62

38 2 0
                                        

"Manda, udah belum?"

"MANDA, LO NGAPAIN SIH LAMA BANGET!"

Di dalam kamar, Manda sedang berputar-putar di depan cermin, meneliti penampilannya. "Apa lagi, ya? Baju oke, make-up juga bagus... Nah, iya, jepit rambut!"
Dia mencari-cari jepit rambut di dalam laci.

"Nah, sekarang baru sempurna. Gue cantik banget," ucapnya sambil tersenyum puas.

"MANDA, LO NGAPAIN DI DALAM KAMAR? BERSEMEDI AJA LO?"

Manda memutar mata malas mendengar teriakan Arion. Dasar cowok, gak ada sabarnya. Namanya juga cewek, pasti dandannya lama.

Setelah selesai berdandan, Manda keluar dari kamar dengan penuh percaya diri. Dia turun ke ruang keluarga, tempat mereka sudah menunggu.

Arion yang melihat Manda langsung menatap kagum. "Wow, you are so beautiful!" puji Arion dengan senyum lebar.

Manda tersenyum bangga mendengar pujian itu. Dia mengibaskan rambutnya dengan gaya sombong, "I know, aku memang selalu cantik."

"Ya ampun, putri bunda cantik banget malam ini," kata bunda sambil muncul dari lantai atas, matanya tak lepas memperhatikan penampilan Manda yang terlihat elegan.

Dress hitam di atas lutut itu membuat Manda tampak lebih dewasa.

"Makasih, bunda. Putri bunda memang paling cantik," jawab Manda sambil menggandeng tangan bundanya.

"Siap, sayang? Siap boy?"

"Siap, bunda."

Di perjalanan, suasana hangat memenuhi mobil.
"Bunda, nanti kalau ada waktu, kita pergi ke pantai ya?" tanya Manda dengan mata berbinar.

"Tentu, kamu tinggal atur waktunya. Bunda dan yang lain pasti selalu siap, sayang," jawab bunda tersenyum.

Karena bosan, secara diam-diam Manda mengambil handphone Arion yang terselip di kantong bajunya.

"Heh, lo ngapain? Siniin handphone gue!" Arion menatap tajam dengan mata melotot.

Manda cepat memeluk handphone itu erat-erat, lalu beralih memeluk bunda, memohon pertolongan saat Arion berbalik ingin merebutnya dengan paksa.

"Pelit banget sih, handphone doang. Pinjam elah," ucap Manda sinis sambil mulai membuka handphone Arion. Untung saja tidak ada sandi.

"Gak usah kepo deh, balikin handphone gue. Manda sini," geram Arion.

Manda membuka WhatsApp, tak ada yang aneh. Lalu membuka Instagram, mengambil foto, dan langsung meng-upload-nya ke story.

Arion cuma bisa pasrah. Bukan pelit, tapi handphone itu penuh rahasia...

"Ya ampun, Arion lo—"

"Apa?"

"Gue gak nyangka lo—"

Angga yang sedang menyetir ikut penasaran, ia menempelkan telinganya ke samping. "Jangan-jangan lo nyimpen hal gituan ya?" ucap Angga.

Buk—

Arion menampar lengan Angga, kalau bicara sembarangan. "Gak mungkin elah, emang gue cowok apaan."

Manda masih terpaku sambil menggulir layar handphone Arion dengan mulut ternganga. Matanya fokus menatap layar tanpa berkedip. "Oh my God," ucapnya pelan.

Bunda yang duduk tak jauh dari situ juga ikut penasaran, "Ada apa, sayang?"

Manda sengaja menggantungkan ucapannya, memperhatikan bunda dan Arion secara bergantian. "Gue gak nyangka ternyata... Arion—"

AfmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang