Bab 10 - hubungan keluarga

239 89 265
                                        

Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan.
Dalam setiap ketakutan, ada keberanian.
Dalam setiap kebaikan, ada keburukan.
Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.

 Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Sebuah sepeda motor sport berwarna hitam berhasil menghentikan laju sebuah mobil yang Lea tumpangi, hingga secara tiba-tiba mobil itu terhenti dan tubuh Lea sedikit tersentak ke depan pada saat ia masih menangis. Gadis itu membulatkan mata kala melihat pria yang berada di atas motor itu turun dan berdiri tepat di depan mobilnya. Dengan segera ia pun membuka pintu, lalu berjalan menghampiri.

“Ada masalah apa lo sama Kia?” gertak Satria tanpa basa-basi.

“Harusnya aku yang nanya, ada hubungan apa kamu sama dia?” Lea menatap tajam dengan bola mata yang masih menampakkan beberapa garis berwarna merah.

“Gue cuma bantuin Kia karena motornya mogok, apa masalahnya sama lo?”

Lea memalingkan wajah sambil mengangkat satu garis bibirnya ke atas, lalu kembali menatap pada Satria, “sejak kapan kamu peduli sama orang lain? Terlebih dia orang yang baru kamu kenali?”

“Itu bukan urusan lo! Yang jelas  gue gak suka lo bersikap kasar sama adik lo sendiri!” Satria memberi penekanan pada kata terkahir hingga membuat Lea tersentak.

Lea itu terkejut, matanya melebar dengan alis yang terangkat tinggi. “Ka-kamu dengar semuanya?” kata Lea tergagap. Kini tatapannya berubah menjadi ketakutan.

“Ya. Kenapa? Lo takut gue bakal kasih tahu rahasia ini ke semua orang?”

Please, jangan Satria.” Lea memohon.

“Gue gak akan ganggu lo asal lo gak ganggu Kia.”

“Kenapa kamu lakuin ini buat dia? Kamu gak tahu Kia itu kayak apa orangnya, kalian baru kenal. Harusnya kamu mihak aku karena kita sudah lama dekat.”

“Gue gak berpihak sama siapa pun. Gue cuma gak suka lo menindas orang, terlebih keluarga lo sendiri!” omel Satria. Jari telunjuk Satria mengarah pada wajah Lea, lalu ia pun langsung berbalik dan kembali berjalan menuju motornya.

“Tapi Sat...”

“Kalau sampai gue lihat lo nyakitin Kia lagi, gue gak akan segan-segan sebarin rahasia keluarga lo, bahwa mereka juga istri dan anaknya Om Anton!” Satria mengancam sambil bergerak memakaikan pelindung kepala dan mulai menyalakan mesin motornya, ia pun segera pergi tanpa memberi kesempatan Lea untuk berbicara lagi padanya.

Sedangkan Lea hanya mampu menahan amarahnya sambil meremas rok sekolahnya. Air mata yang sejak tadi terus mengalir kini tiba-tiba berhenti, kesedihan yang ia rasakan kini berubah menjadi sebuah kebencian.

🌹🌹🌹

Lima tahun yang lalu

Lea yang saat itu menginjak kelas satu SMP sudah semakin muak dengan pertengkaran yang terjadi dalam rumahnya. Dengan amarah mamanya yang selalu membentak papanya karena seorang perempuan bernama Rossa.

ANTITESIS [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang