almost out of control

160 29 2
                                        

nih bagian duanya buat minggu ini ya..

selamat membaca..!!

***


Anna mengerjap dalam tidurnya dan mendapati sosok regan tengah terlelap dalam posisi setengah duduk disamping tempatnya berbaring sambil menggenggam tangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Anna mengerjap dalam tidurnya dan mendapati sosok regan tengah terlelap dalam posisi setengah duduk disamping tempatnya berbaring sambil menggenggam tangannya. 

Gadis itu mendudukkan diri dan memijat keningnya yang sedikit terasa pening, kemudian melepas infus yang melekat pada pergelangan tangannya. Dengan wajah pucat dan mata sayu, gadis itu turun dari atas brankar dan berjalan mendekati pintu keluar.

Regan yang terusik karena suara pintu yang terbuka seketika membelalak saat melihat sosok anna berjalan dengan langkah terburu-buru sambil memakai jaket. Pemuda itu berlari mengejar langkah gadis itu dan segera mencekal lengan anna saat berhasil mensejajari langkah gadis itu.

"hei, kamu mau kemana anna?" cegah regan dengan ekspresi wajah panik.

"lepas, gue harus balik kerumah sekarang" anna menyentak kasar tangan regan dari lengannya dan meneruskan langkah menyusuri lorong rumah sakit.

"nanti kita kesana lagi sama-sama ya, sekarang kita balik kekamar. Kamu masih pucet banget lho ann" bujuk regan yang terus berusaha mengejar langkah anna.

Gadis itu tidak bergeming dan terus melangkah cepat menuju parkiran, sepertinya gadis itu lupa bahwa sejak awal dia datang bersama regan, Dan pemuda itu yang memegang kunci mobilnya.

"ck, mana kunci mobil gue"

"nggak, sampai kamu cukup istirahat. Aku baru mau anter kamu balik kesana" tolak regan.

Gadis itu berdecak kesal lalu mencengkram kerah baju regan "MANA KUNCI MOBILNYA BRENGSEK, LO MAU GUE KEHILANGAN JEJAK KAKAK GUE LAGI HAA..??" sentak anna, Membuat regan membeku sesaat menatap mata anna yang begitu tajam menatapnya.

"oo-oke, kita jalan sekarang, biar aku yang nyetir." jawab regan.

Anna melepas cengkramannya pada kerah regan dan berjalan cepat menuju dimana mobilnya terparkir.

Mobilpun melaju meninggalkan halaman parkir rumah sakit, tak lupa regan mengubungi sean untuk menjelaskan situasi yang terjadi beserta alasan mengapa mereka harus meninggalkan rumah sakit tanpa prosedur resmi.

Pemuda itu tau betapa repotnya para pekerja rumah sakit jika ada pasien yang seenaknya kabur dari rumah sakit karena sang ayah juga sering mengalami hal serupa.

Anna langsung keluar dari dalam mobil setelah tiba dihalaman rumahnya dan melangkah dengan terburu-buru kedalam rumah itu.

Langkahnya membawa gadis itu kembali ke kamar kedua orang tuanya dilantai satu dan membukanya dengan kasar.

Other sides of meCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang