5

212 90 17
                                        

Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh!!!


Jangan lupa vote dan komen ya teman teman!!!

****

Saat hati seorang gadis sedang jatuh cinta, rasanya seperti ada bunga yang mekar di dalam dirinya, seperti angin yang berhembus lembut dan menyentuh jiwa. Setiap detik terasa penuh dengan kegembiraan yang tak terungkapkan.

Itulah yang sedang Manda rasakan sekarang. Dia menggenggam ponselnya erat-erat, menatap satu nama yang baru saja ia tambahkan ke kontaknya tadi siang.

Apa yang harus dia lakukan sekarang?

Anda
P

Beberapa menit telah berlalu sejak dia mengirim pesan itu, namun belum mendapat balasan dari Manda.

Afrell
?

Anda
Save ya, ini Manda.

Afrell
Ok.

Anda
Sekali lagi makasih banyak ya, lo udah bantu gue. Udah ketiga kalinya gue berhutang budi sama lo, thanks ya.

Afrell
Hm, no problem.

Manda bingung, ingin melanjutkan percakapan, tapi Afrel terlalu dingin membalas pesannya.

Anda
Oke, good night.

Manda langsung menyimpan ponselnya, merasa geli dengan pesan yang baru saja ia kirim. Apa Afrel akan tertarik padanya?

"Dasar, bodoh!" ujarnya sambil tertawa kecil.Manda langsung menyimpan ponselnya, merasa geli dengan pesan yang baru saja ia kirim. Apa Afrel akan ilfil padanya?

"Dasar, bodoh!" ujarnya sambil tertawa kecil.

Namun, setelah itu, ia mulai melompat-lompat di atas kasurnya, saking senangnya bisa chat-an dengan Afrel.

"Ah, seneng banget gue!" teriaknya, meski untung saja kamarnya kedap suara, jadi tidak ada yang bisa mendengar teriakan membahagianya.

"Apa gue jatuh cinta ya?" gumamnya pelan, memegang dadanya yang berdebar.

Namun, lompatan-lompatannya berhenti mendadak karena ia mendengar seseorang memanggilnya.


Tok..tok...tok

"MANDA KELUAR LO!" teriak suara dari luar pintu.

Manda langsung membuka pintu ia disuguhkan sosok raya yang berdiri di hadapan nya membawa tumpukan buku.

"Iya kak, kenapa?"

"Ni kerjain tugas gue! Kerjain yang benar, awas aja kalau salah!" Raya memerintah, lalu dengan cepat meletakkan tumpukan buku itu ke tangan Manda.

"Tapi kak, itu banyak banget! Lagi pula, itu kan tugas kak Raya," Manda mengeluh, sedikit tidak terima.

Walaupun Raya lebih tua, mereka berdua sebenarnya satu kelas, jadi terkadang Manda merasa agak aneh saat harus mengikuti perintah kakaknya yang satu ini.

AfmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang