Bab 11 - Permohonan Salsa

242 84 279
                                        

 Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan.
Dalam setiap ketakutan, ada keberanian.
Dalam setiap kebaikan, ada keburukan.
Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.

 Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

“Sa, Salsa!”  kata Bella panik, seperti orang yang kebakaran jenggot. Dia, Feli dan Laura mempercepat langkah menuju Salsa. “Gawat!” Bella berbicara dengan napas terengah-engah.

“Gawat kenapa?” Salsa nampak bingung, ia mengerutkan dahi saat melihat ketiga temannya kelelahan setelah berlari kencang seperti baru saja bertemu dengan hantu.

Bella masih mengatur pernapasannya berulang-ulang sambil memegang dada. Saat napasnya normal, ia tercenung seperti sedang meramu kalimat. Ia tampak ragu-ragu melanjutkan ucapannya. Bella menyenggol Feli, menyuruhnya untuk mengutarakan berita. “Lo aja Fel.”

“Ada apa, sih?” tanya Salsa semakin bingung.

“Itu...” Jari telunjuk Feli mengarah ke belakang.

“Kenapa?”

“Dewa lagi berduaan sama cewek di taman.” Feli berucap dengan napas yang juga masih terengah-engah.

“Cewek? Maksud lo siapa?”

“Kita gak tahu, Sa,” sambung Laura sambil mengangkat bahu. “Kayaknya dia anak baru, soalnya kita juga baru lihat.”

Pandangan mata Salsa beralih ke arah yang dituju Laura. Mendadak, mata Salsa memanas, tangannya terkepal kuat. Ia akan bersiap menciptakan sebuah keributan akibat seorang gadis yang berani-beraninya mendekati Dewa, kekasihnya. Ia pun bergegas pergi menuju tempat yang diberitahu oleh ketiga temannya itu, dan tentunya kepergian Salsa diikuti oleh mereka selaku teman dekatnya.

“Dewa!” bentak Salsa yang sudah tiba di sebuah taman, tepatnya di belakang punggung Dewa yang sedang duduk di atas permukaan rumput bersama seorang siswi yang belum ia kenali, Kia.

Dewangga menoleh, bersamaan dengan Kia. Ia terkejut, lantas melebarkan mata dan mengangkat alisnya ke atas kala ia tertangkap basah sedang mendekati gadis lain di belakang kekasihnya.

“Oh... jadi kamu sengaja gak angkat telepon aku karena asyik berduaan sama cewek cupu ini!” Jari telunjuknya mengarah pada Kia yang saat ini sudah berdiri, saling berhadapan dengannya bersama Dewangga.

“Maaf, Sa. Handphone aku lupa gak di bawa, ada di dalam tas.”

“Halah! Kamu sengaja, kan? Supaya gak ada yang gangguin kamu lagi selingkuh sama cewek kegatelan ini!”

“Maksudnya apa, ya?” Kia mengerutkan dahi. “Atas dasar apa kamu ngatain saya seperti itu?”

“Gak usah sok naif lo. Gue tahu, cewek modelan kayak lo sengaja kan deketin Dewa biar jadi spotlight di sekolah ini? Eh, lo ngaca dong. Lo itu cuma cewek cupu yang gak selevel sama Dewa!” Kini tangan Salsa berhasil mendorong bahu kanan Kia sehingga tubuh gadis itu sedikit terdorong.

ANTITESIS [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang