Bab 1 - kepergian ayah

1.1K 100 279
                                        

Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan.
Dalam setiap ketakutan, ada keberanian.
Dalam setiap kebaikan, ada keburukan.
Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Sebuah mobil terparkir di sisi jalan. Badan dan kacanya hitam pekat, seperti misteri. Ya, tidak ada yang menduga di dalamnya terdapat seorang wanita berusia tiga puluh delapan tahun bersama putrinya yang berusia enam belas tahun. Duduk termenung, menatap kosong ke arah luar. Wanita itu terisak, bahunya bergetar menahan gejolak emosi. Telapak tangannya menutupi wajah. Menyembunyikan air mata yang berderai. Sudah dua jam air matanya meleleh, tak mampu dibendung, tak kuasa digenggam. Namun, ditahan hanya akan mengundang sakit. Air mata dibiarkan tumpah. Agar sesak tak lagi membebani dada. Ia melirih yang suaranya terputus-putus.

Tatapannya tak terlepas dari pemandangan luar yang memperlihatkan proses pemakaman sang suami yang dinyatakan telah wafat sejak malam tadi, karena sebuah insiden penusukan yang mengorbankan pria yang dicintainya di sebuah jalanan sepi penduduk dekat perkebunan kepala sawit daerah Bandung.

Antonio Bagaskara, seorang pengusaha kaya raya pemilik Bagaskara Group yang mengelola sebuah hotel bintang lima ternama di ibu kota. Ia dikenal sebagai pengusaha yang ramah, santun, dan bersikap baik pada siapa pun yang menyapanya, sehingga Ia hampir tidak memiliki musuh sekali pun dalam persaingan bisnis. Karena setiap ada konflik yang menimpa bisnisnya dengan perusahaan lain, Ia selalu mencari jalan keluar dengan kepala dingin hingga mengakhirinya dengan perdamaian.

Namun siapa sangka? Tepat di malam sebelum peresmian hotel cabang kedua di luar kota, tepatnya di kota Bandung, Ia mendapat sebuah kejadian yang tidak mengenakan ketika dalam perjalanan. Sebuah motor dengan dua penumpang misterius menghentikan laju kendaraannya ketika memasuki wilayah sepi penduduk, mereka membawa senjata tajam dan mengancam Antonio bersama asisten pribadinya untuk menyerahkan semua harta yang saat ini ia bawa pada mereka, ia sedang mengalami insiden perampokan.

Tanpa memberi perlawanan, Antonio menyerahkan semua barang berharganya secara cuma-cuma pada kedua penjahat itu: ponsel, laptop, jam tangan, uang tunai, hingga kunci mobil yang ia minta pada Dion agar langsung memberikannya, sehingga urusan mereka segera selesai dan ia dapat segera pergi menemui istri dan putrinya. Ia rela jika perjalanannya Ia lanjutkan dengan cara mencari kendaraan umum sekitar.

Tapi ternyata usahanya untuk berdamai dengan perampok itu sia-sia, mereka tidak mengambil satu pun benda yang Dion lempar ke dekat dua orang itu sambil mengangkat kedua tangan tanda menyerah. Mereka malah langsung menyerang keduanya saat keluar dari mobil, Dion yang memiliki kemampuan bela diri mencoba melakukan perlawanan dan pertahanan diri, begitu pula dengan Antonio.

Namun, seperti memang disengaja, pria misterius dengan berpakaian serba hitam hampir menutupi seluruh bagian tubuhnya dan hanya menyisakan bagian mata saja tidak menyiapkan aba-aba untuk melakukan bela diri, Ia malah langsung menyerang Antonio dengan menusuk bagian dada kiri pria itu dengan kejam. Antonio langsung tergeletak tak sadarkan diri dengan darah yang berlumur di atas permukaan aspal, Dion yang terkejut langsung berlari menghampiri dengan penuh kecemasan.

ANTITESIS [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang