8

196 83 14
                                        

-Sesuatu yang baik akan menghasilkan yang baik begitu juga sebaliknya-

_Happy Reading_


Sesuai dengan hukumannya, Manda dan Afrel kini tengah berdiri di tengah lapangan yang panas.

"Gila, nih, matahari panas banget. Bisa kebakar kalau begini, belum lagi haus," keluh Manda, sambil mengelap keringat yang mulai mengalir di wajahnya.

"Kamu juga bukannya bangunin aku malah ikut tidur," ujar Afrel, tak terima, meski dia juga kena semprot.

Dan ya, mereka sepakat untuk saling memanggil dengan "aku-kamu."

"Iya, Lia, aku salah. Maafin aku," kata Afrel, berusaha melindungi Manda dari sinar matahari dengan tangan yang sudah penuh keringat.

"Ih, baik banget deh, Rel Kereta Api," goda Manda sambil tersenyum.

"Gak usah ubah-ubah nama orang, deh," Afrel balas sambil mengelap keringat Manda dengan tisu.

"Kamu aja panggil aku Lia," jawab Manda dengan ekspresi serius namun ada senyum tipis.

"Itu kan panggilan kesayangan," jawab Afrel dengan nada santai.

"Rel Kereta Api juga panggilan kesayangan buat kamu, gimana sih," Manda menggoda.


"Iya-iya, sayang," ucap afrel.

Mereka kini menjadi pusat perhatian. Meskipun masih jam pelajaran, ada beberapa siswa yang tak ingin melewatkan kejadian langka seperti ini.

"Cocok banget, pokoknya gue fans berat Meraka."

"Cantik dan ganteng, perpaduan yang serasi."

"Apaan sih, gak ada cocok-cocoknya"

"Emak, anakmu jomblo ini pengen punya pacar."

"Ya ampun, panas banget! Kabur aja kali ya. Rel, kabur yuk," ucap Manda, menarik tangan Afrel sambil melirik ke sana kemari. Ia berharap bisa kabur, tapi baru satu langkah, kaki mereka terhenti saat mendengar suara yang sangat familiar.

"AFREL, MANDA BERDIRI LAGI DI LAPANGAN, JANGAN COBA-COBA KABUR!" suara Bu Nunung terdengar dengan tegas. Tanpa sadar, Manda dan Afrel kembali berdiri di tempat semula.

"Udah, berdiri aja. Beberapa menit lagi juga istirahat," ucap Afrel, mencoba menenangkan Manda yang mulai kesal.

"Aish...." Manda mendengus, frustrasi.

Namun, beberapa menit kemudian, Manda merasakan kepalanya mulai berputar-putar dan tubuhnya mulai oleng. Ia terhuyung, hampir kehilangan keseimbangan.

"Rel..." ucapnya pelan, meraih lengan Afrel dengan cepat, mencoba mencari penopang.

"BRUK!"

Manda jatuh ke tanah dengan keras, pandangannya menjadi gelap, dan sesaat setelah itu, semuanya terasa hampa. Ia tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Afrel yang melihat kejadian itu langsung panik. Tanpa berpikir panjang, dia segera memangku kepala Manda dan menaruhnya di pahanya.

"Lia... bangun," ujar Afrel dengan cemas, menggoyangkan tubuh Manda perlahan.

Namun, tidak ada respon. Manda terdiam begitu saja.

AfmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang