Bab 33 - Rencana baru

75 17 0
                                        

Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan.
Dalam setiap ketakutan, ada keberanian.
Dalam setiap kebaikan, ada keburukan.
Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Suasana kantin siang itu ramai, dipenuhi suara obrolan, denting sendok dan garpu, dan aroma makanan yang menggoda. Di salah satu sudut, Kia duduk santai sambil menikmati seporsi siomai berlumur saus kacang. Dengan garpu di tangan kanan serta gelas es teh di tangan kiri, ia tampak tenggelam dalam kenikmatan setiap suapan. Ia bahkan tidak menggubris Kiran dan teman sekelasnya yang lain yang sedang tertawa kencang karena gosip terbaru.

Namun, momen damai itu terusik suara notifikasi ponselnya mendadak berbunyi nyaring.

Kia refleks menoleh ke arah ponsel yang tergeletak di meja, layar menyala menampilkan satu pesan masuk. Alisnya sedikit mengerut. Ia menyeka ujung bibirnya dengan tisu, lalu meraih ponsel dan membuka layar.

Gue perlu bicara sama lo, kita ketemu sekarang di taman belakang. Lo tenang aja, di sini aman, gak ada siapa-siapa selain gue dan Rey.

Kia melebarkan mata kala membaca pesan singkat yang ia terima dari Satria, sepertinya ini sangat penting dan mungkin menyangkut proses penyelidikan kasus yang sedang mereka tangani tentang kematian ayahnya. Sehingga pada saat ia masih menyantap setengah makanannya, ia pun langsung bersiap sambil merapikan baju seragamnya.

"Ran, aku teh mau permisi duluan ya, mau ke toilet soalnya mules, nanti kamu ke kelas duluan aja," kilah Kia. Ia enggan mengutarakan yang sesungguhnya.

"Loh, itu makanan lo belum habis Kia." Kiran mengangkat kepala, ia berbicara sambil tetap mengunyah makanannya.

"Namanya mules mana mau sih lanjutin makan. Ya udah, aku duluan ya... " ucap gadis itu yang langsung berlalu sambil berlari kecil.

Pandangan Kiran bergerak mengikuti ke mana arah Kia pergi, sungguh nampak jelas tidak terlihat bahwa Kia sedang merasakan mulas dan tak tahan akan segera buang hajat. Apa mungkin ia berbohong? Tapi kenapa?

"Aneh banget."

Kia berlari sambil terus mengamati objek sekitarnya untuk memastikan tidak ada yang mencurigai hingga mengikuti ke mana ia pergi. Selain untuk merahasiakan pertemuannya dengan Satria yang pastinya akan menimbulkan kecurigaan orang-orang. Ia juga harus merahasiakan percakapan mereka dari siapa pun tanpa terkecuali, karena ini adalah misi besar bersifat rahasia yang tidak boleh orang lain tahu sampai mereka berhasil mendapatkan bukti akurat untuk mereka serahkan ke pihak yang berwajib.

"Ada info terbaru apa, Kak?" tanya Kia saat ia menemui Satria bersama Rey dengan napas sedikit terengah-engah.

"Semalam gue ceritain soal Mister Loki ke bokap gue, dan ternyata dia gak banyak tahu karena dia belum pernah menjalin kerja sama dengan orang itu. Tapi bokap gue tahu satu fakta..." papar Satria yang menjeda di kata terakhir hingga membuat Kia melebarkan mata karena semakin penasaran, "dia pernah lihat foto profil kontak mister Loki di HP Tante Vanya, dan di sana ada logo kepala robot yang bentuknya kayak kepala kambing, ada tanduk yang panjang dan melengkung, gue rasa itu semacam logo bisnis dia."

ANTITESIS [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang