Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan.
Dalam setiap ketakutan, ada keberanian.
Dalam setiap kebaikan, ada keburukan.
Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.
******
Tekad Kia untuk mengungkap kematian ayahnya yang terasa janggal semakin kuat. Saat i...
Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan. Dalam setiap ketakutan, ada keberanian. Dalam setiap kebaikan, ada keburukan. Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kelima anggota tim investigasi duduk membentuk sebuah lingkaran di sebuah ruangan tempat Rey bekerja dengan dunia cyber-nya. Enam pasang mata nampak serius menatap ke arah Kia yang sedang memberikan sebuah informasi yang hari ini telah ia dapatkan mengenai Mister Loki.
"Jadi, apa hubungannya Dewa sama 'Daddy'-nya itu? Kalau dia berasal dari keluarga biasa-biasa aja dan tinggal di pedesaan, kayaknya kecil kemungkinan itu saudaranya," cakal Satria. Dahinya mengerut dengan mata yang menyipit.
"Bener tuh, gue yakin si 'Daddy' itu orang tajir, secara gak mungkin Dewa bisa sekolah di Wiramandala kan? Dan lagi itu rumah lama dia gak dijual-jual, berarti emang sengaja ditinggalin aja gitu, kayak percuma juga pasti duitnya dikit," tebak Edo dengan percaya diri.
"Edo bener," sambung Juan. "Bisa jadi si Dewa anak angkat, atau anak adopsi."
"Maksudnya Kak Dewa masuk panti dulu terus diadopsi? Kayaknya gak mungkin deh anak lulusan SMP masuk panti, gak ada yang khawatir juga dia tinggal sendiri, apalagi masih punya saudara, pasti dia tinggal dilingkungan saudaranya supaya ada yang pantau kondisi dia tiap hari." Kiran ikut bersuara.
"Jadi, kira-kira mereka ketemu di mana ya? Apa orang itu gak sengaja ketemu Dewa? Tapi kenapa dia langsung suka dan mutusin adopsi Dewa?" kata Riko.
"Karena Dewa cerdas," singkat Rey yang membuat semuanya menoleh serentak ke arahnya. "Orang itu bisa memanfaatkan kecerdasan Dewa untuk hal ini."
"Tapi dari mana dia tahu kalau Dewa bisa jadi dia yang sekarang? Jadi Mister Loki? Apa mereka udah kenal lama?" Satria mengira-ngira. Wajahnya semakin penuh tanda tanya.
"Soal itu gue gak bisa nebak lagi, yang jelas gue yakin orang itu punya dendam pribadi sama bokap lo, Ki," sahut Rey dengan tatapan terhunus ke arah Kia.
Kia terdiam sambil menautkan mata dengan lantai, napasnya terasa berat kala memikirkan sebuah kekhawatiran yang besar mengenai ayahnya. Tentang seseorang yang memiliki masalah besar dengan ayahnya, yang memiliki niat sangat keji untuk membunuh dengan cara mengajak istri pertamanya untuk bekerja sama agar jejaknya tidak diketahui oleh siapa pun.
Tapi, Siapakah orang ini? Bukankah selama ini mendiang sang ayah selalu berbuat baik kepada siapa pun setahunya, bahkan dia tidak pernah sekali pun mengeluh bahkan terlihat seperti menanggung sebuah beban besar karena masalah yang dihadapinya. Karena yang Kia tahu selama ini sosok ayahnya adalah pria yang sangat penuh dengan kebahagiaan dan tawa yang selalu menghiasi hari-hari kebersamaannya, walau pun singkat.