Bab 62 - Pelukan tulus

37 3 0
                                        

Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan.
Dalam setiap ketakutan, ada keberanian.
Dalam setiap kebaikan, ada keburukan.
Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.

 Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Suasana yang tadinya dipenuhi keharuan, tiba-tiba membeku dalam keheningan yang canggung. Pelukan yang spontan itu menimbulkan keresahan antara tiga orang dalam ruangan tersebut.

Satria, dia yang tidak sadar bahwa pelukan itu pastinya menimbulkan kecurigaan berlebihan di mata teman-temannya. Tapi yang ia rasakan saat itu hanya ungkapan syukur karena ia dapat bernapas lega dengan kehadiran Kia yang baik-baik saja.

Kia, dia yang terkejut akan pelukan itu turut merasa kebingungan. Tapi di sisi lain ia merasa senang, dan sungguh, ia ingin membalas pelukannya. Namun perihal situasi, ia sadar saat ini sedang bersama Lea, kakaknya. Seseorang yang juga sama-sama menyukai Satria. Sehingga ia sedikit khawatir jikalau Lea akan kembali membencinya.

Lea, sudah sangat pasti ia cukup merasa patah hati. Karena pria yang selama ini ia cintai dengan tulusnya menumpahkan pelukan kasih sayang dan kecemasan itu terhadap adiknya. Seharusnya ia marah, ia kecewa. Tapi tidak, akhirnya ia sadar bahwa sekeras apa pun ia memaksa, perasaan Satria tidak akan berubah terhadapnya. Dan ia belajar, bahwa cinta yang sebenarnya bukan karena kesetaraan, tapi karena ketulusan. Dan kini ia pun merasakan ketulusan hati yang dimiliki oleh adiknya itu.

"Oh iya, soal permintaan lo kayaknya gak usah, soalnya Dewa udah jujur sama bokap lo kalau yang nyamar jadi dokter kandungan itu emang Ramion." ujar Rey, mencoba mencairkan suasana, suaranya rendah namun terdengar jelas.

"Lo serius?" Satria memastikan, "kenapa dia seterbuka itu sekarang? Bahkan di depan polisi."

Rey menaikkan bahu. "Karena dia yakin lo udah mati, dan tujuan utama dia balas dendam ke bokap lo dengan cara hilangin dua nyawa orang yang bokap lo sayang sebagai ganti rugi nyawa kedua orang tua dia yang hilang karena bokap lo, tapi itu kata dia. Bokap lo sekarang lagi selidiki kasus tabrak lari tiga tahun lalu buat buktiin kalau dia gak salah."

"Tunggu..." Lea menyela. Semua mata beralih padanya. "Jadi maksud kalian waktu itu Tante Rena keguguran bukan kecelakaan? Bukannya dia pendarahan karena jatuh dari tangga?"

"Bukan, ternyata sebelum pertengkaran sama bokap, nyokap gue sempet datangi dokter kandungan yang ternyata itu Ramon, dia kasih diagnosa buruk soal kehamilan nyokap gue. Ramon bikin mental nyokap gue down. Ramon juga kasih resep obat yang ternyata buat gugurin kandungan. Dan sebelum pertengkaran itu, nyokap gue sempet kesakitan di perutnya, ternyata itu reaksi dari obat itu," papar Satria dengan kepala menunduk. Kisah kelam itu membuka kembali luka lamanya.

ANTITESIS [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang