#SESE#STORY.
"Jangan meminta hal yang tak dapat ku berikan, terutama cinta" -Anna-
"Bagaimana hanya dengan suaramu,aku bisa sejatuh ini mencintaimu?
Aku rasa cinta memang buta" -Regan-
"Takdir memang suka bercanda, aku yang berjuang setengah mati.
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Regan berhasil membawa anna kerumah sakit secepat mungkin dan gadis itu sudah ditangani oleh petugas medis tanpa hambatan berarti.
Setelah berjam-jam tak sadarkan diri, Anna mengerjap dan perlahan membuka kedua matanya.
Gadis itu mendapati regan yang tengah duduk disisinya sambil menggenggam erat tangannya.
"Regan..? " Pemuda itu tersenyum lembut dengan tangan terulur membelai kepala anna.
"Iya , ini aku anna" Jawabnya, Anna pun membalas genggaman tangan regan sambil tersenyum sama lembutnya sebuah sikap yang sangat jarang anna berikan pada siapapun sebelumnya.
Membalas genggaman tangan regan, bahkan tersenyum selembut itu padanya membuat pemuda itu terpaku sesaat dengan mata yang berkedip beberapa kali.
"Such a nice dream" Lirih anna dan perlahan memejamkan mata kembali.
Regan yang semula tertegun karena terhipnotis senyuman anna menjadi bingung sendiri dan berusaha membangunkan gadis itu kembali, tapi gadis itu sama sekali tak bergeming.
Berfikir anna hanya mengigau dalam tidurnya, regan membiarkan gadis itu kembali terlelap.
Namun lagi-lagi regan dibuat heran dan bingung dengan sikap anna yang sangat kontras dengan kesehariannya yang dia ketahui selama ini.
Gadis itu beberapa kali terbangun dan hanya mengatakan beberapa kalimat random dengan ekspresi dan emosi yang berubah-ubah lalu kembali terlelap.
Anna kadang terlihat ceria, kadang terlihat sedih bahkan sempat sampai frustasi dan hilang kendali.
Menyadari ada yang tidak beres, dengan segera regan menghubungi dokter sean, yang sudah sejak awal menangani anna agar segera datang dan memeriksa keadaan anna yang sedikit berbeda.
Dokter sean pun segera datang didampingi oleh dokter psikiatri untuk memastikan kondisi anna pasca penyerangan yang dia alami.
" Gimana om sean? Kenapa anna terlihat aneh?" Tanya regan dengan ekspresi serius.
Dokter sean menghela nafas sebelum Menjawab pertanyaan regan " Fisiknya memang stabil, tapi sepertinya ada masalah yang cukup serius re" Jawabnya dengan wajah yang tak kalah serius.
" Serius bagaimana om? "
Sean melirik rekan dokternya dan kembali menghela nafas kasar " Coba anda jelaskan dokter rezel, sepertinya itu bukan kapasitas saya" Pinta dokter sean.