Bab 7 - Keluarga yang disembunyikan

244 80 202
                                        

Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan.
Dalam setiap ketakutan, ada keberanian.
Dalam setiap kebaikan, ada keburukan.
Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.

 Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Dengan langkah ringan Kia menyusuri koridor. Tidak ada rasa kekhawatiran terlambat masuk, karena bel sekolah akan berbunyi lima menit lagi. Dia tidak perlu buru-buru, tidak juga usah ragu-ragu. Ia dapat tiba di sekolah lebih cepat dari perkiraan, karena Satria mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan cukup tinggi, hingga mencapai 80km/jam. Sebetulnya Kia sangat merasa ketakutan selama perjalanannya, serasa lebih dekat dengan Tuhan. Namun, ketakutannya bisa sembunyikan. Kalau pun Kia protes, minta diperlambat, mungkin tidak akan diindahkan oleh pria yang dianggapnya sinting itu.

“Hai,” sapa seseorang yang sedari tadi berdiri di depan kelas Kia untuk menyambut kedatangannya. Jelas karena keberadaan pria ini membuat senyuman manis pada wajah Kia muncul dengan sendirinya.

Mata Kia berbinar, senyumnya yang lebar terbit. Dia menjawab, “Kak Dewa? Kakak ngapain di sini?”

“Aku mau kasih ini.” Pria itu memberikan sebuah buku berwarna maroon yang bertajuk “Matahari Minor.”

“Oh, iya.” Kia mengambil buku tersebut dari Dewa, “nanti kalau udah selesai baca, aku balikin lagi ke Kak Dewa ,ya.”

“Santai aja.” Dewangga melambaikan tangan. “Ya udah, aku balik ke kelas dulu, ya,” pamit Dewa yang langsung berlalu sambil kembali memberikan senyuman indah.

Kia turut membalas senyumannya sambil melambaikan tangan pelan.

Tetapi, kebahagiaan itu tidak  bertahan lama. Sebab, Kia diganggu kawannya.

“Kia!” Kiran tiba-tiba muncul dengan menepuk pundak Kia.

Kia terperanjat.

Ish!” Spontan Kia membalas menepuk tangan Kiran, “kamu itu yah, bikin aku kaget aja.”

“Jadi... cowok yang lo suka itu... Kak Dewa?” ucap Kiran dengan tatapan penuh selidik.

Kia terkejut lantas melebarkan matanya, lalu pandangannya bergerak ke arah kanan dan kiri untuk menghindari kontak mata dengan temannya.

 “E-enggak kok. Bukan!”

“Gak usah bohong lo, gue tahu barusan itu Kak Dewa. Terus lo senyum-senyum salah tingkah sambil lihat dia pergi.”

Kia hanya menunduk malu, sambil mengatur napas, ia coba bersuara, namun Kiran langsung menyelanya.

“Tapi maaf, nih... bukannya gue mengganggu kesenangan lo. Kalau gue boleh kasih saran, jangan dia, Kia. Lo jangan pernah deket sama Kak Dewa, apalagi sampai punya perasaan lebih ke dia.”

Kia menoleh, menatap nyalang ke arah Kiran dalam-dalam dengan penuh rasa penasaran. “Memangnya kenapa?”

“Kak Dewa itu pacarnya  Salsa, dia salah satu anggota ‘Queen Bees' yang terkenal berkuasa di sekolah ini. Jadi, kalau lo bikin masalah sama mereka yang ada ribet urusannya.”

ANTITESIS [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang