#SESE#STORY.
"Jangan meminta hal yang tak dapat ku berikan, terutama cinta" -Anna-
"Bagaimana hanya dengan suaramu,aku bisa sejatuh ini mencintaimu?
Aku rasa cinta memang buta" -Regan-
"Takdir memang suka bercanda, aku yang berjuang setengah mati.
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cup..!!
Regan mengecup singkat pipi anna, sontak membuat pemiliknya mengerutkan kening dan menggeliat dari tidurnya.
"morning sweety.." sapa pemuda itu sambil tersenyum lembut.
Anna membuka matanya perlahan dan menatap datar wajah regan yang berada sangat dekat dengan wajahnya sambil sesekali mengerjap.
"keluar sarapan yuk, aku mau bikinin sesuatu tapi pasti ngga ada apa-apa disini."ajak regan dengan tangan yang sibuk membelai kepala anna.
Anna tidak menjawab dan mendudukkan diri sambil menguap, sementara regan menatapnya dengan senyum lembut seraya merapikan rambut anna yang berantakan.
"kamu cantik banget sih ann? Lihat, bahkan kebanyakan orang pasti terlihat kacau saat bangun tidur. Tapi kamu udah cantik banget" ucap regan dengan tatapan memuja.
Anna hanya melirik sekilas ke arahnya lalu turun dari ranjang dan berjalan keluar menuju kamar mandi untuk mengecek fungsi toilet dan instalasi air sebelum menggunakannya.
gadis itu mengerutkan kening saat menyadari semua fungsi kelistrikan dan air dirumah itu masih berfungsi dengan baik bahkan setelah lebih dari 10 tahun ditinggalkan.
Berjalan cepat menuju kamar kedua kakaknya di ikuti oleh regan yang lagi-lagi mengekorinya dari belakang dan Anna mendapati satu kamar yang tampak begitu bersih dan rapi.
Dengan ragu Anna mendekati meja belajar di kamar itu dan membuka salah satu laci dan mengambil sebuah amplop coklat besar didalamnya, gadis itu kembali mengernyit saat menemukan beberapa foto dirinya saat menggambar maupun melukis di tepi danau kampus, foto dirinya saat berlatih taekwondo, memanah dan menembak, Bahkan foto-foto dirinya saat mengikuti kegiatan amal juga ada disana.
"ii-iini??? siapa yang foto kamu diem-diem ann? jangan-jangan kakak kamu yang.." regan menggantung ucapannya saat anna kembali melangkah untuk keluar dari kamar itu.
Gadis itu melangkah cepat menuruni tangga menuju kamar orang tuanya, kali ini anna membeku diambang pintu saat mendapati sebuah lukisan besar yang belum sepenuhnya mengering ada didalam kamar itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.