Bab 16 - Kiara diculik?

123 33 0
                                        

Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan.
Dalam setiap ketakutan, ada keberanian.
Dalam setiap kebaikan, ada keburukan.
Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.

 Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Bel pertanda berakhirnya kegiatan belajar berbunyi nyaring, seluruh siswa-siswi berhamburan keluar kelas diiringi teriakan dan tawa yang memenuhi koridor, menciptakan suasana yang meriah dan bersemangat. Beberapa siswa bahkan sudah mulai berencana untuk melakukan kegiatan setelah pulang sekolah: seperti nongkrong di Kafe atau warung kopi terdekat, berkeliling di pusat perbelanjaan, menonton film, atau langsung pulang ke rumah dan beristirahat hingga mengerjakan tugas sekolah.

"Gramedia, yuk!" ajak Kia saat berjalan beriringan dengan Kiran yang wajah dan tangannya fokus pada layar ponsel.

"No, no. Sorry ya, Kia, gue bukannya gak setia kawan, tapi sore ini gue sibuk banget... karena gue mau fanmeet sama Oppa Hwang In Yeop yang akan mulai dua jam lagi, jadi secepat mungkin gue harus prepare dengan outfit dan makeup full power supaya gue bisa di-notice sama Oppa 'okey dokey' gue..." ucap Kiran dengan ekspresi wajah centilnya.

"Hah?" Kia memiringkan tubuh, menghadap ke arah Kiran dengan melebarkan mata serta alis yang terangkat tinggi. "Ya ampun, saking gak pernahnya ikut fanmeet karena ngerasa masih tinggal di Bandung jadi gak ngeuh ya kalau hari ini ada Oppa Hwang In Yeop ke Jakarta," ucapnya dengan wajah penuh penyesalan.

"Yah, telat banget, loh. Tapi tenang aja, gue bakal videoin acaranya dari awal sampai selesai, supaya lo nanti bisa sama-sama menikmati momennya."

"Gak apa-apa sih, lagian aku mah timnya Suho, jadi nungguin Oppa Cha Eun Woo ke Indo aja deh nanti." Kia bersikap tenang untuk mengobati rasa kecewanya.

"Yaelah, baru tahun kemarin Eun Woo ke indo, entah kapan tahu dia balik lagi ke sini."

"Iya sih..." Gadis berkacamata itu kembali melengkungkan bibir ke bawah. "Gak apa-apa, deh, udah terlanjur juga, semoga kamu bisa senang-senang ya di acara fanmeet-nya."

"Okey... good bye, bestie..." Kiran berlalu sambil melambaikan tangan, ia berjalan menuju gerbang sekolah karena ojek online pesanannya ternyata sudah tiba.

Sedangkan Kia berjalan menuju motornya yang terparkir di halaman sekolah, dengan langsung mengenakan pelindung kepala, gadis itu langsung melajukan kendaraannya untuk pergi ke tempat yang ia tuju. Saat ia menempuh setengah perjalanannya, tiba-tiba saja atensinya terarah pada seorang pengemis yang tengah duduk di trotoar: wajahnya yang lusuh dan kotor, pakaian yang dikenakan terlihat compang-camping penuh dengan tambalan. Tangannya menadah sambil memegang sebuah wadah berisi uang recehan, matanya yang sayu dan wajah yang kusam membuatnya terlihat seperti orang yang kehilangan harapan. Hal itu membuat rasa empati pada diri Kia menanjak. Kia menepikan kendaraannya di bahu jalan, lalu menghampiri pengemis itu sambil merogoh saku bajunya, mengambil beberapa lembar uang yang masih tersisa.

ANTITESIS [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang