Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan.
Dalam setiap ketakutan, ada keberanian.
Dalam setiap kebaikan, ada keburukan.
Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.
******
Tekad Kia untuk mengungkap kematian ayahnya yang terasa janggal semakin kuat. Saat i...
Dalam setiap kekuatan, ada kelemahan. Dalam setiap ketakutan, ada keberanian. Dalam setiap kebaikan, ada keburukan. Dan dalam setiap cahaya, ada bayangan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kia berjalan bersama pengemis tersebut, memasuki sebuah gang kecil yang gelap juga lembap. Di ujung penglihatan, Ia melihat sebidang bangungan terbengkalai yang menyendiri dari bangunan lain. Di halamannya, semak dan rerumputan tumbuh subur seperti tak pernah dijamah.
"Rumah Mamang sebelah mana, ya?" Gadis itu tolah-toleh karena tidak ada rumah lain selain bangunan tua itu.
Pria itu tak lantas menjawab, ia malah bergerak ke belakang tubuh Kia dan langsung memukul tengkuk gadis itu hingga tersungkur. Sesaat ia melihat gadis itu diam tak bergerak, ia meyakini bahwa Kia pasti sudah tidak sadarkan diri saat itu juga.
Namun ketika ia hendak mengangkat tubuh Kia untuk membawanya pergi dari tempat itu agar tidak ada orang lain melihat aksi kejahatannya, tiba-tiba saja Kia membuka matanya lebar, tangannya menyiku bagian perut pria itu hingga terjungkal. Sesaat Kia mencoba bangkit untuk kabur, namun ternyata ada tangan lain yang berhasil menahannya dan menyeretnya hingga masuk ke dalam bangunan tua itu.
"Tolong...! Tolong...!" Kia menjerit dengan suara parau.
Kedua pria yang menyeret Kia berhasil membawanya masuk ke dalam bangunan itu sambil membekap mulut Kia dengan tangan kasarnya. Lalu mereka membawa Kia pada sebuah kursi dan mengikatkan tubuh, tangan, hingga kakinya pada bagian kursi itu sehingga Kia kini tak bisa menyelamatkan dirinya.
"Siapa kalian? Lepasin saya!" Teriak Kia sambil menggoyangkan tubuh, mencari celah kemungkinan, agar dapat melepaskan jeratan tali itu.
"Tangguh juga ya lo? Gue kira lo bakal pingsan," ucap pria yang berlagak jadi pengemis tadi yang kini telah menghapus riasannya dan memperlihatkan wujud asli yang ternyata hanya seorang pria yang mungkin berusia dua puluh lima tahun.
"Lo gak perlu tahu kita siapa, yang jelas lo jangan pernah usik kehidupan Lea!" Pria itu mendekatkan wajah pada Kia dengan tatapan mengintimidasi. "Tutup mulut dia!" ucapnya yang langsung bergerak mundur, pria itu memiliki aura berbeda dari empat orang lainnya, ia seperti seorang pemimpin diantara mereka yang memiliki kuasa untuk memberikan perintah apa pun kepada anak buahnya.
"Hai, cantik... Akhirnya kita bertemu lagi," kata seorang pria yang muncul di belakang dua pria itu. Jelas Kia juga cukup mengenalinya karena ternyata ia adalah pria yang beberapa hari lalu Kia temui di ruang sel tahanan kantor polisi.
Dia adalah pelaku pembunuh sang ayah.
"Gimana? Kaget kan karena gue sekarang sudah bebas." Pria itu menarik garis bibirnya ke samping kanan, dengan tatapan mata tajam penuh dendam.
Melihat keberadaan pria itu tentunya membuat Kia tersulut amarah, mungkin saja mereka sengaja menyandera Kia untuk membalaskan dendam karena kemarin Kia telah berani membentaknya di kantor polisi. Atau mungkin memang benar ini perintah Lea karena perseteruannya dengan geng ‘The Queen Bees'beberapa hari lalu belum usai. Namun, apa yang kini akan mereka lakukan terhadapnya? Dan mengapa pria itu bisa dengan mudah terbebas dari masa hukuman yang bahkan belum genap sebulan?