannya dengan anna tadi tiba-tiba terlintas dikepalanya saat melihat bibir anna yang terus bergerak saat bicara sarkas padanya, membuatnya ingin sekali melumatnya lagi.
Anna kembali berbalik dan menempelkan kartu pegawainya pada pintu akses dan melangkah menuju lift yang akan mengantarnya ke ruang kerjanya.
Gadis itu segera mendudukkan diri pada meja sekat miliknya dan mulai menyiapkan naskah siarannya hari ini, sementara regan sudah kabur dan berdiam diri di tangga darurat agar tidak terkesan seperti penyusup yang berkeliaran tanpa guna meski kenyataannya memang seperti itu adanya.