#SESE#STORY.
"Jangan meminta hal yang tak dapat ku berikan, terutama cinta" -Anna-
"Bagaimana hanya dengan suaramu,aku bisa sejatuh ini mencintaimu?
Aku rasa cinta memang buta" -Regan-
"Takdir memang suka bercanda, aku yang berjuang setengah mati.
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Didepan pintu sebuah apartemen, dua sejoli tengah berdiri berhadapan dengan mata yang saling bertukar pandang dan tangan yang senantiasa bergandengan tangan sejak dari besment.
"lo nggak masuk?" tanya anna datar, regan mencebik sambil mengayunkan kedua tangan mereka yang bertaut.
"hiing,,,
belum pengen pisah, aku mampir ya?" rengek regan dengan wajah memohon.
"mau ngapain lo kerumah cewek yang tinggal sendirian?" sarkas anna, membuat regan menggaruk tengkuknya sambil tertawa kaku karena teringat ucapan sarkasnya sendiri terhadap deva beberapa waktu sebelumnya.
"kita bahkan udah beberapa kali bermalam bersama, lagian selama ini aku nggak pernah ngapa-ngapain kamu kan?"
Jawaban regan justru membuat anna melirik kesal karena kembali teringat bercak merah pada lehernya yang kini sudah tertutup plester luka.
Hal itu membuat gadis itu tampak konyol karena sisi kiri lehernya tertutup perban akibat luka dari cutter saat berdebat dengan deva dan sisi kanan lehernya tertutup plester luka akibat tindakan ceroboh regan malam kemarin.
"ck, pergi lo !. Gue nggak akan sudi bermalam sama lo lagi" usir anna sambil menekan password pintu unit apartemennya.
"ih, jangan gitu donk ann. Jahat banget..
Kan nanti kalau kita nikah kamu harus bermalam sama aku terus, masak nggak sudi sih?" sergah regan tidak terima.
"lo bisa diem nggak? atau gue jahit mulut berisik lo itu" sahut anna sedikit menekan nada bicaranya.
Mendengarnya regan mengulum bibirnya untuk menyembunyikan senyumannya, regan tau anna sedang salah tingkah. Terlihat jelas dari pipinya yang bersemu.
"didalem ada kakak kamu ya? Aku mau kenalan sama kakak ipar donk ann" bujuk regan.
"nggak ada, gue udah bilang nggak ada yang serius sama kondisi gue. jadi dia nerusin kerjaannya dulu, mungkin besok baru dateng.." sahut anna, lalu membuka pintu.
Gadis itu kembali berbalik dan menatap datar sosok regan yang masih berdiri disana.
"mau ngapain lagi lo?"
"peluk dulu.." pemuda itu menarik tubuh anna dalam dekapannya, namun baru sebentar anna sudah mendorong tubuhnya menjauh.
"ck,,pergi lo..!!. gue udah muak dengerin suara berisik lo sejak kemarin.