Part 29

9.8K 431 27
                                        

Liburan Leece di Croatia menjadi berantakan, tidak sesuai rencana awal yang ingin menyendiri agar mendapatkan ide untuk memulai mengerjakan tugas akhir kuliah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Liburan Leece di Croatia menjadi berantakan, tidak sesuai rencana awal yang ingin menyendiri agar mendapatkan ide untuk memulai mengerjakan tugas akhir kuliah. Ternyata semua hancur karena kedatangan suami. Sebenarnya kalau Faydor saja tidak menjadi masalah. Namun, adanya Rose membuat waktu-waktu terakhir tak lagi mengesankan. Memang dasar wanita pengacau. Padahal, ia baru kenal, tapi sudah membuat kesan yang sangat buruk. Memfitnah dirinya merusak pekerjaan suami sendiri, selamanya akan terus diingat, dan tak dimaafkan.

Walau buruk, setidaknya ada beberapa kenangan yang berkesan bersama Faydor. Ditemani, dibantu usap perut agar reda kramnya, dipeluk saat ia merintih. Meski tidak banyak bicara, tapj pria itu sangat tahu apa yang Leece butuhkan.

Di malam terakhir liburan di Croatia juga menjadi kenangan terindah. Setelah Leece pergi sendiri sampai larut malam, ia tidak menyangka kalau Faydor akan mencari dirinya. Ada sedikit kesan buruk karena harus melihat suami adu jotos dengan empat orang pria demi menyelamatkannya dari manusia-manusia jahat. Meski babak belur, tapi ia tidak melihat sedikit pun suami mengeluh kesakitan.

Yang lebih membuat Leece senang di hari terakhir liburan adalah malamnya tidur di atas pasir pantai bersama Faydor. Mereka saling memeluk untuk menghangatkan satu sama lain, menyalurkan dari suhu tubuh yang dipancarkan oleh kulit. Tanpa alas, hanya berselimut jaket, itu pun dipakai untuk menutupi bagian badan saja.

Leece akan selalu mengenang malam itu karena merasakan kedamaian, nyaman, dan aman. Bukan tidak mampu menyewa hotel lagi. Tapi, itu adalah keinginannya. Mau merasakan bagaimana bermalam di pantai, dan ternyata Faydor bersedia menemani tanpa banyak bertanya maupun protes. Bahkan ia tidak minta, sudah ada inisiatif untuk tidak meninggalkan dirinya sendirian di tempat yang sangat sepi.

Faydor seakan mewujudkan permintaan Leece yang ingin memiliki banyak kenangan selama pernikahan.

Di hari kepulangan Leece, dia jauh lebih senang lagi karena melihat wajah kusut Rose. Si bunga bangkai itu nampak kecewa, sedih, dan bercampur kesal karena tidak bisa satu penerbangan bersama Faydor. Meski sudah dibujuk, tapi sang pria enggan rescheduled tiket. Jadilah Faydor pulang bersama dengannya.

Leece mau merasa menang. Tapi, ingat bahwa Rose adalah kekasih suaminya dan pasti sudah banyak waktu yang dilalui bersama. Dibanding dengannya, tidak ada apa-apanya.

Sejak di dalam pesawat, sepasang mata Leece tidak lepas dari wajah tampan yang banyak lebam. Dia merasa bersalah karena menyebabkan suami harus bertengkar dengan orang asing.

Tumben juga Faydor tidur saat perjalanan. Biasanya tetap sibuk dengan urusan pekerjaan. Selalu tak ingin membuang waktu secara percuma.

Perjalanan sampai Helsinki masih sekitar satu jam lagi. Leece menaikkan tangan untuk memanggil pramugari. Dan seorang wanita cantik pun menghampiri.

"Apa ada kompresan atau salep untuk lebam?" tanya Leece dengan suara berbisik. Dia tidak mau mengganggu tidur suami.

"Maaf, Nona, tidak ada. Persediaan obat kami hanya untuk pertolongan pertama," jelas pramugari tersebut.

Revenge For A HeartbreakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang