Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan.
Dalam setiap ketakutan, ada keberanian.
Dalam setiap kebaikan, ada keburukan.
Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Satria, Rey, Juan, Edo, dan Riko bergegas ke halaman rumah untuk menghampiri kendaraan mereka masing-masing. Dengan pakaian serba hitam dilengkapi jaket kulit bertuliskan "Alaska" di bagian punggung, memberikan aura tegas nan ganas.
Mereka kembali.
Kembali pada kebiasaan yang hadir di saat situasi menjadi genting.
Perkelahian.
Namun, hal itu bukan untuk mencari masalah. Melainkan menyelesaikan masalah. Karena memang alasan itu yang selalu kelompok geng motor mereka andalkan.
Satria bergerak maju, menyalakan mesin motornya segera dengan wajah yang memanas.
"Sat!" Seru Rey, orang yang dipanggil pun menoleh.
"Lo hati-hati. Kalau ada apa-apa langsung hubungi kita."
Satria hanya mengangguk, ia mengangkat jari jempolnya sejenak lalu segera berlalu meninggalkan halaman rumah itu.
"Berangkat sekarang?" tanya Juan memastikan.
"Gas!"
Suara mesin motor meraung saat kunci diputar. Begitu nyala, Edo langsung memelintir gasnya berulang-ulang. Raungan knalpot memecah keheningan, seperti ingin pamer kalau motornya sudah siap digeber di jalanan.
Keempat anak remaja dengan masing-masing motor sport-nya melaju di jalanan yang ramai, membelah kemacetan di beberapa titik karena mereka harus segera sampai ke tempat tujuan. Melaporkan sebuah kasus kejahatan dan membawa anggota kepolisian untuk membantu Satria saat menolong Kia, karena mereka yakin Dewa sengaja meminta ketua geng motor Alaska menemuinya seorang diri agar dapat mengalahkan lawan yang setara.
Udara pagi yang sejuk seakan ikut membeku oleh kecemasan. Saat keempat pria itu melewati jalanan yang mulai sepi, dan di sisi kanan-kirinya hanya pepohonan besar nan menjulang, tiba-tiba saja segerombolan motor muncul dari arah berlawanan. Lebih dari sepuluh sepeda motor dengan masing-masing ditumpangi oleh dua orang bergerak mendekat seolah mengarah pada keempat pria itu, hingga jarak mereka semakin dekat dan pergerakan mereka dihentikan karena jalanan yang tertutup akibat dihadang oleh semua motor tersebut.
Rey membuka visor helm, matanya menatap tajam dengan dahi yang berkerut. Sepertinya ia tahu dengan siapa mereka berhadapan saat ini. Begitu pula dengan Edo, Juan, dan Riko yang turut merasa terkejut karena saat ini mereka mendapat serangan dengan perbandingan yang cukup besar dari jumlah mereka saat ini.
Mereka adalah sekelompok geng motor Bruiser, musuh bebuyutan mereka selama beberapa tahun ini.
"Kita gak bisa kabur, gak ada jalan lain," ucap Juan dengan nada tegas.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTITESIS [TAMAT]
Fiksi RemajaDalam setiap kekuatan, ada kelemahan. Dalam setiap ketakutan, ada keberanian. Dalam setiap kebaikan, ada keburukan. Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan. ****** Tekad Kia untuk mengungkap kematian ayahnya yang terasa janggal semakin kuat. Saat i...
![ANTITESIS [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/343815248-64-k36320.jpg)