Bab 27 - Hilang fokus

96 29 4
                                        

Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan.
Dalam setiap ketakutan, ada keberanian.
Dalam setiap kebaikan, ada keburukan.
Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.

 Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Di sebuah restoran Jepang yang terletak di pusat kota, Kia dan Satria tengah duduk sambil mendengarkan sebuah rekaman suara yang terhubung pada ponsel Kia menggunakan headset yang mengait pada lubang telinga mereka. Ditemani dua mangkuk ramen serta dua gelas es teh dan satu porsi sushi roll salmon berisi sepuluh buah yang sama sekali belum mereka sentuh sejak pelayan restoran itu antarkan sepuluh menit lalu.

Keduanya terlihat sangat fokus mendengarkan sebuah rekaman suara yang muncul dari alat penyadap yang Haris pasangkan pada bawah meja ruang keluarga rumah Vanya. Rekaman itu mulai aktif sejak Haris menempelkannya, sehingga semua obrolan yang terjalin antara keduanya dapat terdengar jelas sampai pada saat Haris pergi dan Lea berteriak tidak terima akan hubungan maminya bersama papanya Satria.

Dan setelah tidak ada suara lagi yang terekam karena tak lama Lea pergi meninggalkan tempat itu, keduanya pun lantas melepaskan headset itu sambil menghela napas lega. Satria yang sedari tadi merasa lapar langsung menarik mangkuk ramen-nya dan segera menyantapnya. Lagi pula kini makanan mereka sudah mulai dingin, jadi Satria dapat dengan cepat melahap tanpa kesusahan meniup makanannya akibat masih panas.

Sedangkan Kia hanya menyeruput es teh miliknya menggunakan sedotan sambil menatap ke arah Satria dengan tatapan yang sulit diartikan.

Merasa pergerakannya diperhatikan oleh orang yang berada di depannya, Satria lantas menghentikan suapan makanannya lalu membalas tatapan Kia dengan mengerutkan dahi.

"Lo kenapa liatin gue kayak gitu?" tanya Satria.

"Gak apa-apa... cuma lucu aja, anak sama ibu, saling suka sama anak dan ayah kandung,” ungkap Kia sambil memamerkan susunan gigi. “Itu teh kayak... emang gak ada orang lain gitu? Kalau kayak gini kan salah satu dari mereka harus ngalah supaya hubungan yang lainnya gak ada halangan. Lagian, kenapa gak Kak Satria aja sih yang ngalah?"

"Maksud lo, gue sama Lea?"

"Iya, kan wajar. Yang gak wajar itu Tante Vanya sama Om Haris, hubungan mereka itu gak bener karena Om Haris masih berstatus suami orang, dan beliau juga gak suka sama Tante Vanya."

"Jadi menurut lo, gue suka sama Lea?"

"Ya... Bisa di coba, kan? Biar om Haris bisa lepas dari Tante Vanya karena mereka nantinya akan jadi besanan."

ANTITESIS [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang